Prediksi Ropan

PREDIKSI ROPAN: PSG Diragukan, Peluang Juventus Masih Terbuka

PREDIKSI ROPAN: PSG Diragukan, Peluang Juventus Masih Terbuka
Skuat Real Madrid. (Foto: AFP/Franck Fife)


MENCETAK dua gol di Paris dan tidak boleh kebobolan jika ingin lolos ke babak perempat final. Inilah misi berat yang diusung oleh Paris Saint Germain (PSG), ketika pasukan Unai Emery itu akan menjamu juara bertahan Real Madrid, dalam leg kedua babak perdelapan final Liga Champions 2017 -- 2018 di Paris, Selasa waktu setempat atau Rabu 7 Maret dini hari WIB. 

Hal yang sama juga diemban Juventus saat mereka harus berkunjung ke Wembley untuk menghadapi Tottenham Hotspur, Rabu waktu setempat atau Kamis 8 Maret dini hari WIB. Bedanya, Juventus cuma butuh sebiji gol untuk meloloskannya ke babak delapan besar. Akankah Paris Saint Germain dan Juventus keluar dari tekanan yang menghimpit keduanya pada leg kedua ini?

Bermain di Paris, menjadi kesempatan terbaik bagi PSG untuk melakukan pembalasan atas kekalahan pada leg pertama yang dimainkan di Santiago Bernabeu. Kalah 1-3 pada laga pertama, membuat posisi PSG menjadi sulit karena mereka harus berjuang untuk membongkar pertahanan Madrid dengan mencetak dua gol. Selisih dua gol melawan tim sekuat Madrid bukanlah hal gampang. PSG bukan saja harus mencetak dua gol, namun mereka juga harus bisa menjaga pertahanannya agar tidak kebobolan. Menjadi sia-sia jika PSG bisa mencetak dua gol, namun gawang mereka kebobolan. Madrid pasti tak akan membiarkan gawang mereka jebol. Dengan kekuatan Sergio Ramos, Raphael Varane, Nacho, Dani Carvajal bahkan Marcelo jika pemain Brasil ini bugar, maka pertahanan Madrid terlihat begitu kokoh. 

Baca: Jadwal Siaran Langsung Leg Kedua 16 Besar Liga Champions


Misi PSG terasa lebih sulit manakala salah satu bintangnya Neymar Da Silva mengalami cedera. Ini adalah sebuah pukulan bagi PSG ketika mereka hendak menjamu Madrid dan menuntut bisa menang dengan selisih dua gol. Tanpa Neymar, jelas sangat berpengaruh bagi keutuhan permainan PSG yang mengandalkan sepak bola menyerang. Bukan hanya Neymar yang mungkin tidak tampil melawan Madrid, namun salah satu "predator" Kylian Mbappe juga agak diragukan setelah mengalami cedera. Mbappe bahkan tak dimainkan Unai Emery dalam lanjutan kompetisi League 1 Prancis, Sabtu lalu melawan Troyes. PSG memenangkan duel dengan Troyes tanpa diperkuat trio mautnya Neymar, Mbappe dan Edinson Cavani. Melihat pemandangan seperti ini, memang agak mengkhawatirkan bagi PSG. 

Tanpa Neymar dan Mbappe sulit buat PSG untuk menghentikan Madrid. Kalaupun Cavani hadir, daya dobrak di lini serang PSG tak sekuat dan setajam jika di sana tidak ada Neymar dan Mbappe. Untuk bisa menganggu konsentrasi lini bertahan Madrid, setidaknya PSG harus memainkan Cavani dan Mbappe sebagai dua tombak di garis depan. Emery bisa melepas skema 4-2-3-1 atau 4-4-2. Lini tengah PSG juga harus kuat bertarung dan bisa mengatasi kelebihan Madrid di lini tersebut. Nafas PSG di lini paling krusial ini ada pada Marco Veratti dan Adrien Rabiot. Seandainya Veratti tidak bugar maka Lassana Diara menjadi pilihan untuk bermain sebagai gelandang "box to box". Giovani Lo Celso adalah pilihan lain yang dapat diandalkan bergerak dari lini kedua. Siapapun yang akan dimainkan Emery, tugas utama para gelandang PSG adalah mematikan Toni Kroos dan Luca Modric untuk tidak banyak memberi suplay bola ke lini serang Madrid. Walaupun demikian, bursa taruhan Asian Bookie tetap memilih PSG sebagai unggulan dalam partai ini dengan memberi 0:1/2 bola terhadap Madrid. Jika harus memilih, maka saya tetap yakin Real Madrid akan lolos ke perempat final.

Sementara itu di Wembley, Tottenham Hotspur ingin terus memperpanjang rekor tak terkalahkan mereka di kandangnya, setelah terakhir kali tumbang dari Chelsea pada Agustus tahun lalu di Liga Primer Inggris. Dengan rekor 17 kali tidak pernah kalah di semua kompetisi, peluang Spurs untuk melaju ke perempat final Liga Champions lebih besar dibanding lawannya Juventus. Hasil imbang 2-2 di leg pertama yang dimainkan di Stadion Allianz di kota Turin, agak meringankan langkah Harry Kane dan kawan-kawan, mengingat Spurs cukup bermain seri 0-0 atau 1-1, maka tiket ke babak delapan besar menjadi milik tim asuhan Mauricio Pochettino.

Gol tandang Spurs punya pengaruh dalam perhitungan hasil akhir pada Rabu malam atau Kamis subuh WIB. Namun sejujurnya, hasil imbang itu bisa menjadi beban tersendiri bagi Spurs. Dukungan penuh suporter fanatik di Wembley memiliki  sisi yang menguntungkan sebagai tuan rumah, tapi juga dapat membahayakan Spurs karena dituntut harus menang. Jika Spurs terlalu percaya diri, ini juga bakal jadi bumerang dan justru membebani Christian Eriksen dan kawan-kawan. Bukan tak mungkin Spurs bermain tegang di depan publiknya. Spurs harus lebih santai dan menikmati laganya dengan tetap bermain agresif sebagaimana yang mereka perlihatkan pada leg pertama. Spurs juga mesti berusaha menghindari untuk tidak kebobolan cepat pada babak pertama. Bila gawang Hugo Lloris jebol dan memberi keunggulan bagi Juventus, maka tekanan berbalik menghantam kubu Spurs.

Juventus pun tak bisa melakukan kebodohan seperti pada leg pertama, ketika mereka unggul cepat dengan dua gol namun bisa dikejar Spurs. Kegagalan tim asuhan Massimiliano Allegri untuk bisa mempertahankan keunggulannya, karena terlalu banyak memberi ruang bagi pemain Spurs menguasai bola setelah merasa di atas angin dengan dua gol Gonzalo Higuain. Tak ada pemain Juventus yang berusaha untuk terus berada dekat dengan Eriksen. Ini tak boleh terulang di Wembley, dan menjadi tugas Allegri untuk memilih siapa pemain diantara Sami Khedira atau Miralem Pjanic yang mengawasi pergerakan Eriksen maupun Dele Alli. Tanpa mengabaikan Mousa Dembele dan Eric Dier di lini tengah Spurs, namun kekuatan dalam mengalirkan bola ke Son Heung-Min maupun Harry Kane ada pada sosok Eriksen dan Alli. Jika dua pemain ini dimatikan, akan memudahkan bagi lini belakang Juventus untuk mengontrol Son dan Kane. 

Baca: Prediksi PSG vs Real Madrid: Berat tanpa Neymar


Harus diakui Juventus berada dalam posisi sulit, tapi dengan suasana kondusif dari hasil mengesankan di Copa Italia serta sanggup memukul Lazio di Olimpico dalam lanjutan kompetisi Seri A akhir pekan lalu, memberi dorongan semangat bagi Gianluigi Buffon dan kawan-kawan untuk tampil sebaik mungkin di Wembley. Peluang Juventus untuk lolos tetap terbuka, bahkan mereka hanya membutuhkan menang dengan 1-0 maka satu tempat di perempat final jadi milik "Si Nyonya Tua".  Kini Allegri harus berhitung benar untuk menyusun kekuatan dengan melepas pemain terbaik. Kembalinya Paulo Dybala, untuk berada di lini serang adalah keuntungan bagi Juventus guna memberi rasa takut buat lini pertahanan Spurs. Pasar taruhan menempatkan Spurs sebagai favorit dengan 0:1/4. Wajar sebagai tuan rumah, dan hasil imbang sangat tinggi. Jika harus bermain Juventus silahkan saja, karena peluang menang Juventus masih ada.

Dua pertandingan lainnya di leg kedua Liga Champions menjadi tidak menarik karena dua wakil Inggris, "The Reds" Liverpool dan "The Citizens" Manchester City dapat dipastikan lolos. Hanya sebuah keajaiban saja yang bisa menggagalkan Liverpool dan Manchester City melaju ke perempat final. Kemenangan 5-0 Liverpool atas FC Porto di leg pertama yang dimainkan di Estadio Dragao, secara tak langsung sudah menempatkan satu kaki Liverpool di perempat final. Bermain di Anfield, tak akan sulit bagi pasukan Juergen Klopp untuk kembali berjaya. Musim ini Anfield jadi tempat yang menakutkan bagi siapa saja dengan rekor tak terkalahkan Liverpool di depan pendukungnya. Bukan mustahil Mohamed Salah dan kawan-kawan akan pesta gol lagi. Pasar merespon laga ini dengan Asian Bookie menjagokan Liverpool 0:1. Liverpool harus menang dengan selisih dua gol untuk menamg full. Jika melihat performa mereka sejauh ini, maka dua gol saja tak sulit buat "The Reds". Hal yang sama juga bakal dinikmati Manchester City ketika tim asuhan Pep Guardiola itu menjamu FC Basel di Stadion Etihad. Kemenangan di leg pertama 4-0, membuat langkah City menembus perempat final hanya soal waktu saja. Pasar taruhan menjagokan City dengan 0: 2 1/4. Jika City main serius, untuk menang dengan tiga gol bahkan empat gol sangat gampang. Kini gergantung kemauan pemain City. 

Di ajang Liga Europa yang kini sudah memasuki babak perdelapan final, hasil undian yang tak disukai akhirnya terjadi, ketika bertemunya AC Milan dan Arsenal. Inilah final kepagian di Liga Europa yang menghadirkan dua klub unggulan. Kini salah satu diantara Milan atau Arsenal dipastikan tersisih setelah menjalani duel home and away. Milan akan menjamu lebih dulu Arsenal di San Siro, pada duel pertamanya, Jumat 9 Maret. Milan dalam kondisi terbaik dengan 12 laga terakhir tidak terkalahkan, sementara Arsenal justru sebaliknya, kalah dalam empat laga terakhir mereka secara beruntun di semua kompetisi. Situasi dan kondisi ini yang membuat posisi Arsenal sulit tatkala Mezut Oezil dan kawan-kawan bertandang ke markas Milan. Kekalahan dari Milan bisa mengancam kursi pelatih Arsene Wenger yang terus bertahan di tengah tekanan. Menariknya, dalam bursa taruhan posisi imbang lebih besar dengan Asian Bookie hanya melempar 0:0. Kalaupun harus memilih pemenangnya, maka Milan bisa mengatasi Arsenal.

Liga Champions

PSG vs Real Madrid 50-50

Liverpool vs FC Porto 60-40

Manchester City vs FC Basel 60-40

Tottenham vs Juventus 55-45


Liga Europa

AC Milan vs Arsenal 55-45

Atletico Madrid vs Lokomotiv Moskow 70-30

CSKA Moskow vs Lyon 55-45

Dortmund vs Salzburg 70-30

Lazio vs Dynamo Kiev 55-45

Marseille vs Athletic Bilbao 55-45

Leipzig vs Zenit St. Petersburg 55-45

Sporting Lisbon vs Viktoria Pizen 60-40

Tak ingin ketinggalan update berita bola dan olahraga? Follow instagram kami @medcom_olahraga

Video: Menpora Ingin Klub Bersikap Tegas soal Jadwal Liga 1 2018


(ASM)


Bungkam Malaysia, Vietnam Juara Piala AFF 2018
Leg II FInal PIala AFF 2018

Bungkam Malaysia, Vietnam Juara Piala AFF 2018

26 minutes Ago

Gelar itu diraih usai membungkan Malaysia 1-0 pada leg kedua babak final di My Dinh National St…

BERITA LAINNYA
Video /