Laga Barcelona kontra Celtic Kental Nuansa Politik

Kautsar Halim    •    14 September 2016 00:54 WIB
barcelona 2016--2017
Laga Barcelona kontra Celtic Kental Nuansa Politik
Para fan Barcelona mengibarkan bendera pro kemerdekaan Katalan. (AFP PHOTO / JOSEP LAGO)

Metrotvnews.com, Barcelona: Para penggemar Barcelona berencana mengibarkan 30.000 bendera pro kemerdekaan Katalan pada pertandingan Liga Champions 2016--2017, Rabu 14 September dini hari WIB. Saat itu, Barcelona akan menjamu Celtic di Stadion Camp Nou.

Aksi tersebut diprediksi memancing amarah Asosiasi Sepak Bola Eropa (UEFA) karena telah dilakukan berulang kali. Sebelumnya, Barcelona sempat didenda 30.000 Euro karena mengibarkan bendera As Esteladas pada final Liga Champions musim lalu.

Klik: Laudrup Sebut Real Madrid Lebih Baik Ketimbang Barcelona

Badan Kontrol, Etika, dan Disiplin UEFA menetapkan Barcelona bersalah karena telah melanggar regulasi yang terdapat pada pasal 16(2)(3). Isi regulasi itu menyebutkan tentang larangan penggunaan gestur, kata-kata, obyek-obyek, atau hal apapun yang bermakna mentransmisikan pesan yang tidak sesuai untuk acara olahraga, khususnya pesan-pesan politis, ideologis, relijius, sikap menyerang atau provokatif.

Beberapa hari yang lalu atau tepatnya pada 11 September, ribuan penggemar Barca sempat turut ambil bagian dalam gerak jalan pro kemerdekaan. Event tersebut juga didukung oleh Barca dan dihadiri oleh presiden klub Josep Maria Bartomeu dan kapten Andres Iniesta.

Klik: Kabar Buruk untuk Leverkusen, Karim Bellarabi Absen Setahun

Selain mengibarkan bendera, sebagaimana biasanya dalam laga kandang Barcelona, para fan akan meneriakkan yel-yel kemerdekaan Katalan pada menit ke-17 dan detik ke-14. Aksi itu sengaja dilakukan untuk menandai pengepungan Kota Barcelona yang terjadi pada 1714. (Reuters)

 


(KAU)

UEFA Umumkan <i>Venue</i> Final Liga Champions 2018
Liga Champions

UEFA Umumkan Venue Final Liga Champions 2018

1 week Ago

Federasi Sepakbola Eropa (UEFA) mengumumkan stadion yang akan menjadi <i>venue</i> …

BERITA LAINNYA
Video /