Real Madrid vs Juventus

Menengok Kiprah Michael Oliver, Wasit yang Dituding Biang Kegagalan Juventus

Alfa Mandalika    •    12 April 2018 12:01 WIB
liga champions 2017--2018
Menengok Kiprah Michael Oliver, Wasit yang Dituding Biang Kegagalan Juventus
Michael Oliver. (Foto: AFP/Oli Scarff)

Jakarta: Michael Oliver menjadi orang yang paling sering disebut usai tersingkirnya Juventus di pentas Liga Champions. Dia dituding sebagai biang kerok gagalnya Juventus lolos ke semifinal.

Ya, wasit asal Inggris itu memberikan hukuman penalti kepada Real Madrid di pengujung laga atau tepatnya menit 92. Padahal, Juventus saat itu sedang unggul 3-0. Andai tidak ada penalti, Juve memaksa Madrid memainkan perpanjangan waktu.

Nasi sudah menjadi bubur. Oliver tetap teguh pada pendiriannya yang menilai Medhi Benatia melanggar Lucas Vazquez. Ronaldo yang menjadi algojo menjalankan tugasnya dengan sempurna dan mengubah skor menjadi 1-3. Madrid berhak lolos lantaran unggul agregat 4-3.

Sontak, beragam reaksi bermunculan atas keputusan Oliver. Terlebih kubu Juventus terlihat sangat tidak terima.

Kiper Gianluigi Buffon yang dikenal punya ketenangan, bahkan terlihat meledak-ledak saat memprotes keputusan penalti Oliver. Tak ayal, protes keras Buffon berujung pada kartu merah untuk dirinya. Ini juga menjadi kartu merah pertama kiper berusia 40 tahun di Liga Champions.

Seusai pertandingan, Buffon langsung menyebut Oliver sebagai sosok tak punya hati. Bahkan, maaf, Oliver disebut bak binatang.

“Anda (Oliver) seperti binatang karena telah melakukan hal seperti itu. Anda tak punya hati, melainkan ada di tempat sampah,” kata Buffon seusai pertandingan.

“Manusia tidak akan menghancurkan mimpi seperti itu di akhir laga pada situasi yang meragukan. Jika Anda tak bisa memiliki hati, duduk saja di tribun bersama istri dan anak-anak Anda sambil meminum soda dan makan keripik,” kesal portiere 40 tahun itu.

Baca: Buffon Sebut Wasit Michael Oliver Binatang


Wajar melihat Buffon meluapkan amarah seperti itu. Sebab, boleh dibilang, asa untuk meraih titel Liga Champions tertutup. Meski belum ada konfirmasi secara resmi, tetapi berat rasanya untuk Buffon tetap mengawal gawang Juve di Liga Champions pada masa-masa mendatang.

Terlepas dari tudingan yang muncul terhadap Oliver, sebenarnya bagaimanakah kiprah Oliver? Berdasarkan pencaraian dari situs wikipedia, Oliver merupakan salah satu wasit terbaik yang dimiliki Inggris.

Tercatat, dia mulai memimpin pertandingan di liga domestik pada 2003. Tujuh tahun menjalani karier sebagai pengadil di lapangan hijau, Oliver akhirnya mendapatkan kesempatan memimpin laga – laga di Liga Primer Inggris sejak 2010.

Baca: Dramatis, Penalti Ronaldo Loloskan Madrid ke Semifinal


Sejak saat itu, kariernya kian meroket. Oliver kian diperhitungkan ketika memimpin final Piala Dunia U-17 pada 2015 antara Mali kontra Nigeria. Wasit 33 tahun itu juga memimpin pertandingan Community Shield pada 2014 dan final Piala Liga 2016 antara Liverpool kontra Manchester City.

Rekam jejak Oliver di Liga Champions dimulai pada 2016 -- 2017. Ketika itu, dia memimpin laga Sporting Lisbon kontra Legia Warsawa pada September 2016. Lalu, dia dipercayakan memimpin babak 16 besar antara Besiktas kontra Bayern Muenchen dan teranyar Real Madrid kontra Juventus pada leg kedua perempat final Liga Champions.

Kini, Oliver mungkin akan terus diingat oleh segenap penggawa Juventus, bahkan oleh fan Juventus di seluruh dunia.

Tak ingin ketinggalan update berita bola dan olahraga? Follow instagram kami @medcom_olahraga?

Video: Wamenlu Polandia Temui Egy Maulana di Jakarta


(ASM)


Sebelum Hadapi Liverpool, Skuat Roma Kenang Tragedi Hillsborough
Jelang Liverpool vs AS Roma

Sebelum Hadapi Liverpool, Skuat Roma Kenang Tragedi Hillsborough

21 minutes Ago

Rombongan tim AS Roma, termasuk jajaran pelatih dan para pemainnya telah tiba di Liverpool pada…

BERITA LAINNYA
Video /