Semifinal Liga Champions 2017 -- 2018

Semifinal Liga Champions, Partai Klasik dan Nostalgia Mo Salah

Alfa Mandalika    •    13 April 2018 19:49 WIB
bayern muenchenreal madrid liga champions 2017--2018
Semifinal Liga Champions, Partai Klasik dan Nostalgia Mo Salah
Hasil undian semifinal Liga Champions 2017 -- 2018. (Foto: AFP/Fabrice Coffrini)

Jakarta: Undian semifinal Liga Champions 2017 -- 2018 sudah selesai. Bayern Muenchen bersua Real Madrid dan Liverpool menghadapi AS Roma.

Laga Bayern kontra Madrid bisa dibilang partai klasik. Kedua tim tercatat sudah bertemu di pentas Liga Champions sejak 17 tahun yang lalu atau tepatnya pada 2001.

Ada yang bilang, laga ini seperti final prematur. Ya, Bayern dan Madrid punya tradisi kuat di pentas Liga Champions. Jumlah trofi ‘Si Kuping Besar’ yang diraih kedua tim menjadi bukti sahih superioritas Bayern dan Madrid.

Bayern sudah mengoleksi lima gelar Liga Champions. Terakhir, mereka berhasil juara pada 2011 -- 2012. Sedangkan Madrid, skuat asuhan Zinedine Zidane merupakan pengoleksi gelar terbanyak sejauh ini.

Hebatnya, dua musim terakhir, Madrid konsisten meraih juara. Total, Los Blancos sudah mengamankan 12 gelar!

Baca: Jumpa Liverpool, Roma Langsung Sampaikan Pesan ke Mo Salah


Kini, Madrid mendapatkan tantangan sulit dari FC Hollywood. Mereka harus mengatasi atmosfer di Allianz Arena yang begitu bersahabat dengan Bayern pada leg pertama 24 April mendatang.

Madrid patut berbenah lantaran tampil kurang maksimal pada leg kedua menghadapi Juventus. Salah-salah, Madrid bisa saja tergelincir.

Menarik disimak juga bagaimana juru taktik Jupp Heynckes memainkan strategi mematikannya tatkala bersua formasi Zinedine Zidane. Dengan komposisi pemain yang tidak terlalu jauh berbeda, maka pertandingan ini sangat disayangkan jika dilewatkan.

Nostalgia Mo Salah
Laga semifinal lainnya mempertemukan Liverpool kontra AS Roma. The Reds yang sedang on fire dipastikan takkan melewatkan momentum positif. Ini menjadi kesempatan emas bagi Juergen Klopp untuk meraih trofi yang nyaris dia dapatkan saat menukangi Borussia Dortmund.

Berbekal performa cemerlang di liga domestik dan Liga Champions, Liverpool menjadi ancaman terbesar buat Serigala Ibu Kota. Namun, Liverpool harus waspada mengingat Roma bisa membalikkan prediksi dengan menggulingkan Barcelona.

Mengandalkan Roberto Firmino, Sadio Mane, dan Mohamed Salah, Liverpool menjelma menjadi momok menakutkan. Berkat kesolidan lini depan The Reds, Manchester City sang pimpinan klasemen Liga Primer Inggris tak berkutik.

Baca: Final Kepagian, Madrid Jumpa Muenchen di Semifinal


Laga nanti sekaligus menjadi ajang nostalgia Mo Salah. Ya, sebelum merapat ke Liverpool, Salah membela panji Gialorossi selama dua musim. Tak ayal, kehadiran Salah ke Olimpico menjadi suatu hal yang ditunggu-tunggu.

Kubu Roma bahkan sudah menyambut Salah melalui akun twitter klub. Mereka menyatakan siap menyambut Salah meski datang sebagai musuh.

“Kami akan menjadi lawan pada 180 menit. Tetapi apapun yang terjadi, kami akan tetap berteman seumur hidup. Tak sabar untuk segera bertmu denganmu lagi @22mosalah,” demikian cuitan AS Roma. 

Pertemuan Liverpool kontra AS Roma di Liga Champions bukan kali ini saja terjadi. Pada periode 2001 -- 2002, Liverpool mampu mengungguli Roma.

Well, pertandingan leg pertama semifinal akan dihelat pada 24 April. Lalu, leg kedua akan digelar pada 1 Mei.

Tak ingin ketinggalan update berita bola dan olahraga? Follow instagram kami @medcom_olahraga

Video: Pelukan Hangat Ronaldo untuk Buffon


(ASM)


Video /