AS Roma vs Barcelona

Banyak Jalan Menuju (Kesuksesan) Roma

Alfa Mandalika    •    11 April 2018 13:25 WIB
as romaliga champions 2017--2018
Banyak Jalan Menuju (Kesuksesan) Roma
Pemain AS Roma merayakan kemenangan atas Barcelona. (Foto: AFP/Filippo Monteforte)

PEREMPAT final leg kedua Liga Champions 2017 -- 2018 menghadirkan kejutan. AS Roma yang tidak difavoritkan lolos membalikkan prediksi berbagai kalangan.

Serigala Ibu Kota membutuhkan tiga gol untuk lolos ke semifinal. Awalnya, mencapai target tersebut terlihat muskil. Sebab, lawan yang dihadapi sekaliber Barcelona, tim bertabur bintang dan kenyang pengalaman di Liga Champions.

Namun, Eusebio Di Francesco rupanya mengambil hikmah dari kekalahan 4-1 pada leg pertama di Camp Nou. Pelatih yang baru pertama kali mencicipi Liga Champions itu tak ragu mengganti formasi pada leg kedua.

Strategi itu akhirnya berjalan mulus. Formasi 3-4-1-2 membuat pertahanan Barca kerepotan dan sulit menembus pertahanan AS Roma. Radja Nainggolan yang bertugas sebagai trequarista tampil oke membantu Patrik Schick dan Edin Dzeko.

Menit keenam, publik Olimpico bersorak. Dzeko menggetarkan gawang Ter Stegen memanfaatkan assist De Rossi. Dua gol tambahan AS Roma tercipta pada babak kedua lewat aksi De Rossi dan Kostas Manolas.

Sampai peluit panjang dibunyikan, AS Roma unggul 3-0 atau mengubah agregat menjadi 4-4. AS Roma berhak lolos ke semifinal lantaran unggul gol tandang.

Baca: AS Roma dan Raja-raja Comeback di Liga Champions


From Zero to Hero
Keberhasilan Roma lolos ke semifinal tak lepas dari peran De Rossi dan Manolas. Dua pemain yang menjadi ‘biang kerok’ pada leg pertama di Camp Nou.

Ya, De Rossi melakukan gol bunuh diri pada menit 38. Ketika De Rossi ingin menghalau serangan Barcelona yang dibangun Andres Iniesta, bola justru masuk ke gawang sendiri.

Pun begitu Manolas. Berniat untuk memotong umpan silang dari Ivan Rakitic, bola justru mengenai tiang gawang. Sialnya, bola menyentuh lutut Manolas dan melewati garis gawang AS Roma yang dikawal Alisson.
Namun, pada leg kedua, De Rossi dan Manolas menjadi pahlawan kemenangan. De Rossi menciptakan gol lewat aksi penalti dan sundulan Manolas membuat segenap pemain AS Roma bersuka cita. 

Terlihat Manolas begitu emosional merayakan golnya. Selain Manolas, De Rossi juga larut merayakan gol kemenangan bersama seluruh penggawa Gialorossi.

“Ini adalah salah satu hari terbaik saya sepanjang karier di Roma. Saya rasa tim mana pun pasti sangat senang (mengalahkan Barcelona), tapi buat kami, ini sungguh luar biasa,” ujar De Rossi mengomentari keberhasilan skuatnya menyingkirkan Barcelona.

Baca: Roma Patahkan Asa Barcelona ke Semifinal


Sumpah Serapah Berujung Pujian
Baru melatih AS Roma selama semusim, Eusebio Di Francesco membuat gebrakan. Ya, eks pelatih Pescara, Lecce, dan Sassuolo membuktikan bahwa dirinya bukan pelatih kacangan.

Memang, di pentas Serie A Italia, AS Roma kalah bersaing dengan Juventus, Napoli, dan Lazio. Saat ini, Roma berada di urutan keempat. Tetapi, berbicara di Liga Champions, Roma boleh tersenyum. Pasalnya, mereka baru saja menyingkirkan Barcelona pada perempat final dengan cara yang spesial.

Kenapa spesial? Mereka bisa mengejar defisit tiga gol usai kalah pada leg pertama. Lalu, Roma memainkan permainan efektif sehingga tiga gol bersarang ke gawang Ter Stegen. Hasil ini membuat Roma kembali menembus semifinal Liga Champions setelah menunggu 34 tahun. 

Apresiasi khusus juga patut diberikan kepada Eusebio Di Francesco. Dia mampu mengubah sumpah serapah menjadi pujian. 

“Memang, saya harus disalahkan karena kekalahan pada leg pertama, banyak sumpah serapah di media sosial. Jadi, saya merasa pantas mendapatkan kredit atas kemenangan ini,” tegas Di Francesco.

Tak ada rasa takut dari Di Francesco menghadapi Barcelona dan sejumlah nama besar yang ada di dalam tim. Memanfaatkan analisis dari kegagalan leg pertama, Di Francesco mengubah formasi menjadi 3-4-1-2.
Dia mengingatkan, seluruh pemain Roma harus bermain terbuka dan jangan merasa inferior. 

“Faktanya adalah, saya memutuskan untuk bermain melebar, mempersilakan pemain untuk lebih sering menerapkan serangan balik cepat. Akan tetapi, yang benar-benar berubah adalah filosofi. Mulai sekarang, kami harus bermain seperti ini dan lebih percaya dengan kekuatan kami,” tutur Di Francesco.

Tak ingin ketinggalan update berita bola dan olahraga? Follow instagram kami @medcom_olahraga?

Video: Simic Quattrick, Persija Bungkam JDT 4-0


(ASM)


Andik Ungkap Perbedaan Timnas Sekarang dan Era Riedl
Uji Coba Timnas Indonesia vs Hong Kong

Andik Ungkap Perbedaan Timnas Sekarang dan Era Riedl

1 day Ago

Terakhir, Andik tampil saat Timnas Indonesia melakoni uji coba melawan Islandia pada 14 Januari…

BERITA LAINNYA
Video /