AS Roma vs Barcelona

AS Roma Memainkan Cara Sederhana yang Berbuah Manis

Alfa Mandalika    •    11 April 2018 15:48 WIB
as romaliga champions 2017--2018
AS Roma Memainkan Cara Sederhana yang Berbuah Manis
Penggawa AS Roma merayakan kemenangan atas Barcelona. (Foto: AFP/Lluis Gene)

Roma: AS Roma tampil luar biasa saat melakukan comeback menghadapi Barcelona pada leg kedua perempat final Liga Champions dini hari tadi. Gialorossi menang dengan skor 3-0 dan berhak melangkah ke semifinal.

Sejak peluit kick-off dibunyikan, Roma langsung berinisiatif menekan. Alhasil, Edin Dzeko menggetarkan gawang Ter Stegen dengan sontekannya pada menit keenam. 

Barca bukannya tanpa peluang. Hanya saja, upaya yang dilakukan Lionel Messi dkk belum mampu mengoyak gawang yang dikawal Allison.

Situasi semakin seru lantaran Daniele De Rossi menciptakan gol kedua dari titik putih. Publik Olimpico bersorak karena gol itu menghidupkan asa Roma lolos ke semifinal.

Alhasil, gol yang ditunggu-tunggu tercipta melalui aksi Konstantinos Manolas. Memanfaatkan sepak pojok Cengiz Uender, Manolas menyambutnya dengan sundulan dan mengubah skor menjadi 3-0!

Baca: Banyak Jalan Menuju (Kesuksesan) Roma


Tersingkirnya Barcelona mengejutkan sejumlah kalangan. Analis sepak bola Ronny Pangemanan menilai, Barcelona bermain tidak seperti biasanya.

“Luar biasa. Barca merasakan apa yang dirasakan oleh PSG saat disisihkan dengan agregat 6-5. Barca bermain tidak seperti biasanya, mungkin sudah merasa di atas angin dengan tingkat kepercayaan diri yang berlebihan,” kata Ronny kepada medcom.id, Rabu 11 April 2018.

Pria yang karib disapa Ropan itu menambahkan, Roma bermain dengan semangat juang tinggi dan menikmati permainan. Sehingga, permainan mereka membuat Barcelona sulit berkembang.

Baca: Renungan Fan Barca Tobat Jadi Firaun Sepak Bola


“Roma bermain bukan saja dengan semangat juang tinggi, tetapi menikmati permainannya dengan pressing yang sesuai harapan pelatih Eusebio Di Francesco. Roma mengunci lini tengah Barcelona dengan pergerakan Radja Nainggolan, Kevin Strootman, dan Daniele De Rossi yang begitu spartan. Ivan Rakitic, Sergio Busquets, dan Andres Iniesta tidak bisa berkembang, dan ini menjadi poin penting di balik kesuksesan AS Roma,” jelas Ropan.

“Pemain AS Roma tidak ada yang ditugaskan secara khusus untuk mengikuti atau mematikan Lionel Messi. Hanya orang terdekat Messi saja yang bertugas mengawal Messi secara bergantian. Ini cara sederhana yang membuahkan hasil manis,” tutur Ropan.

Selanjutnya, Roma tinggal menunggu lawan pada babak semifinal yang akan diundi Jumat 13 April 2018 sore WIB. Sejauh ini, baru Liverpool dan Roma yang lolos.

Tak ingin ketinggalan update berita bola dan olahraga? Follow instagram kami @medcom_olahraga?

Video: Simic Quattrick, Persija Bungkam JDT 4-0


(ASM)


Berburu Buah Tangan nan Murah Khas Rusia

Berburu Buah Tangan nan Murah Khas Rusia

1 day Ago

Rusia memilki buah tangan yang unik serta menarik untuk menjadi oleh-oleh. Cokelat dan parfum m…

BERITA LAINNYA
Video /