Jelang Liverpool vs AS Roma

Prediksi Liverpool vs AS Roma: Adu Karakter di Anfield

A. Firdaus    •    24 April 2018 11:55 WIB
as romaliverpoolliga champions 2017--2018
Prediksi Liverpool vs AS Roma: Adu Karakter di Anfield
Para pemain AS Roma (Foto: AFP)

Liverpool: Untuk pertama kalinya sejak 34 tahun silam, AS Roma berada di semifinal Liga Champions. Momen kembalinya Serigala Ibu Kota disambut oleh superioritas dari klub bernama Liverpool.

Roma menginjakkan kaki ke empat besar usai menyingkirkan favorit juara, Barcelona. Mereka menang agresivitas gol tandang 4-4 atas Blaugrana.

Perjalanan dongeng Roma kini akan singgah di Anfield. Markas Liverpool yang belum tersentuh kekalahan dalam tujuh laga kandang terakhir.

Pelatih AS Roma Eusebio Di Francesco menyadari, tuah Anfield takkan bersahabat buat para pasukannya.

Klik di sini: PSSI Anniversary Cup 2018 Tolok Ukur Timnas di Asian Games 2018

“Pertama-tama keindahan stadion Inggris, saya sudah bisa membayangkan suasana di sana. Ini adalah atmosfer yang tidak biasa kami rasakan, dengan para penggemar mereka berada di belakang," ujar Di Francesco.

Baik Roma maupun Liverpool adalah dua klub dengan karakter yang berbeda. Di Francesco mewaspadai permainan agresif dengan paduan umpan silang panjang yang bakal diterapkan tuan rumah.

“Sangat penting, bahwa kami lebih dari sekadar tim dan bermain sebagai kolektif, dan kami akan melawan tim yang berbeda. Kami harus bisa setara dengan mereka demi bersaing," terang Di Francesco.

“Saya pikir kami menghadapi lawan yang sangat berbeda dan sangat agresif. Mereka memiliki kualitas yang hebat, dan mereka adalah tim yang memiliki kemampuan hebat dalam menyerang," lanjutnya.

Klik di sini: Melihat Komparasi Statistik Salah, Lewandowski, Ronaldo, dan Dzeko di UCL

Permainan agresif dan cepat kerap diterapkan Liverpool. Terbaru, Manchester City menjadi korban mereka.

Senada dengan Di Francesco, pelatih Juergen Klopp juga menilai ada karakter yang berbeda dengan pasukan asal Ibu Kota Italia tersebut. Salah satunya permainan mendatar dengan passing berbahaya yang ditunjukkan para pemain Roma. Barcelona sudah merasakan pahitnya itu.

"Melawan Roma sekarang akan menjadi pertandingan yang sama sekali berbeda. Mereka bukan hanya memiliki servis bola mati. Bola kadang-kadang mengalir di tanah," ujar Klopp berbicara tentang kekuatan Roma.

Duel Antarlini
Berbicara tentang Liverpool, berbicara tentang Salah. Tapi allenatore Di Francesco enggan fokus dengan mantan pemain Roma tersebut.

Baginya, masih banyak pemain yang berbahaya di kubu The Reds. Mereka juga tajam di lini depan dengan perpaduan antara Salah, Sadio Mane, dan Roberto Firmino. Tercatat kombinasi tiga penyerang Liverpool ini telah menorehkan 83 gol sepanjang musim ini.

Jelas, ini akan menjadi ancaman berbahaya buat lini belakang Roma yang diisi tridente Juan Jesus, Kostas Manolas, dan Federico Fazio. Ketiganya bermain hebat kala menjaga Lionel Messi dan Luis Suarez, sekaligus membuat Roma belum kebobolan ketika bermain di kandang di arena Liga Champions. Tapi hal yang berbeda akan dirasakan ketika mereka menghadapi trio lini depan tuan rumah.

"Kami tidak harus fokus pada satu pemain saja. Liverpool bukan sekadar Salah, kombinasi tiga penyerang mereka benar-benar sangat bagus dan itu sangat signifikan," terang mantan pelatih Sassuolo.

Klik di sini: Persija Sudah Siap Hadapi Tampines?

Di lini tengah ada pertarungan antara Daniele De Rossi dengan Jordan Henderson. Khusus bagi Henderson, dia merupakan tempat lahirnya distribusi bola untuk dialirkan ke trio lini depan Liverpool. Gelandang internasional Inggris ini juga akan didukung oleh Alex-Oxlade Chamberlain dan pemain veteran James Milner.

Sementara itu Roma diprediksi akan mendapatkan tekanan dari tuan rumah. Untuk itu mereka akan mengandalkan pengalaman De Rossi. Berposisi lebih ke belakang, tugas sang capitano adalah memecahkan ritme permainan agresif dari Liverpool.

Dia akan didampingi pemain bertenaga listrik seperti Radja Nainggolan, yang pada malam ini harus diberikan kebebasan untuk membantu Roma melakukan serangan balik. Bersama Kevin Strootman, diyakini Roma bakal bermain lebih konservatif.

Pada laga ini, Klopp tak bisa menurunkan tiga pemainnya. Mereka adalah Emre Can yang mengalami cedera punggung, Adam Lallana, dan Joel Matip. Sementara Dejan Lovren seharusnya bisa fit pada malam ini. Sementara Nathaniel Clyne diragukan tampil.



Catatan Pertemuan
Liverpool telah 10 kali tampil pada Semifinal Liga Champions/European Cup. Mereka juga berhasil memanfaatkan tujuh final dengan menjuarai lima gelar Liga Champions.

Sebaliknya bagi Roma, ini adalah pertama kalinya mereka tampil di semifinal sejak 34 tahun silam. Menariknya pada musim 1983--1984, Roma juga bertemu Liverpool pada partai final European Cup (sekarang Liga Champions). Sayang, mereka kalah adu penalti 2-4 dari Liverpool setelah bermain imbang 1-1 pada waktu normal.

Sejauh ini, kedua klub telah bertemu lima kali. Di mana The Reds menang dua kali, sekali menelan kekalahan atas Roma, dan dua kali berakhir imbang. Pertemuan terakhir Liverpool kontra Roma terjadi pada perempat final Liga Champions 2001--2002, ketika itu Roma takluk 0-2 dari The Kop.

Rekor Pertemuan Liverpool vs Roma
19 Maret 2002 (Liga Champions) Liverpool 2-0 Roma
15 Desember 2001 (Liga Champions) Roma 0-0 Liverpool
22 Februari 2001 (Piala UEFA): Liverpool 0-1 Roma
15 Februari 2001 (Piala UEFA): Roma 0-2 Liverpool
30 Mei 1984 (European Cup) Roma 1-1 Liverpool (adu penalti 2-4)

Prakiraan susunan Pemain
Liverpool:
Karius; Alexander-Arnold, Lovren, Van Dijk, Robertson; Oxlade-Chamberlain, Henderson, Milner; Salah, Firmino, Mane

AS Roma: Alisson Becker; Florenzi, Manolas, Fazio, Kolarov; De Rossi, Strootman, Nainggolan; Perotti, Dzeko, Ünder

Prediksi Medcom.id: Liverpool 55-45 Roma

Persija Dipastikan akan Tampil Ngotot Lawan Tampines Rovers



(KAU)


Adam Lallana tak Dendam kepada Southgate
Timnas Inggris

Adam Lallana tak Dendam kepada Southgate

3 weeks Ago

Adam Lallana merasa Gareth Southgate sudah melakukan keputusan tepat dengan tidak memanggilnya …

BERITA LAINNYA
Video /