Gianluigi Buffon

Zidane, Buffon dan Akhir Pahit sang Legenda?

A. Firdaus    •    12 April 2018 17:33 WIB
liga champions 2017--2018
Zidane, Buffon dan Akhir Pahit sang Legenda?
Ilustrasi (Rakhmat Riyandi/Medcom.id)

Jakarta: Sebagai pesepak bola profesional dan terkenal, mengakhiri karier dengan manis menjadi impian mereka. Apalagi bisa mengakhirinya dengan merebut trofi yang belum pernah dirasakan sebelumnya.

Sayangnya, impian tersebut seakan menjauh dari hadapan Gianluigi Buffon. Pada usia senjanya, Buffon belum juga mengakhiri rasa penasarannya selama tampil di Liga Champions. Jadi juara!

Portiere yang telah menginjak usia 40 tahun itu sebenarnya punya kesempatan merebut trofi si Kuping Besar sebanyak tiga kali. Diawali ketika Juve bertemu AC Milan pada final 2002--2003.

Ketika itu Juve harus rela melihat Milan mengangkat trofi keenam sepanjang mengikuti Liga Champions. Bianconeri takluk lewat drama adu penalti.

Klik di sini: Data dan Fakta Semifinalis Liga Champions 2017--2018

Kesempatan kedua mendatangi Buffon ketika Juve melangkah ke final Liga Champions musim 2014--2015. Namun lagi-lagi pil pahit harus ditelan sang kiper lantaran klubnya harus takluk 1-3 atas Barcelona.

Semusim lalu, deja vu kembali menghampiri Buffon. Kali ini, giliran Madrid yang menjadi penjegal mimpinya. Juve takluk 1-3 dan mempersilakan El Real menjadi klub pertama meraih gelar Liga Champions dua musim beruntun.

Usai menelan pil pahit tersebut, Buffon berujar bahwa musim 2017--2018 bisa menjadi akhir kariernya sebagai pesepak bola profesional.

Perkataan yang dirasa menjadi motivasi buatnya itu lambat laun terasa tak berpihak dengannya. Buffon kehilangan momen mencicipi gelar Piala Dunia untuk kali kedua bersama Italia. Gli Azurri tersingkir dari Swedia pada play off.

Anak dari pasangan Maria Stella dan Adriano ini sempat menyatakan undur diri membela timnas Italia, meski akhirnya ia mencabut ucapannya tersebut.

Klik di sini: Calon Pengganti Malaysia di Ajang Anniversary Cup 2018

Mimpi terbesar Buffon juga sirna, setelah ia gagal membawa Juve melangkah lebih jauh di pentas Liga Champions. La Vechhia Signora tersingkir akibat kalah agregat 3-4 pada perempat final dari Real Madrid.

Apesnya, pada laga yang berlangsung di Santiago Bernabeu itu, Buffon melakukan aksi protes berlebihan. Ia mengejar dan memarahi wasit Michael Oliver lantaran keputusan pengadil asal Inggris tersebut tak berpihak pada timnya.

Tak ayal sumpah serapah dilontarkan mantan penggawa AC Parma itu. “Anda (Oliver) seperti binatang karena telah melakukan hal seperti itu. Anda tak punya hati, melainkan ada di tempat sampah,” kata Buffon seusai pertandingan.

“Manusia tidak akan menghancurkan mimpi seperti itu di akhir laga pada situasi yang meragukan. Jika Anda tak bisa memiliki hati, duduk saja di tribun bersama istri dan anak-anak Anda sambil meminum soda dan makan keripik,” kesal Buffon.

Klik di sini: Prediksi CSKA Moscow vs Arsenal: Awas, Tergelincir Arsenal!

Imbasnya, tanpa basa basi wasit Oliver langsung mencabut kartu merah untuk Buffon. Dan itu menjadi kartu merah pertama Buffon di Liga Champions.

Meski Buffon belum mengatakan kalau dirinya benar-benar pensiun, tak ayal publik mulai menandakan laga dini hari tadi menjadi pentas terakhir Buffon di kompetisi tertinggi Benua Biru.

Jika benar begitu, maka ini mengingatkan kita pada mantan rekan Buffon yang kini melatih Real Madrid, Zinedine Zidane. Maestro lapangan hijau asal Prancis itu juga mengakhiri kariernya dengan mendapatkan kartu merah pada final Piala Dunia 2006.
 
Menariknya, Zidane ketika itu berhadapan dengan Italia yang gawangnya dijaga oleh Buffon. Pria berdarah Aljazair tersebut diusir wasit karena menanduk Marco Materazzi.

Punya kemiripan dengan apa yang dialami Zidane, Buffon pun berujar bahwa ia bisa saja mendapatkan kartu merah dengan apa yang dilakukan Zidane.

"Mungkin saya bisa mengakhiri karier saya dengan menanduk seperti yang Zidane lakukan. Saya bisa gila, siapa yang tahu saya bisa seperti itu," terang Buffon.

Untungnya Buffon tak melakukan itu, ia hanya melontarkan kalimat kasar dan sebatas menggerutu hingga keluar lapangan. Dan, apakah kartu merah itu menjadi oleh-oleh Buffon di akhir kariernya sebagai pesepak bola profesional? Saya harap tidak.

Sempat Unggul, Bali United Kalah 2-3 dari Yangon United



(ACF)


Video /