Prediksi Ropan

Prediksi Ropan: Real Madrid Jumpa Liverpool di Final Liga Champions

Prediksi Ropan: Real Madrid Jumpa Liverpool di Final Liga Champions
Ronny Pangemanan. (Foto: medcom.id)

STADION Santiago Bernabeu akan jadi saksi siapa yang berhak lolos ke final Liga Champions musim 2017 -- 2018, apakah Real Madrid atau Bayern Muenchen. Leg kedua babak semifinal, Selasa (1/5) atau Rabu dinihari WIB akan menyajikan pertandingan "hidup mati" di antara dua klub yang memiliki nama besar tersebut. Los Blancos punya dua keuntungan saat menjamu FC Hollywood, yakni faktor kandang dan kemenangan 2-1 yang diraih pada leg pertama di Stadion Allianz Arena, markasnya Bayern Muenchen. 

Hasil positif pada leg pertama itu menjadi sangat penting bagi tim asuhan Zinedine Zidane, karena Real Madrid cukup bermain imbang atau kalah dengan skor 1-0, Sergio Ramos dan kawan-kawan tetap lolos ke final dengan keunggulan gol tandang walaupun agregat menunjukan 2-2. Dua gol Marcelo dan Marco Asensio di kandang Bayern begitu berarti dan berpengaruh besar terhadap perhitungan akhir seandainya pasukan Jupp Heynckes hanya mampu mencetak satu gol ke gawang Keylor Navas. Tapi, sesungguhnya Madrid belum bisa bernafas lega karena bukan mustahil Bayern membalikan keadaan di Santiago Bernabeu.

Dalam posisi terjepit dan menuntut harus menang 2-0 atau 3-2 untuk lolos ke final, dapat dipastikan Thomas Mueller dan kawan-kawan akan bermain habis-habisan pada leg kedua ini. Bayern begitu bergairah saat datang ke kandang Madrid, setelah melibas Eintracht Frankfurt 4-1 dalam lanjutan kompetisi Bundesliga Jerman, Sabtu (28/4). Padahal, Heynckes lebih banyak memainkan tim lapis kedua dengan menyimpan Robert Lewandowski, Thomas Mueller, James Rodriguez, dan Frank Ribery.  Hal yang sama juga dilakukan Zidane saat Madrid menjamu Leganes hari Sabtu dan menang 2-1. Semua pemain utama seperti Cristiano Ronaldo, Sergio Ramos, Marcelo, Raphael Varane, dan penjaga gawang Keylor Navas diistirahatkan. Toni Kroos, Luka Modric, Lucas Vazquez, Marco Asensio duduk di bangku cadangan. Hanya Casemiro yang dimainkan dalam starting eleven. Isco dan Danny Carvajal juga tak diturunkan karena masalah kebugaran.


Ilustrasi by medcom.id

Walaupun diuntungkan bermain di kandang dengan dukungan penuh suporter fanatik, itu bukan jaminan bahwa Madrid akan dengan mudah mengalahkan Bayern. Jika Bayern sanggup mencetak gol cepat pada babak pertama, ini bisa merusak konsentrasi dan mental pemain Madrid. Bayern harus membawa motivasi yang sama seperti yang diperlihatkan Juventus ketika melakoni leg kedua di Bernabeu dan mampu membenamkan Madrid dengan kemenagan 3-1, meski pada akhirnya Gianluigi Buffon dan kawan-kawan harus tersisih dengan adanya penalti pada menit terakhir, yang dieksekusi Ronaldo dengan mulus. Bayern memiliki mental yang sama dengan Madrid jika sudah berlaga di pentas Eropa. Dalam lima tahun terakhir, hanya Bayern satu-satunya tim di luar Spanyol yang sukses menjadi juara pada tahun 2013. Selanjutnya, Liga Champions menjadi milik Madrid dan Barcelona.

Baca: Timnas Indonesia Gagal Taklukkan Korea Utara


Zidane bakal bermain dengan skema yang sama seperti pada leg pertama 4-2-3-1. Ronaldo tetap bermain di posisi striker dengan bantuan Lucas Vazquez, Marco Asensio, Toni Kroos, Luka Modric dan Casemiro di poros tengah. Komposisi ini sangat kuat karena Zidane bisa saja mengubah dengan formasi 4-1-4-1. Atau memainkan Karim Benzema bersama Ronaldo di depan dengan mengubah pakem jadi 4-4-2. Sedangkan Heynckes akan memainkan skema 4-2-3-1, dengan Robert Lewandowski sebagai target man. Thomas Mueller, James Rodriguez dan Thiago Alcantara berada di belakang Lewandowski. Sementara Javi Martinez dan Sebastian Rudy atau Corentin Tolisso memainkan peran sebagai gelandang bertahan. Bursa di pasar taruhan baik di Asia sampai Eropa menjagokan Real Madrid dengan 0:3/4. Sangat wajar dan mencari satu gol bisa mereka dapatkan. Saya cenderung memilih Madrid dengan persentase 55-45. 

Semifinal lainnya yang tak kalah menarik bakal terjadi di Stadion Olimpico di kota Roma, tatkala Serigala Ibu Kota menjamu Liverpool pada leg kedua pada hari Rabu (2/5) atau Kamis dinihari WIB. AS Roma dalam posisi sulit setelah pada leg pertama tim asuhan Eusebio Di Francesco kalah telak 5-2. Hasil itu mengharuskan Daniele De Rossi dan kawan-kawan memukul Liverpool dengan 3-0 untuk membawa Roma ke final. Ini bukan pekerjaan mudah buat Roma, walau mereka pernah melakukan hal yang sama pada babak perempat final ketika menyingkirkan Barcelona dengan agregat 4-4, karena menang gol tandang. 

Roma memang bisa membalikan keadaan dari kekalahan 1-4 di leg pertama di Camp Nou, untuk kemudian menang 3-0 di leg kedua di Olimpico. Sensasi tersebut ingin dilakukan kembali Roma dengan berharap dua gol balasan di Anfield pada leg pertama bisa berpengaruh jika mereka menang tiga gol tanpa balas di Olimpico. Mungkin yang perlu diingat Roma, tak pernah terjadi dalam dua laga beruntun di Liga Champions, baik pada perempat final dan semifinal, tim yang tertinggal dengan defisit tiga gol bisa mengulang momen yang sama. Di sisi lain, Liverpool berbeda gaya mainnya dengan Barcelona. Liverpool adalah satu-satunya tim yang belum terkalahkan di Liga Champions dan sejarah membuktikan tak pernah terjadi setelah Liverpool unggul dengan selisih tiga gol, kemudian mereka dikalahkan dan disingkirkan dengan kekalahan tiga gol. 

Liverpool lebih punya tradisi kuat di Eropa dibanding Roma. Sebagai tim yang pernah juara Liga Champions lima kali, posisi The Reds saat ini sangat kuat setelah mereka mendapatkan kemenangan 5-2 pada leg pertama. Roma yang ingin mengejar tiga gol pasti akan bermain lebih terbuka dan agresif. Juergen Klopp sangat senang dan menunggu reaksi Roma untuk langsung bermain terbuka. Pengalaman Klopp menerapkan taktik jitu ketika menjungkalkan Manchester City pada leg kedua yang dimainkan di Etihad, menjadi modal untuk ia lakukan lagi saat membawa Liverpool dalam situasi yang sama pada leg kedua. Mungkin Liverpool akan banyak menunggu untuk melancarkan serangan balik mematikan. Cara ini dipandang tepat karena Liverpool punya trio lini depan yang sangat cepat melalui Mohamed Salah, Roberto Firmino, dan Sadio Mane. 

Baca: Ronaldo Kembali Latihan Bersama Madrid


Eusebio Di Francesco punya dua kemungkinan formasi yang ia bakal terapkan melawan Liverpool, yakni bermain dengan 4-4-2 atau 3-4-2-1. Pola yang terakhir dipakai saat Roma menyerah 5-2. Apakah Di Francesco masih yakin dengan pola itu atau ia akan mengubahnya. Sementara Klopp bakal menerapkan skema 4-3-3. Liverpool akan berusaha mematahkan semangat Roma dengan mencetak gol lebih dulu. Ini yang harus diantisipasi Di Francesco, karena bermain dengan tiga bek akan membuat ruang di jantung pertahanan terbuka. Apapun alasannya Mo Salah harus mendapat ekstra penjagaan ketat. Membiarkan Mo Salah tidak terkawal, maka gol ke gawang Alisson Becker tinggal soal waktu saja. Pasar taruhan cenderung melihat duel Roma dan Liverpool berakhir imbang dengan fifty-fifty. Pasar agak ragu menjagokan Roma walau sebagai tuan rumah. Mungkin Roma bisa menang dengan skor tipis lewat persentase 55-45. Tapi Liverpool yang akhirnya akan ke final.


Ilustrasi by medcom.id

Sementara itu di ajang Liga Europa yang menjadi kasta kedua setelah Liga Champions, Atletico Madrid memiliki peluang untuk lolos ke final ketimbang Arsenal. Hasil imbang 1-1 yang diperoleh Antoine Griezmann dan kawan-kawan pada leg pertama yang berlangsung di Stadion Emirates, menjadi modal berharga buat Atletico Madrid. Pasukan Diego Simeone itu hanya membutuhkan hasil imbang 0-0 di Wanda Metropolitano, untuk mengantarkan mereka melenggang ke final. Namun, posisi Atletico Madrid belum aman karena Arsenal bisa menggagalkan ambisi Atletico ke final Liga Europa. Mezut Oezil dan kawan-kawan cukup menang dengan 1-0, maka klub dari kota London itu akan melaju ke final. Pasar taruhan mengunggulkan Atletico Madrid dengan 0:3/4. Pertandingan ini bisa kembali imbang, dan sebaiknya Anda memilih Arsenal. Persentasenya memang lebih ke arah 50-50, namun Arsenal masih punya harapan lolos ke final. 

Red Bull Salzburg digadang-gadang sebagai kuda hitam yang bisa mengejutkan di Liga Europa musim ini. Tak ada yang menduga jika klub Austria tersebut bisa melaju ke semifinal. Tim asuhan Marco Rose itu boleh saja menderita kekalahan 2-0 pada leg pertama ketika menghadapi tuan rumah Marseille di Stadion Vellodrome. Tapi nyawa Salzburg belum habis, dan kekuatan mereka akan berlipat ganda ketika giliran menjamu Marseille di kandangnya. Jika Borussia Dortmund dan Lazio bisa mereka kalahkan, maka tidak mustahil Marseille juga dapat mereka singkirkan. Semangat juang yang tinggi pernah diperlihatkan Salzburg manakala mereka kalah 4-2 pada leg pertama babak perempat final lawan Lazio, dan akhirnya lolos ke semifinal setelah memukul balik 4-1 pada leg kedua. Hal itu bisa dilakukan lagi saat Salzburg menjamu Dimitri Payet dan kawan-kawan. Pasar taruhan bereaksi cepat dengan memilih Salzburg 0:1/2. Jangan pernah ragu dengan kemampuan Salzburg jika main di kandangnya. Saya menjagokan Salzburg dengan persentase 60-40. 

Persentase Liga Champions

Real Madrid vs Bayern Muenchen 55-45

AS Roma vs Liverpool 45-55

Persentase Liga Europa

Atletico Madrid vs Arsenal 50-50

Salzburg vs Marseille 60-40

Tak ingin ketinggalan update berita bola dan olahraga? Follow instagram kami @medcom_olahraga

Video: Timnas Indonesia U-23 Ditahan Imbang Korea Utara


(ASM)


Adam Lallana tak Dendam kepada Southgate
Timnas Inggris

Adam Lallana tak Dendam kepada Southgate

3 weeks Ago

Adam Lallana merasa Gareth Southgate sudah melakukan keputusan tepat dengan tidak memanggilnya …

BERITA LAINNYA
Video /