Roma Larang Penjualan Miras Jelang Semifinal Liga Champion

Marcheilla Ariesta    •    03 Mei 2018 02:49 WIB
liga champions 2017--2018
Roma Larang Penjualan Miras Jelang Semifinal Liga Champion
Pendukung Liverpool diawasi polisi di Roma menjelang pertandingan semifinal Liga Champions AS Roma vs Liverpool. (Foto: AFP/Andreas Solaro).

Roma: Pemerintah Kota Roma melarang penjualan alkohol di beberapa daerah. Hal ini dilakukan jelang semifinal leg kedua Liga Champion antara Liverpool dan AS Roma.

Selain itu, ribuan polisi dari Italia dan Inggris dikerahkan untuk mencegah kerusuhan kembali terjadi. Pasalnya, pada leg pertama semifinal yang terjadi di kandang Liverpool beberapa waktu lalu, kerusuhan terjadi dan menyebabkan seorang penggemar dalam kondisi kritis hingga kini.

Pelarangan diumumkan pejabat Roma pada Rabu, 2 Mei 2018. Pelarangan penjualan minuman keras diberlakukan di semua bar dan kafe pusat kota, serta stadion dan situs bersejarah seperti Colosseum.

Meski larangan sudah diberlakukan, masih terlihat beberapa pendukung Liverpool minum bir di depan umum.

Dilansir dari laman ABC News, Sekitar 5.000 pendukung Liverpool akan memadati stadion tempat pertandingan berlangsung di Roma.

Baca juga: Roma atau Liverpool, Ini Jawaban Zidane

Kepala Inspektur Polisi Merseyside Dave Charnock mendesak penggemar untuk tidak melakukan perjalanan ke Italia jika tak punya tiket. "Jika rincian tiket dan paspor Anda tidak cocok, Anda akan ditolak masuk oleh otoritas Italia," katanya.

Para penggemar Liverpool juga telah diberitahu untuk berkumpul di dua tempat yang ditunjuk untuk mendapat pengawalan untuk pergi ke stadion. Sementara itu, mereka juga diimbau untuk menunggu di dalam stadion saat pertandingan usai, sampai seluruh pendukung AS Roma keluar.

Ketegangan tinggi terjadi pada pertandingan pekan lalu dimana seorang penggemar Liverpool Sean Cox, 53, diserang pendukung AS Roma. Dia menderita pendarahan di otak yang menyebabkan tak sadarkan diri hingga sekarang.

Legenda sepakbola AS Roma Francesco Totti juga mengimbau para pendukung tim untuk menghindari kekerasan. Pemain AS Roma tersebut berlatih dengan baju bertuliskan 'Forza Sean' sebagai bentuk simpatinya pada pria tersebut.

Pemilik AS Roma Jim Pallotta juga sangat vokal melarang kekerasan terjadi saat pertandingan timnya dengan Liverpool. Di laman Facebook-nya, pria Amerika Serikat (AS) tersebut mengatakan kekerasan menghancurkan reputasi klub dan melukai sepak bola Italia.

Pallotta secara terang-terangan mengatakan serangan kepada Sean Cox sebagai kebodohan yang paling menjijikkan.

Larangan penjualan dan minum-minuman beralkohol ini akan tetap berlaku hingga Jumat mendatang. Polisi telah mendenda pemilik bar yang dilaporkan menjual minuman kepada pendukung Liverpool.


(HUS)


Adam Lallana tak Dendam kepada Southgate
Timnas Inggris

Adam Lallana tak Dendam kepada Southgate

3 weeks Ago

Adam Lallana merasa Gareth Southgate sudah melakukan keputusan tepat dengan tidak memanggilnya …

BERITA LAINNYA
Video /