EDF Ungkap Rahasia AS Roma Pecundangi Barcelona

Gregah Nurikhsani Estuning    •    11 April 2018 07:17 WIB
liga champions 2017--2018
EDF Ungkap Rahasia AS Roma Pecundangi Barcelona
Eusebio Di Francesco memberikan instruksi dari pinggir lapangan. (Foto: AFP PHOTO / Filippo MONTEFORTE)

Roma: Eusebio Di Francesco (EDF) merasa layak diapresiasi usai sukses membawa timnya, AS Roma melaju ke semifinal Liga Champions 2017--2018. Ia membeberkan, ada perubahan taktik yang membuat FC Barcelona tak berdaya.

Giallorossi tumbang pada leg pertama dengan skor 1-4. Akan tetapi, Radja Nainggolan dan kawan-kawan sukses membalikkan keadaan dengan mencetak tiga gol tanpa balas ke gawang Blaugrana.

"Memang, saya yang harus disalahkan karena kekalahan pada leg pertama, banyak sumpah serapah di media sosial. Jadi, saya merasa pantas mendapatkan kredit atas kemenangan ini!" ujar EDF kepada Mediaset Premium usai laga.

Klik: City Takluk untuk Kedua Kali, Liverpool Melangkah ke Semifinal

Di Francesco merombak strategi timnya dengan menerapkan formasi 3-4-1-2. Ia menugaskan Nainggolan sebagai trequartista, serta menduetkan Patrik Schick dan Edin Dzeko di lini depan.

Tak cuma sisi teknis, filosofi tim juga dirombak pelatih kepala berusia 48 tersebut. Meski menghadapi tim sekelas Barca, ia menginstruksikan para pemainnya untuk bermain lebih terbuka dan tidak merasa inferior.

"Faktanya adalah, saya memutuskan untuk bermain lebar, mempersilakan pemain untuk lebih sering menerapkan serangan balik cepat. Akan tetapi, yang benar-benar berubah adalah filosofi. Mulai sekarang, kami harus bermain seperti ini dan lebih percara diri lagi dengan kekuatan kami," sambungnya.

Keberhasilan AS Roma ke semifinal Liga Champions merupakan yang pertama sejak 1983--1984. Sementara buat Barcelona, kegagalan di perempat final menjadi yang ketiga kali berturut-turut sejak musim 2015--2016.

Video: Bali United Hadapi Laga Hidup Mati Lawan Yangon United
 


(KAU)


Video /