Leg 1 Perempat Final Liga Champions 2016--2017

Prediksi, Fakta dan Panduan Menarik Jelang Atletico Madrid vs Leicester City

Achmad Firdaus    •    12 April 2017 18:45 WIB
liga champions 2016--2017
Prediksi, Fakta dan Panduan Menarik Jelang Atletico Madrid vs Leicester City
Momen pertandingan Atletico Madrid vs Leicester City di UEFA Cup tahun 1997 (Foto: http://www.leicestermercury.co.uk)

Metrotvnews.com, Jakarta: Leicester City mengusung misi balas dendam saat bentrok kontra Atletico Madrid pada babak perempat final Liga Champions 2016--2017. Juara Liga Inggris musim lalu itu masih sakit hati dengan kekalahan di ajang Liga Europa, 20 tahun lalu.

Kala itu, Leicester yang menyandang predikat juara Piala Liga (1996--1997) harus berhadapan dengan Atletico di babak pertama fase gugur UEFA Cup (sekarang Liga Europa) 1997--1998. Pada leg pertama di kandang Atletico, Leicester memang harus menelan kekalahan 1-2.

Meski begitu, gol tandang yang dicetak Ian Marshall membuat Leicester tetap optimistis lolos ke babak selanjutnya. Sebab, mereka hanya butuh kemenangan 1-0 saat menjamu Leicester di Filbert Street -kandang mereka sebelum King Power Stadium.

Sayangnya, impian mereka buyar oleh kepemimpinan wasit Remi Harrel yang dianggap kontroversial. Wasit asal Prancis itu memberikan kartu kuning kedua (merah) kepada Garry Parker karena telah menendang bola dengan cepat (tidak menunggu peluit) saat mendapatkan hadiah tendangan bebas.

Selain itu, ia juga tidak memberikan hadiah penalti saat penyerang Leicester, Muzzy Izzet beberapa kali dijatuhkan pemain Atletico di kotak penalti.
 

Baca: Prediksi Bayern Muenchen vs Real Madrid: Nostalgia Guru dan Murid


Dengan "bantuan" dari wasit, Atletico yang kala itu dihuni banyak pemain top macam Christian Vieri, Jose Mari dan Juninho Paulista pun berhasil menyarangkan dua gol dan lolos ke babak selanjutnya dengan agregat 4-1.

Harrel sendiri dinon-aktifkan oleh UEFA karena terbukti telah lalai dalam menjalankan tugasnya. Nahas bagi Leicester, hasil pertandingan tidak bisa diubah.

"Wasit sangat kejam. Dalam setiap insiden ia selalu meniup peluit. Kami sebenarnya berhak mendapatkan dua atau tiga penalti, tapi dia tidak memberikannya. Lalu tiba-tiba dia mengeluarkan kartu merah (kuning kedua) dan itu mengubah segalanya," ujar mantan striker Leicester City, Tony Cottee yang jadi saksi hidup pertandingan tersebut.

Cotee merupakan bagian dari skuat The Foxes di laga itu dan tampil sebagai pemain pengganti. Menurut Cotee, sebelum kartu merah yang diterima Parker pada menit ke-58, Leicester punya peluang bagus untuk memenangi pertandingan.

Kekalahan kontroversial itu tentunya masih sangat membekas dalam ingatan fan Leicester. Mereka pun berharap Leicester mampu membalaskan dendam tersebut pada musim ini.

Sama seperti 20 tahun lalu, pada babak perempat final Liga Champions musim ini, Atletico akan lebih dulu bertindak sebagai tuan rumah pada leg pertama, Kamis 13 April dini hari nanti WIB.

Menyambangi markas Atletico, pelatih Leicester City Craig Shakespeare menegaskan timnya tidak akan tampil bertahan. Ia tetap menginstruksikan para pemainya untuk menyerang dan membidik kemenangan demi memudahkan tugas di leg kedua.

"Kami akan menunjukkan respek kepada Atletico, tapi kami datang untuk berkompetisi bukan hanya sekadar bermain. Para pemain pantas mendapat kesempatan ini," ujarnya dalam konferensi pers jelang laga.

Sayangnya, di laga nanti Shakespeare tidak bisa memainkan skuat terbaiknya. Kapten tim sekaligus bek andalan, Wes Morgan tidak bisa tampil karena cedera.

Tapi untungnya, dua pemain andalan, Riyad Mahrez dan Jamie Vardy berada dalam kondisi prima. Selain itu, nama-nama lain seperti Shinji Okazaki, Danny Drinkwater dan Islam Slimani juga siap tempur.

Di kubu tuan rumah, Atletico juga tidak memiliki masalah berarti dalam hal komposisi pemain. Pelatih Diego Simeone bisa memainkan seluruh pemain terbaik macam Antoine Griezmann, Koke, Saul Niguez dan Fernando Torres.

Meski Atletico lebih unggul dalam urusan materi pemain, Simeone tidak ingin menganggap remeh Leicester. Dia meyakini, juara Liga Primer Inggris musim lalu itu memiliki kekuatan yang sebanding dengan timnya.

"Saya tidak bisa membayangkan laga ini akan diakhiri dengan skor besar untuk kemenangan salah satu tim. Melihat kualitas yang dimiliki kedua ti, saya rasa pertandingan akan ketat dan saya yakin pertarungan akan ditentukan di kandang mereka," kata Simeone.

Baik Atletico dan Leicester menyambut laga di Vicente Calderon dengan hasil yang kurang bagus. Leicester membawa modal kekalahan dari Everton, sementara Atletico harus susah payah menahan imbang Real Madrid di pentas La Liga, akhir pekan kemarin.
 

Baca juga: Kesaksian Pemain soal Ledakan yang Menimpa Bus Tim Dortmund


Atletico diunggulkan keluar sebagai pemenang di laga nanti karena punya catatan impresif ketika tampil di laga kandang. Namun, Los Colchoneros wajib waspada dengan sepak terjang Leicester yang musim ini tampil impresif, termasuk ketika menyingkirkan Sevilla di babak 16 besar meski kalah pada leg pertama.

Untuk mengetahui lebih dalam soal data dan fakta kedua tim jelang laga nanti, berikut Metrotvnews.com telah merangkumnya dari berbagai sumber.

FAKTA ATLETICO MADRID:
- Ini adalah kali kesembilan Atletico lolos ke babak perempat final pentas Eropa, atau yang keempat secara beruntun. Rekor yang dicatatkan Atletico dalam delapan laga terakhir di babak perempat final adalah 5 kali menang dan 3 kalah.

- Dalam tiga babak perempat final terakhir, Atletico dua kali keluar sebagai pemenang dan lolos ke semifinal. Dua kemenangan tersebut diraih saat menghadapi Barcelona pada musim 2013--2014 dan musim 2015--2016.

- Selama tampil di babak perempat final, Atletico hanya sekali kalah ketika bermain di kandang. Satu-satunya kekalahan Atletico didapat dari Ajax Amsterdam pada musim 1996-1997.

- Atletico memenangi 28 dari total 34 laga yang mereka mainkan di Vicente Calderon. Mereka hanya kalah dua kali. Atletico juga belum pernah kalah dalam sembilan laga terakhirnya di kandang (7 menang & 2 imbang).

- Atletico tidak pernah kalah di kandang saat menghadapi klub asal Inggris. Dari 10 laga, Atletico memetik lima kemenangan dan 5 kali imbang. Namun, dalam lima laga terakhirnya, Atletico hanya satu kali menang melawan tamu dari Inggris.

- Rekor Atletico menghadapi klub Inggris dalam format pertandingan dua leg adalah; 6 kali menang dan 2 kali kalah.

FAKTA LEICESTER CITY
- Leicester jadi klub ke-50 yang sukses menjejakkan kaki ke babak perempat final.

- Leicester jadi klub asal Inggris ke-8 yang sukses lolos ke babak perempat final. Jumlah ini merupakan yang terbanyak, mengungguli Spanyol dan Prancis yang sama-sama memiliki tujuh tim yang pernah berlaga di babak perempat final.

- Laga kontra Sevilla di babak 16 besar adalah kali kedua Leicester menang di babak knock out di pentas Eropa.

- Kemenangan pertama Leicester City di fase gugur Eropa terjadi pada musim 1961--1962 di mana mereka mengalahkan Glenavon FC dengan agregat 7-2 di ajang Piala Winners.

- Di musim ini, Leicester memenangi pertandingan tandang pertamanya dengan mengalahkan Club Brugge. Namun setelah itu, mereka mencatatkan hasil imbang dan dua kali kalah.

Prakiraan Pemain:
Atletico Madrid (4-4-2): Oblak; Juanfran, Savi?, Godín, Filipe Luís; Carrasco, Gabi, Koke, Saúl Niguez; Griezmann, Torres.

Leicester City (4-4-2): Schmeichel; Simpson, Benalouane, Huth, Fuchs; Mahrez, Drinkwater, Ndidi, Albrighton; Okazaki, Vardy.

Head to Head:
(25/10/1961) Piala Winners: Leicester City 1-1 Atletico Madrid
(15/11/1961) Piala Winners: Atletico Madrid 2-0 Leicester City
(16/09/1997) UEFA Cup: Atletico Madrid 2-1 Leicester City
(30/09/1997) UEFA Cup: Leicester City 0-2 Atletico Madrid

5 Pertandingan Terakhir:
Atletico Madrid: S, M, M, M, S 
Leicester City: K, M, M, M, M

Prediksi Metrotvnews.com: Atletico Madrid 60:40 Leicester City

Video: Preview Atletico Vs Leicester: Pembuktian Ramuan Shakespeare
 


(ACF)

Video /