6 Tragedi Pesawat yang Melibatkan Tim Sepak Bola

Krisna Octavianus    •    30 November 2016 11:50 WIB
liga dunia
6 Tragedi Pesawat yang Melibatkan Tim Sepak Bola
Gambar pesawat yang ditumpangi oleh pemain Chapecoense hancur berkeping-keping (Foto: USA Today)

Metrotvnews.com, Jakarta: Tragedi jatuhnya pesawat yang membawa tim asal Brasil, Chapecoense di pegunungan daerah Cerro Gordo, La Union masih menyisakan duka. Selain Chapecoense, ada lima tim sepak bola lain yang pernah merasakan tragedi tersebut.

Demi melakoni partai bertaraf internasional, tak jarang tim sepak bola harus melintasi negara bahkan benua menggunakan pesawat. Banyak kisah pilu mengenai tragedi jatuhnya pesawat yang mengangkut sebuah tim sepak bola.

1. Chapecoense
Nasib tragis menimpa klub Brasil, Chapecoense yang kehilangan hampir seluruh skuatnya akibat kecelakaan pesawat. Kecelakaan itu terjadi saat mereka hendak melakoni laga final Copa Sudamericana 2016 melawan klub Kolombia, Atletico Nacional.

Namun, takdir berkata lain. Skuat Chapecoense mengalami kecelakaan hebat menjelang laga final yang sejatinya akan berlangsung pada Kamis 1 Desember pagi WIB.



Pesawat yang mereka tumpangi jatuh hingga berkeping-keping di daerah pegunungan Kolombia pada Selasa 29 November. Kecelakaan itu menyebabkan sebagian besar skuat, termasuk pemain, pelatih, ofisial tim, dan jurnalis tewas secara mengenaskan.

 

Baca juga: Kecelakaan Pesawat di Kolombia Sebabkan 10 Orang Terluka

 

2. Torino (4 Mei 1949)
Ini bisa dibilang tragedi paling pilu dalam sejarah jatuhnya pesawat yang mengangkat sebuah tim sepak bola. Kala itu, tim Torino sedang dalam perjalanan kembali ke Turin setelah melakukan uji coba melawan Benfica di Portugal.


Menumpang pesawat Avio Linee Italian Fiat G.212CP, seluruh pemain beserta staf, ofisial, dan jurnalis meninggal dunia. Ada 18 pemain utama Torino yang meninggal, salah satunya adalah kapten sekaligus ikon klub, Valentino Mazzola.



Kecelakaan terjadi karena cuaca buruk yang saat itu menyelimuti wilayah Turin. Karena jarak pandang yang terbatas, pesawat akhirnya menabrak Basilica Superga, Turin. Tragedi itu kemudian dinamakan "Superga air disaster."

Kecelakaan pesawat ini bukan saja merugikan tim Torino, tapi juga timnas Italia. Sebab, pada saat itu, hampir seluruh pemain Gli Azzurri adalah pemain Torino dan mereka adalah penguasa Liga Italia semenjak 1942.

Sebelum kecelakaan terjadi, Torino sedang memimpin klasemen Liga Italia dengan empat pertandingan tersisa. Pada sisa empat pertandingan, mereka akhirnya bisa menyapu bersih dan mengunci gelar Scudetto pada musim 1948--1949.  



3. Manchester United (6 Februari 1958)
Manchester United pernah mengalami nasib nahas ketika pesawat yang mereka tumpangi sehabis melakoni laga Piala Champions melawan Red Star Belgrade tergelincir di bandara Munich-Riem. Pesawat transit di bandara tersebut untuk mengisi bahan bakar.



Pesawat tergelincir sampai ujung lintasan dan menabrak pagar pembatas dan membuat bagian sayap pesawat menabrak rumah yang berada di sekitar bandara. Akibatnya, 24 penumpang dinyatakan tewas. Delapan di antaranya adalah pemain United.

Di antara penumpang tersebut ada nama pelatih legendaris United, Sir Mat Busby yang selamat. Ia dua bulan mendapat perawatan sebelum kembali ke pinggir lapangan untuk melatih The Red Devils. Selain itu, ada nama Bobby Charlton yang juga selamat.

4. Alianza Lima (8 Desember 1987)
Klub asal Peru, Alianza Lima pernah mengalami tragedi pesawat jatuh. Itu terjadi pada 8 Desember 1987 saat hendak kembali ke Lima dari Pucallpa setelah melakoni laga Liga Peru.

Menumpang pesawat Fokker F27, tim Alinza Lima harus terima kenyataan pesawat yang membawa mereka jatuh di Samudera Pasifik. Mereka jatuh karena terjadi kesalahan di kokpit pesawat.

Pilot pesawat, Letnan Edilberto Villar menjadi satu-satunya orang yang selamat dalam kecelakaan tersebut. Tidak kurang dari 43 pemain, manajer, staf, pemandu sorak, dan anggota kru pesawat tewas dalam kecelakaan tersebut.
 

Baca: Kumpulan Momen Skuat Chapecoense Sebelum Kecelakaan


5. Colourful 11 (7 Juni 1989)
Sejumlah pemain profesional asal Belanda yang mempunyai keturunan Suriname hendak melakukan partai persahabatan di Paramaribo, Suriname melawan juara liga SV Robinhood pada 11 Juni 1989. 

Namun, nasib nahas menimpa kumpulan para bintang Belanda itu. Pesawat yang mereka tumpangi menabrak pohon pada ketinggian 25 meter dan menyebabkan 176 penumpang tewas. 13 di antaranya adalah bintang Belanda.



Di balik kisah itu, nama-nama pemain tenar semisal Ruud Gullit, Frank Rijkaard, Aron Winter, Bryan Roy, Stanley Menzo, Dean Gorre, dan Regi Blinker hampir saja ikut serta. Akan tetapi, ketujuh pemain itu urung ikut karena tak diizinkan klub mereka, jadi mereka selamat.

6. Timnas Zambia (27 April 1993)
Kejadian ini berawal saat timnas Zambia hendak melakoni laga kualifikasi Piala Dunia 1994 melawan Senegal di Dakar. Dalam perjalanan tersebut, pesawat harus transit tiga kali di Brazzaville (Kongo), Libreville (Gabon), dan Abidjan (Pantai Gading).

Saat berhenti di Brazzaville, sebenarnya pesawat sudah menunjukkan tanda-tanda kekhawatiran. Akan tetapi, pilot memutuskan untuk tetap melanjutkan penerbangan tersebut.

Saat menuju Libreville, pesawat mengalami kerusakan pada mesin kiri. Fenton Mbone yang menjadi pilot pesawat itu melakukan kesalahan fatal. Saat hendak mematikan mesin kiri, ia justru menekan tombol untuk mematikan mesin kanan.

Pesawat kemudian jatuh di perbatasan Samudera Atlantik dengan Gabon. Seluruh 30 penumpang, termasuk 18 pemain, staf pelatih, dan kru pesawat tewas pada kecelakaan tersebut.

Video: ?Deretan Kecelakaan Pesawat Pembawa Klub Sepak Bola


(ACF)

Penilaian AFF tentang Stadion Pakansari
Jelang Final Piala AFF 2016

Penilaian AFF tentang Stadion Pakansari

17 minutes Ago

Stadion Pakansari yang berada di Cibinong, Kabupaten Bogor telah sukses menggelar laga semifina…

BERITA LAINNYA
Video /