Andrea Pirlo Gantung Sepatu

Sepak Terjang Andrea Pirlo di Lapangan Hijau

Gregah Nurikhsani Estuning    •    07 November 2017 18:33 WIB
Sepak Terjang Andrea Pirlo di Lapangan Hijau
Andrea Pirlo. (Foto: AP Photo/Andrew Medichini)

Metrotvnews.com, New York: Maestro sepak bola dunia, Andrea Pirlo memutuskan untuk gantung sepatu. Pirlo pensiun di klub Liga Amerika Serikat (MLS), New York City FC pada usia 38 tahun.

Ada pun selain karena faktor usia, Pirlo memutuskan untuk pensiun per tanggal 6 November usai gagal membawa New York City FC (NYFC) melaju ke final MLS. NYFC takluk dengan agregat 3-4 (1-4 dan 2-0) dari Columbus Crew.

"Laga terakhir di MLS merupakan waktu terakhir saya bersama NYFC. Saya berterima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung dan mengenalkan saya kepada kota yang luar biasa ini. Terima kasih kepada suporter yang luar biasa, jajaran pelatih, rekan setim dan semuanya yang bekerja di belakang layar," tulis Pirlo di akun Twitter-nya.
 

Baca: Andrea Pirlo Memutuskan Pensiun


"Jadi, bukan hanya petualangan saya bersama NY yang berakhir, namun perjalanan saya sebagai pesepak bola juga berakhir. Oleh karena itu, saya juga mengucapkan terima kasih kepada keluarga dan anak saya yang sudah mendukung dan selalu memberikan cinta," tambahnya.

Berkarier sejak 1995 silam, sebanyak tujuh klub pernah ia bela, baik secara permanen mau pun pinjaman. Pirlo juga membela timnas Italia di hampir semua level, mulai dari U-15, U-16, U-17, U-18, U-21, timnas Italia senior sampai timnas Italia di ajang Olimpiade.

Berikut perjalanan karier Andrea Pirlo di rumput hijau:

Brescia
Pirlo melakoni debut di usia 16 tahun sebagai pengganti saat berhadapan dengan Reggiana. Lahir di kawasan dekat Flero, Italia, Pirlo menembus skuat utama lewat akademi sepak bola Brescia dan mulai dikenal di musim 1996--1997, mencetak dua gol dari 17 penampilan sebagai deep-lying playmaker andal untuk membawa Brescia promosi ke Serie A Italia.

Gol pertamanya di Serie A ia sumbangkan bersama Brescia kala membantai Vicenza 4-0 musim 1997--1998. Di musim yang sama, ia mengoleksi empat gol dari 29 penampilan.
 

Baca: David Moyes Resmi jadi Pelatih Anyar West Ham United


Inter/Reggina
Mantan pelatih Pirlo di tim muda Brescia, Mircea Lucescu memboyong Pirlo ke Inter musim 1998 -- 1999. Sayang, musim perdananya di sana kurang mengesankan, tapi tidak setelah ia dipinjamkan ke Reggina guna menambah kepercayaan diri.

Bersama Reggina, ia sukses melesakkan enam gol dari 28 pertandingan. Saat itu ia satu tim dengan beberapa nama tenar seperti Roberto Baronio dan Mohamed Kallon.

Memukau bersama Reggina, tak lantas menjamin satu tempat utama saat kembali ke Inter musim 2000--2001. Pada Januari 2001, Marcello Lippi selaku pelatih kepala Inter memutuskan untuk meminjamkannya lagi ke Brescia. Di sana ia bertemu Carlo Mazzone dan menemukan posisi terbaiknya, deep-lying playmaker.

Mazzone pernah dicemooh mengenai keputusannya memasangkan Pirlo di posisi tersebut. Namun ia bersikukuh itulah posisi terbaiknya seraya mengatakan, "Semua orang di tim meledek saya karena menempatkan Pirlo di sana, tapi saya justru bilang ke mereka untuk selalu mengoper bola ke Pirlo."

Milan
Terkesima dengan potensi luar biasa Pirlo, Carlo Ancelotti yang kala itu melatih AC Milan kemudian melakukan perjudian dengan Inter Milan. Ia menukar Andrés Guglielminpietro demi mendapatkan Pirlo. Hasilnya, Pirlo terus bersinar dan menjadi salah satu gelandang terbaik dunia.

Di San Siro ia mendapat julukan architetto atau sang arsitek. Kepiawaiannya membangun serangan membuat Milan meraih dua gelar Liga Champions, masing-masing tahun 2003 dan 2007.

Total, Pirlo bermain pada 401 laga bersama Milan di semua kompetisi. Ia memenangi dua Scudetto dan Piala Super Eropa, Coppa Italia serta Piala Dunia Antar Klub.
 

Baca: Comvalius Ungkap Alasan Pertengkaran dengan Lilipaly


Juventus
Romantisme Ancelotti dan Pirlo sebenarnya bisa berlanjut di Chelsea. Don Carlo hijrah ke Inggris dan menangani The Blues, tapi Milan tak mengizinkan Pirlo mengikuti jejak mantan pelatihnya. Kecewa, ia akhirnya enggan memperpanjang kontrak bersama Milan dan memilih Juventus sebagai kapal barunya.

Ketika bergabung dengan Juve, banyak yang mengira masa keemasan Pirlo sudah habis menyusul musim buruk bersama Milan pada 2010--2011, tapi ia justru tampil dominan di lini tengah Bianconerri dan berhasil menjuarai Scudetto musim 2011--2012 tanpa kekalahan.

New York City FC
Tahun 2015, ia memutuskan untuk mengikuti beberapa seniornya seperti David Beckham dan Thierry Henry untuk berlabuh ke Amerika Serikat. Pirlo kemudian memilih New York City FC. Meski gagal memberikan gelar selama tiga tahun kariernya, Pirlo menjadi pemain dari MLS pertama yang masuk nominasi FIFPro World XI atau 11 pemain terbaik dunia di tahun yang sama.
(ASM)

Siapa Lolos, Siapa Tersingkir di <i>Matchday</i> 5? Ini Hitung-hitunganya!
Liga Champions 2017--2018

Siapa Lolos, Siapa Tersingkir di Matchday 5? Ini Hitung-hitunganya!

2 hours Ago

Sebanyak 12 tim berpeluang mengikuti jejak empat tim yang sebelumnya sudah lebih dulu lolos ke …

BERITA LAINNYA
Video /