Jelang Final Liga Europa: Marseille vs Atletico

Prediksi Marseille vs Atletico: Los Rojiblancos Membidik Gelar Ketiga

A. Firdaus    •    16 Mei 2018 09:31 WIB
liga europa 2017--2018
Prediksi Marseille vs Atletico: Los Rojiblancos Membidik Gelar Ketiga
Para pemain Atletico Madrid melakukan latihan terakhir jelang laga melawan Marseille (Foto: AFP)

Jakarta: Final Liga Europa 2017 -- 2018 yang akan berlangsung di Lyon mempertemukan pemenang perdana dari dua kompetisi klub terbesar di Eropa saat ini. Atletico Madrid merupakan pemenang pertama pada 2010, usai Piala UEFA mengubah nama menjadi Liga Europa.

Sementara Marseille adalah klub pertama yang memenangkan edisi perdana Liga Champions pada 1993, yang sebelumnya bertajuk European Cup.

Lebih menarik lagi, kedua finalis ini mencapai partai puncak dengan rute yang berbeda. Kompetisi 2017--2018 Marseille dimulai dari fase kualifikasi ketiga Liga Europa. Sedangkan Atletico memulai pertandingan pertama mereka di kompetisi Eropa dari fase grup Liga Champions.

Klik di sini: Resep Home United Jinakkan Persija

Ambisi Payet, Atletico tanpa Simeone
Kapten Olympique Marseille Dimitri Payet ingin klubnya 'Menulis nama-nama mereka' dalam buku sejarah, dengan cara mengalahkan Atletico Madrid di Final Liga Europa dini hari nanti WIB. Apalagi sejak era Liga Europa bergelora, belum ada wakil Prancis yang mampu menjuarai kompetisi kasta kedua terbesar di Eropa Ini.

Klub asal Ligue 1 itu mencapai final pertama Eropa mereka sejak 2005. Ketika itu mereka kalah oleh Valencia di final yang masih bertajuk Piala UEFA.

Keyakinan itu muncul setelah Payet dan kolega mencapai final usai mengalahkan Red Bull Salzburg di semifinal. Mantan gelandang West Ham United itu bersiap menjadi inspirasi timnya ketika bertanding di Stadion Parc Olympique Lyonnais.

"Kami yakin menghadapi Atletico karena musim ini kami menunjukkan sebagai tim yang nyata," ucap Payet.
 
Gelandang berusia 31 tahun itu mengambil sejarah yang pernah diukir para pendahulunya. Di mana Marseille pernah menjadi juara di Liga Champions 1993.

"Kami tahu betapa sulitnya itu. Tentu saja, itu adalah sumber motivasi tambahan, dan jika kami memenangkan final, nama kami akan ditulis ke dalam buku sejarah klub selamanya," tegas Payet.

Meski Marseille punya sejarah emas, tapi hal itu belum bisa membantu mereka membendung permainan Atletico yang dilatih Diego Simeone. Pasalnya, lolos ke final klub berjuluk Los Rojiblancos mampu menyingkirkan raksasa Liga Primer Inggris, Arsenal.

Simeone tetap yakin para pemainnya bisa mengikuti instruksinya, meski ia tak bisa mendampingi dari bangku cadangan lantaran sempat diusir wasit ketika laga semifinal lalu. Posisinya akan digantikan oleh asistennya, German Burgos.

"Saya sangat sedih tidak bisa berada di sana, tapi kami telah saling kenal dan kami mengerti sepak bola dalam cara yang sama. Saya percaya dengannya," terang Simeone.

Adu Tajam Thauvin vs Griezmann
Florian Thauvin punya catatan mentereng di Ligue 1. Dalam 34 laga yang dimaikannya di liga domestik, ia mampu mencetak 22 gol.

Selain itu, mantan winger Newcastle United itu begitu rajin membantu rekannya mencetak gol. Tercatat sudah 10 assists ia persembahkan.

Sementara catatannya di Liga Europa, Thauvin telah mencetak tiga gol dalam 11 pertandingan. Serta dua assists telah ia ciptakan.
 
Di sisi lain, kualitas Griezmann sudah tak diragukan lagi. Dalam 31 laga di La Liga, penyerang internasional Prancis itu telah mencetak 19 gol. Sementara dari tujuh laga di Liga Europa, Griezmann berhasil mempersembahkan empat gol dan tiga assist.

Secara keseluruhan, Griezmann telah terlibat dalam 42 gol yang diperoleh Atletico di semua kompetisi. Di antaranya, ia mencetak 27 gol dan 15 assists.

Klik di sini: Diwarnai Kontroversi, Persija Tersingkir dari Piala AFC

Catatan Pertemuan Milik Atletico
Kedua klub pernah bertemu dua kali pada fase grup Liga Champions 2008--2009. Ketika itu Atletico yang masih dilatih Javier Aguirre mampu menang pada pertemuan kedua dengan skor 2-1. Setelah sebelumnya di Stade Velodrome, kedua klub bermain imbang tanpa gol.

Kemenangan itulah yang membuat Atletico lolos ke fase 16 besar sebagai runner up di bawah Liverpool. Sementara Marseille turun kasta ke Piala UEFA. Menariknya, kedua klub mengakhiri kompetisi Eropa mereka hanya di perempat final.

Melihat latar belakang yang terjadi dan komposisi pemain, Atletico pantas diunggulkan meski bermain di Prancis. Bukan tak mungkin, mereka akan mengangkat trofi Liga Europa yang sebelumnya telah didapatkan pada 2010 dan 2012.

Lima Pertandingan terakhir Marseille
12 Mei 2018 (Ligue 1): Guigamp 3-3 Marseille
7 Mei 2018 (Ligue 1): Marseille 2-1 Nice
4 Mei 2018 (Liga Europa): Salzburg 2-1 Marseille (ekstra time)
29 April 2018 (Ligue 1): Angers SCO 1-1 Marseille
27 April 2018 (Liga Europa): Marseille 2-0 Salzburg

Lima Pertandingan terakhir Atletico
12 Mei 2018 (La Liga): Getafe 0-1 Atletico
6 Mei 2018 (La Liga): Atletico 0-2 Espanyol
4 Mei 2018 (Liga Europa): Atletico 1-0 Arsenal
29 April 2018 (La Liga): Deportivo Alaves 0-1 Atletico
27 April 2018 (Liga Europa): Arsenal 1-1 Atletico

Prakiraan Susunan Pemain
Marseille: Pele; Sakai, Rami, Luiz Gustavo, Amavi; Anguissa, Sanson; Thauvin, Payet, Ocampos; Germain

Atlético: Oblak; Vrsaljko, Giménez, Godín, Lucas; Koke, Saúl Ñíguez, Gabi, Correa; Griezmann, Costa

Prediksi medcom.id: Olympique Marseille 45-55 Atletico Madrid

Persiapan Pembukaan Asian Games, Rumput SUGBK akan Dipindah



(ASM)


Video /