AFF U-19

Kunci Kemenangan Malaysia: Matikan Egy, Todd, dan Saddil

Gregah Nurikhsani Estuning    •    13 Juli 2018 00:24 WIB
timnas u-19piala aff u-19
Kunci Kemenangan Malaysia: Matikan Egy, Todd, dan Saddil
Pelatih Timnas Malaysia U-19 Bojan Hodak saat menghadiri konferensi pers usai menaklukkan Timnas U-19 di semifinal Piala AFF 2018 (Foto: medcom.id/Gregah Nurikhsani)

Sidoarjo: Pelatih Malaysia, Bojan Hodak paham betul bahwa Egy Maulana Virki, Rivaldo Ferre, dan Saddil Ramdani merupakan pemain paling berbahaya timnas U-19. Ia pun membeberkan kunci keberhasilan timnya meraih kemenangan pada semifinal Piala AFF U-19 di Stadion Gelora Delta, Sidoarjo, Kamis 12 Juli 2018.

Usai laga, Hodak menuturkan jika ia memang sengaja menginstruksikan para pemainnya untuk fokus kepada ketiga pemain tersebut. Todd dan Saddil yang biasanya bermain cemerlang diklaim mampu dimatikan berkat kerja keras Malaysia.

Hodak mengaku telah memperhatikan cara bermain masing-masing pemain itu. Menurutnya, itulah yang menjadi kunci kemenangan timnya atas timnas U-19.
 

Baca: Diwarnai Insiden Mati Lampu, Indonesia Takluk di Tangan Malaysia


"Saya ingat saat main di Korea, tim kami memperhatikan secara detail kelemahan merea satu per satu. Nomor 15 (Saddil) dominan kaki kiri, dia selalu berbelok arah ke kiri, dia sangat berbahaya, memiliki shoot keras, saya instruksikan pemain untuk memblok tiap kali dia melakukan shoot. Jadi, anak-anak menerapkan instruksi dengan baik," ujar mantan pelatih Johor Darul Ta'zim itu usai pertandingan.

"Lalu nomor 24 (Todd Rivaldo), saya tahu dia berbahaya ketika one on one. Saat dia masuk ke lapangan, saya minta pemain untuk kawal dia ketat," sambungnya.

Khusus Egy, Hodak cukup terkejut mengetahui Indra Sjafri memainkannya sejak menit awal. Padahal menurutnya, Egy idealnya beristirahat selama satu pekan.
 

Baca juga: Timnas U-19 dan Nasib Indonesia di Titik 12 Pas


"Nomor 10 (Egy), saya diberi tahu dia baru pulang dari Eropa. Di Polandia cuacanya sangat berbeda, dia sudah adaptasi di sana, tapi langsung bermain di cuaca yang panas, sangat lembab, maka dari itu saya sudah menduga dia tidak akan bermain sempurna. Saat dia datang (ke Indonesia), orang-orang mengharapkan terlalu banyak kepadanya, padahal dia pasti lelah, setidaknya butuh waktu seminggu untuk recovery," katanya lagi.

Berkat kejelian Hodak dan kerja keras para pemain, Malaysia sukses membungkam Indonesia lewat drama adu penalti 2-3 setelah bermain imbang 1-1 di waktu normal. Selanjutnya, Malaysia akan kembali berhadapan dengan Myanmar di babak final, Sabtu 14 Juli 2018.

Sebelumnya, di babak penyisihan Grup B, Malaysia berhasil menaklukkan Myanmar dengan skor tipis 1-0.

Tak ingin ketinggalan update berita bola dan olahraga? Follow instagram kami @medcom_olahraga

Video: ?Menyusuri Keindahan Kota Terindah di Dunia, St. Petersburg, #SalamdariRusia



(ACF)


Video /