Egy Maulana Vikri Resmi Gabung Lechia Gdansk

Jangan Terpengaruh Pemberitaan Media, Egy!

Alfa Mandalika    •    12 Maret 2018 15:29 WIB
liga dunia
Jangan Terpengaruh Pemberitaan Media, Egy!
Egy Maulana Vikri. (Foto: Instagram Lechia Gdansk)

Jakarta: Popularitas Egy Maulana Vikri semakin melonjak. Situasi ini harus disikapi bijak oleh pesepakbola belia ini. Ia jangan sampai terlena oleh sorotan publik terutama media yang memujinya secara berlebihan.

Egy resmi bergabung dengan klub Polandia, Lechia Gdansk. Berdasarkan informasi yang dihimpun, Egy akan dikontrak dengan durasi tiga tahun. Namun, kontrak diberikan Gdansk ketika Egy berusia 18 tahun pada 7 Juli 2018.

Hadirnya Egy menjadi daya tarik tersendiri di Polandia. Sebab, Lechia belum pernah diperkuat oleh pesepak bola asal Asia Tenggara. Tak ayal, pers Polandia mengait-ngaitkan Egy dengan nama-nama pemain besar.

Baca: Tekuk Vietnam, Timnas U-16 Juara Turnamen Jenesys


Teranyar, pers Polandia menyebut Egy dengan sebutan Neymar Indonesia. Dalam tulisannya, Polsat Sport sempat memuat judul "Mendatangkan Neymar Indonesia, Akankah Penggemar Lechia Bertambah?".

Selama ini, Egy disebut-sebut sebagai Messi Indonesia. Bahkan, salah satu komentator sepak bola Indonesia menyebut Egy dengan sebutan 'Messi Kelok Sembilan". Sebutan tersebut muncul lantaran melihat permainan Egy yang cepat dan memiliki skill dribel bola yang memikat.

Menanggapi hal tersebut, pengamat sepak bola Anton Sanjoyo meminta Egy tidak terpengaruh dengan ingar bingar media. Sebab, hal itu bisa mengganggu mental pemain.

Baca: Egy Merapat ke Klub Polandia, Begini Respons Indra Sjafri


"Secara pribadi saya sangat senang (bergabungnya Egy ke Lechia Gdansk) karena Egy merupakan salah satu pemain muda berbakat. Tetapi, saya berharap dia menjauh dulu dari ingar bingar media karena banyak kasus pemain muda hebat tidak berkembang karena tidak siap mental disorot media secara berlebihan," kata Anton kepada medcom.id, Senin 12 Maret 2018.

"Media selalu membesar-besarkan dengan tidak proporsional. Sang pemain jadinya bisa besar kepala karena merasa sudah jadi bintang," sambungnya.

Anton menambahkan, Indonesia tidak kekurangan stok pemain muda berbakat. Hanya saja, minimnya kompetisi membuat talenta muda tak terpantau.

"Secara umum, sebenarnya banyak bakat hebat sepak bola selain Egy. Tetapi, tidak terpantau karena tidak ada kompetisi yang ada di daerah. Akibatnya, banyak kasus pemain muda hebat tidak berkembang karena tidak siap mental disorot media secara berlebihan," tutur Anton.

Video: Gabung Lechia Gdansk, Egy Kenakan Nomor Punggung 10


(ASM)


Messi Bicara Final Liga Champions dan Kepergian Zidane dari Madrid
Lionel Messi

Messi Bicara Final Liga Champions dan Kepergian Zidane dari Madrid

1 week Ago

Kapten timnas Argentina itu tak memedulikan berapa pun hasil yang diraih Madrid dalam menghadap…

BERITA LAINNYA
Video /