Mantan Striker Juventus Diwajibkan Setor Rp295 Miliar ke Chelsea

Gregah Nurikhsani Estuning    •    02 Oktober 2018 21:38 WIB
sepak bola
Mantan Striker Juventus Diwajibkan Setor Rp295 Miliar ke Chelsea
Adrian Mutu (kiri) dan Zlatan Ibrahimovic (kanan). (Foto: AFP)

Jakarta: Banding Adrian Mutu kepada Pengadilan Hak Asasi Manusia Eropa ditolak. Mantan pemain Parma dan Juventus itupun diharuskan membayar 17 juta euro atau setara Rp295 miliar kepada Chelsea sebagai kompensasi.

Chelsea melayangkan tuntutan hukum kepada Mutu karena dianggap merugikan klub secara finansial. Setelah proses pengadilan yang berbelit-belit, eks striker timnas Rumania itu dinyatakan bersalah.

Pada Oktober 2004 silam, Mutu positif menggunakan kokain. Ia kemudian dihukum selama tujuh bulan.

The Blues juga langsung memutus kontraknya karena dianggap melakukan tindakan indisipliner. Setelah hukumannya selesai, Mutu bergabung dengan Juventus.

Mengetahui hal tersebut, manajemen Chelsea langsung menuntut Mutu. Dalam tuntutannya, disebutkan bahwa pihak klub merasa dirugikan secara finansial mengingat mereka membayar uang transfer yang besar saat memboyongnya dari Parma.

Kasus hukum ini lantas melibatkan banyak pihak. Tak cuma FIFA dan UEFA, Pengadilan HAM Eropa (ECHR) pun terpaksa turun tangan lantaran Mutu merasa apa yang dilakukan Chelsea melanggar haknya sebagai atlet profesional.

Tahun 2008, FIFA menjatuhkan hukuman dengan sanksi sebesar 17 juta euro. Uang tersebut harus disetorkan kepada Chelsea sebagai pihak yang dirugikan.

Lima tahun berselang, Juventus dan Livorno juga kena getahnya. Saat itu, Juve membeli Mutu, padahal slot untuk pemain non-uni Eropa telah penuh.

Bianconeri lantas mengirimkan Mutu ke Livorno. Hal tersebut dianggap menyalahi birokrasi perihal transfer, dan Juventus dinilai memanipulasi data hingga akhirnya dikenai sanksi.

Untungnya, setelah banding yang dilakukan Juventus dan Livorno, Badan Arbitrase Olah Raga (CAS) menyatakan kedua klub tidak bersalah. Mutu menjadi tersangka tunggal sejak 2015.

Tak tinggal diam, Mutu mencoba melakukan banding dengan melayangkan protes kepada ECHR. Ia menuntut CAS terlalu dalam mencampuri urusannya dengan Chelsea.

Malang, ECHR memandang apa yang dilakukan CAS tidak menyalahi aturan. Banding Mutu pun ditolak dan proses pengadilan menjangkau posisi klimaks.

Kabar terkini menyatakan bahwa Mutu akan melakukan langkah terakhir berupa penyataan ketidaksanggupannya membayar uang sebesar Rp295 miliar. Dengan begini, sanksi berupa penjara paling mungkin diterimanya.

Video: Suporter Bola di Indramayu Gelar Deklarasi Damai
 



Andik Ungkap Perbedaan Timnas Sekarang dan Era Riedl
Uji Coba Timnas Indonesia vs Hong Kong

Andik Ungkap Perbedaan Timnas Sekarang dan Era Riedl

4 days Ago

Terakhir, Andik tampil saat Timnas Indonesia melakoni uji coba melawan Islandia pada 14 Januari…

BERITA LAINNYA
Video /