Lebih Dekat dengan 5 Wajah Baru di Timnas Brasil

Gregah Nurikhsani Estuning    •    07 September 2018 11:39 WIB
timnas brasil
Lebih Dekat dengan 5 Wajah Baru di Timnas Brasil
Richarlison. (Foto: Twitter.com/@CBF_Futebol)

Jakarta: Terdapat lima pemain berusia 21 sampai 22 tahun di timnas Brasil yang belum pernah mengecap penampilan di level senior. Kelima pemain itu bukan sembarangan. Ada yang dijuluki The New Xavi dan juga The Little Onion.

Piala Dunia 2018 silam mungkin menjadi salah satu edisi paling pahit buat tim Samba. Akan tetapi, optimisme tak boleh redup begitu saja. Tradisi menjadi alasan paling kuat buat Neymar dan kawan-kawan untuk tetap berkepala tegak.

Alisson (25 tahun), Ederson (25), Marquinhos (24), Casemiro (26), Fred (25), Philippe Coutinho (26), Neymar (26), Roberto Firmino (26) dan Gabriel Jesus (21) adalah jaminan cerahnya masa depan Brasil. Lima wajah baru yang sudah dirangkum Medcom.id kali ini juga merupakan aset berharga buat pelatih kepala Tite di Piala Dunia 2022 mendatang.

Arthur Melo
"Dia mengejutkan saya. Gaya permainannya mirip sekali dengan Xavi Hernandez," puji Lionel Messi kepada Arthur.

Mendapatkan pujian setinggi langit dari legenda hidup seperti Messi bukanlah perkara sembarangan. Dimirip-miripkan oleh salah satu gelandang terbaik yang pernah ada saja sudah sebuah kehormatan, apalagi kalau yang memuji seorang Messi.

Mungkin masih banyak yang belum mengetahui sepak terjang Arthur. Sebelum resmi bergabung dengan Barcelona, Arthur membantu Gremio meraih Copa Libertadores 2017 silam. Blaugrana lalu membelinya dengan harga mencapai 41 juta euro.

"Dia pemain yang cerdas, dia menyukai penguasaan bola, punya akurasi umpan yang sangat baik. Dia mengingatkan saya akan Xavi," kata Ernesto Valverde, pelatih Barcelona.

Usia: 22
Posisi: Gelandang bertahan
Klub: Barcelona

Andreas Pereira
Gelandang multikultur ini memiliki darah sepak bola dari ayahnya, Marcos Pereira yang pernah bermain di KV Mechelen. Berstatus sebagai pemain Manchester United, Pereira akhirnya memilih Brasil sebagai negaranya.

Gelandang 22 tahun itu sebetulnya pernah diajak langsung oleh Romelu Lukaku untuk berseragam timnas Belgia. Ia memang lahir dan besar di Belgia, bahkan pernah membela Belgia level junior. Tapi bermain untuk Brasil merupakan keistimewaan yang tak bisa ditolaknya.

"Dia (Lukaku) berusaha meyakinkan saya. Dia bilang kalau saya harus bermain untuk Belgia," ujar Pereira kepada Globo Esporte.

"Kami berdua memang dekat, sering mengobrol. Saya bilang, 'Ini tidak mudah, Lukaku, tidak sama. Bermain untuk Belgia itu hal lain. Bermain untuk Brasil...ini Brasil, saya merasa di rumah'," sambungnya.

Usia: 22
Posisi: Gelandang bertahan/serang
Klub: Manchester United

Lucas Paqueta
Pendukung Brasil tak perlu cemas kehabisan pemain dengan skill kelas atas macam Djalminha, Denilson, Ronaldinho atau Neymar sekalipun. Sebab, kualitas pemain-pemain tersebut ada juga di dalam diri Paqueta.

Sebagai seorang gelandang serang, Paqueta memiliki kemampuan yang sangat baik dalam mengirimkan umpan tarik, andal dalam mengeksekusi bola mati, dan pintar membaca situasi. Ia mungkin harus bersaing dengan Neymar ketika hendak mengambil tendangan bebas.

Usia: 21
Posisi: Gelandang serang
Klub: Flamengo

Richarlison
Di media sosial, Richarlison sempat mengundang perhatian karena acap kali terlibat twit war dengan 'sahabatnya', Pedro. Keduanya juga memiliki julukan sendiri; Pedro dijuluki Chinny, sementara Richarlison mendapat panggilan Toucan's Nose. Akan tetapi, mereka sebetulnya amigos (teman).

Suatu ketika, Pedro mengalami cedera dan harus dicoret dari skuat Brasil. Mengetahui hal tersebut, Richarlison mengucapkan rasa simpatinya kepada Pedro. Tak lama, Edu Gaspar, koordinator timnas Brasil menghubungi Richarlison dan mengabarinya masuk timnas sebagai pengganti Pedro.

Richarlison sudah berkarier di Eropa, tepatnya di Everton. Ia menginjakkan kaki di Inggris pada 2017 silam dan bergabung dengan Watford. Kabarnya, Everton membeli Richarlison dengan harga mencapai 50 juta pounds.

Usia: 21
Posisi: Sayap kiri
Klub: Everton

Everton
Dari keempat pemain di atas, Everton nyaris batal berkarier di sepak bola. Bukan karena masalah cedera atau hal teknis lain, melainkan karena sifat pemalu. Akibatnya, ia dijuluki The Little Onion atau bawang kecil.

Pemain berusia 22 tahun ini memiliki kemampuan nyaris serupa dengan kompatriotnya, Roberto Firmino. Penampilan terbaiknya tersaji di Piala Dunia Antarklub 2017 silam. Kali itu, ia membawa Gremio lolos ke final dan bersua Real Madrid.

Berkat kecepatannya, skill, dan insting predator di kotak penalti, Everton telah mengoleksi 10 gol dari 18 penampilan di Liga Brasil sejauh ini. Dua klub Manchester bahkan disebut-sebut tengah saling sikut mendapatkan tanda tangannya.

Usia: 22
Posisi: False no.9 striker/gelandang/sayap
Klub: Gremio

Video: Persija Takluk 1-2 dari Selangor FA di Laga Uji Coba
 


(PAT)


Video /