Liga Yunani 2017--2018

Protes, Presiden Klub Liga Yunani Bawa Senjata Api ke Lapangan

M. Rizky Adhestian    •    12 Maret 2018 19:10 WIB
liga dunia
Protes, Presiden Klub Liga Yunani Bawa Senjata Api ke Lapangan
Presiden klub PAOK Ivan Savvidis dihadang petugas keamanan dan ajudannya saat akan mendekati wasit (Foto: AFP/SAKIS MITROLIDIS)

Thessaloniki: Derby Liga Super Yunani yang mempertemukan tuan rumah PAOK versus AEK Athens, Senin 12 Maret dini hari tadi terpaksa ditunda. Pertandingan ditunda karena terjadi kerusuhan yang melibatkan bos klub tuan rumah.

Kerusuhan bermula ketika PAOK sukses mencetak gol kemenangan pada menit ke-89 lewat aksi Fernando Varela yang membobol gawang Vasielios Barkas. Tak hanya pemain, para pendukung PAOK juga sudah bersorak merayakan gol tersebut.

Sayangnya, beberapa saat kemudian wasit menganulir keputusannya tersebut. Setelah dihujani protes para pemain AEK, sang pengadil akhirnya membatalkan gol PAOK dengan alasan Varela sudah berada dalam posisi offside.
 

Baca: Pujian Mourinho untuk Juergen Klopp


Keputusan tersebut sontak membuat suporter PAOK geram. Sebab, akibat keputusan itu PAOK gagal menggusur AEK dari puncak klasemen sementara Liga Yunani.

Beberapa suporter yang murka langsung berlari masuk ke lapangan. Yang unik, presiden klub PAOK Ivan Savvidis juga tak kuasa menahan emosinya. Ditemani beberapa ajudannya, sang bos klub masuk ke lapangan dan mencoba menghampiri wasit.

Savvidis juga terlihat menyuruh para pemainnya untuk keluar lapangan saat waktu permainan sebenarnya masih berjalan. Pria yang mempunyai hubungan erat dengan presiden Vladimir Putin itu mencoba untuk menghampiri wasit Giorgios Kominis, tetapi berhasil ditahan oleh para ajudannya.


(Presiden klub PAOK, Ivan Savvidis terlihat membawa senjata api di pinggangnya saat melakukan protes terkait keputusan wasit yang menganulir gol pemainnya. Foto: AFP)

Tak puas, ia lanjut memaki-maki salah satu pengurus pertandingan hingga akhirnya harus diamankan. Pertandingan resmi ditunda setelah wasit keluar meninggalkan lapangan.

Meski status pertandingan ditunda, namun kubu PAOK mengklaim bahwa mereka berhasil memenangkan pertandingan tersebut. Kemenangan 1-0 itu bahkan di posting di akun twitter resmi klub (@PAOK_FC).
 
Sementara itu, kubu AEK yang diwakili pelatih Manolo Jimenez mengatakan bahwa status pertandingan itu belum rampung atau masih ditunda. Jadi, mereka tidak bisa menerima hasil tersebut.

Lebih jauh, mantan pelatih Sevilla itu menjelaskan alasan di balik keputusan timnya menolak untuk melanjutkan pertandingan dan memilih untuk walk-out. Jimenez mengaku keputusan itu diambil demi keselamatan seluruh awak tim AEK. Terlebih, ia mengaku melihat Savvidis membawa senjata api.
 

Baca juga: Ludahi Fan MU, Legenda Liverpool Terancam Kehilangan Pekerjaan


"Sekarang kami pergi dengan dikawal Polisi. Wasit telah membatalkan gol PAOK karena offside, lalu terjadi kerusuhan para pemain dan banyak orang-orang yang memasuki lapangan, termasuk sang presiden dengan para ajudannya," kata Jimenez dikutip dari Onda Cero.

Hingga berita ini dipublikasikan, pihak Federasi Sepak Bola Yunani (HFF) belum mengambil keputusan resmi terkait status pertandingan tersebut. 

Tak ingin ketinggalan update berita bola dan olahraga? Follow instagram kami @medcom_olahraga

Video: ?Keseruan Nobar Fans Liverpool di Jakarta



(ACF)