Jelang Piala Konfederasi 2017

Catatan Menarik Jelang Piala Konfederasi 2017

A. Firdaus    •    16 Juni 2017 15:51 WIB
piala konfederasi 2017
Catatan Menarik Jelang Piala Konfederasi 2017
Ronaldinho dan Kaka aktor kemenangan Brasil di Piala Konfederasi 2005 (Foto: FIFA)

Metrotvnews.com, Jakarta: Bagi sebagian orang, Piala Konfederasi tak ubahnya sebagai ajang persahabatan dan pemanasan bagi calon peserta Piala Dunia. Ajang yang menjadi bertemunya enam juara dari masing-masing zona, Juara Piala Dunia, dan tuan rumah Piala Dunia.

Tapi bagi orang lain, ini merupakan turnamen penghibur di sela-sela jeda kompetisi Eropa yang sedang libur. Sebab, yang menarik hanyalah kabar dari bursa transfer. 

Selain itu, Piala Konfederasi juga menjadi wadah para pemain dunia yang sebelumnya tak terekspose. Di sana mereka bisa unjuk gigi demi menaikkan harga mereka di lantai bursa.

Klik di sini: Memprediksi Kandidat Kiper Calon Pengganti Donnarumma

Namun bagaimana pun juga, Piala Konfederasi patut dinanti. Apalagi telah memasuki edisi kesepuluh, di mana ini juga menjadi tolok ukur Rusia terkait kesiapan mereka menjadi tuan rumah Piala Dunia 2018.

Beberapa rekor telah terpelihara sepanjang sembilan edisi berlangsung. Namun beberapa rekor kemungkinan sulit diulangi ketika FIFA menggelar Pial Konfederasi di Rusia.

-Rekor Brasil yang Tak Terpatahkan
Sejak berlangsung pada 1992, Piala Konfederasi telah melahirkan lima juara. Di mana Brasil paling sukses dengan empat kali menjuarai Piala Konfederasi. Selecao memenangkan turnamen pada 1997, 2005, 2009, dan terakhir kali 2013.

Selain itu, Brasil juga menjadi negara yang paling sering mencapai final Piala Konfederasi. Di mana hanya sekali mereka gagal menjadi juara, yaitu pada 1999. Ketika itu Brasil dikalahkan tuan rumah Meksiko dengan skor 4-3.

Namun pada edisi kali ini, dipastikan kepada delapan negara peserta tak bisa mematahkan rekor Brasil. Pun demikian Meksiko yang merupakan juara 1999. Jika Meksiko berhasil juara, mereka hanya bisa menyamai rekor yang dimiliki Prancis dengan dua gelar juara.
 
-Romario Tersubur
Dalam dua edisi awal 1992 dan 1995, hanya ada empat tim dan delapan pertandingan yang dimainkan. Sulit untuk bagi pemain untuk mencetak beberapa gol dengan jumlah laga yang sedikit.

Baru pada 1997, ada 16 laga yang digelar secara kesuluruhan lantaran diikuti delapan negara. Di sinilah tercipta pencapaian gol terbanyak yang dicetak oleh Romario. 

Pemain bernama lengkap Romário de Souza Faria itu mencetak tujuh gol dalam satu turnamen. Dan, hingga saat ini rekor tersebut belum bisa dikalahkan oleh pemain mana pun.

Tapi pada edisi ke-10 ini, beberapa kandidat berpeluang untuk mematahkan rekor Romario. Sebut saja, Cristiano Ronaldo (Portugal) dan Alexis Sanchez (Cile) yang sedang mengalami musim subur.

-Warisan Ronaldinho dan Blanco 
Sementara itu, secara pencetak gol terbanyak secara keseluruhan saat ini dipegang oleh Ronaldinho (Brasil) dan Cuauhtémoc Blanco (Meksiko) dengan sembilan gol. 

Berbeda dengan Romario, keseluruhan gol Ronaldinho dicapai dalam dua edisi. Di antaranya, pada edisi 1999 dan 2005. Pun demikian dengan yang dicapai pada edisi 1997 dan 1999.
 
-Torres si Raja Hattrick
Meski belum pernah menjadi pencetak gol terbanyak dalam satu edisi, Fernando Torres punya cerita indah di Piala Konfederasi bersama Spanyol. 

Striker Atletico Madrid ini pernah dua kali mencetak hattrick dalam satu pertandingan. Catatan itu ia toreh ketika di Piala Konfederasi 2009. Bahkan pada edisi 2013, bukan hanya hattrick yang diciptakannya, melainkan empat gol atau quattrick pada Piala Konfederasi 2013.

Spalletti Targetkan Inter Milan Lolos ke Liga Champions
 


(ASM)

Hadapi City, Napoli Diminta Istirahatkan Bintang
Jelang Manchester City vs Napoli

Hadapi City, Napoli Diminta Istirahatkan Bintang

6 hours Ago

Meski laga melawan City menjadi pertarungan penting, Presiden Napoli Aurelio De Laurentiis just…

BERITA LAINNYA
Video /