Liga Europa 2017--2018

11 Fakta Menarik setelah Atletico Menjuarai Liga Europa

Kautsar Halim    •    17 Mei 2018 05:40 WIB
liga europa 2017--2018atletico madrid
11 Fakta Menarik setelah Atletico Menjuarai Liga Europa
Selebrasi kesuksesan Atletico Madrid di Liga Europa 2017--2018. (AFP PHOTO / JEFF PACHOUD)

Jakarta: Atletico Madrid berhasil menjuarai Liga Europa 2017--2018. Prestasi itu mereka raih setelah menaklukkan Olympique de Marseille pada fase final Kamis 17 Mei dini hari WIB.

Jalannya pertandingan berlangsung di Stadion Groupama yang terletak di negara asal Marseille, yakni Prancis. Namun, hal tersebut tidak membuat Atletico gentar untuk menutup laga dengan skor telak, 3-0.

Atletico memang kalah dalam segi penguasaan bola. Namun, serangan balik dan pertahanan para pemainnya terbukti lebih efektif. Dengan begitu, Griezmann dan Gabi bisa leluasa mencetak tiga gol kemenangan Atletico.
 

Klik: Bantai Marseille, Atletico Madrid Juara Liga Europa 2017--2018


Masing-masing gol Griezmann dicetak pada menit ke-21 dan ke-49. Sementara itu, sebiji gol penyempurna kemenangan Atletico dicetak Gabi yang berstatus sebagai salah satu bek sayap tertua di Liga Europa.

Marseille menurunkan Dimitri Payet yang merupakan salah satu gelandang terbaik timnas Prancis. Tapi, sang kapten harus digantikan Maxime Lopez pada babak pertama karena cedera pahanya kambuh. Barangkali, Marseille bisa memberikan perlawanan lebih baik jika dia fit 100 persen.
 

Klik: Bukan Perkara Rivalitas, Zidane Terang-terangan Dukung Marseille Juara Liga Europa


Fernando Torres yang resmi meninggalkan Atletico pada akhir musim ini berkesempatan tampil menggantikan Griezmann pada menit ke-90. Meski hanya beberapa menit di lapangan, tetap saja artinya El Nino ikut berkontribusi.

Berikut 11 fakta menarik setelah Atletico Madrid menjuarai Liga Europa 2017--2018: 

1. Fernando Torres telah mengoleksi 127 gol dalam 11 musim dan 403 laga bersama Atletico. Namun, baru kali ini ia ikut mengangkat trofi di kompetisi Eropa.

2. Ini adalah gelar keempat yang dipersembahkan pelatih Diego Simeone untuk Atletico dalam kompetisi Eropa. Tapi, dibawah tangan dinginnya juga, Atletico gagal di dua final Liga Champions. 

3. Antoine Griezmann menjadi pemain Atletico paling produktif di kompetisi Eropa musim ini dengan torehan 11 gol dan 4 assist.

4. Atletico berhasil unggul pada babak pertama di 15 laga terakhir Liga Europa. Itu berlaku untuk seluruh lawannya, tak terkecuali Marseille.

5. Sepanjang musim ini, Griezmann berhasil menyumbang 29 gol dan 13 assist untuk Atletico. Dengan begitu, 45 persen dari 93 seluruh gol Los Rojiblancos tak lepas dari kontribusi Griezmann

6. Usia Gabi sudah menginjak 34 tahun dan 310 hari. Ia merupakan pemain tertua yang mampu mencetak gol di final berlevel Eropa. Sebelumnya, ada Paulo Maldini (36 tahun) yang ikut mencetak gol saat AC Milan menghadapi Liverpool pada final Liga Champions 2005.

7. Marseille telah kalah dalam tiga kali final Liga Europa. Sialnya, mereka selalu gagal mencetak gol dari seluruh laga tersebut.

8. Hanya ada dua tim dalam sejarah Liga Europa yang sudah kalah di tiga final UEFA Cup atau Liga Europa. Sebelumnya ada Benfica dan terkini Marseille

9. Atletico Madrid berhasil mempermanis rekor tidak kebobolan (clean sheet) menjadi 200 pertandingan. Jumlah tersebut didapat dari 377 laga di semua kompetisi yang pernah dikawal Diego Simeone.

10. Gabi belum pernah menyumbang gol lagi sejak Atletico menghadapi Sevilla pada 2015. Selain itu, sumbangan sebiji gol saat menghadapi Marseille merupakan gol pertamanya di level Eropa sejak Agustus 2011.

11. Griezmann merupakan pemain ketiga Atletico yang mampu mencetak dua gol dalam final Liga Europa. Sebelumnya ada Diego Forlan (2009--2010) dan Radamel Falcao (2011--2012).




(KAU)


Adam Lallana tak Dendam kepada Southgate
Timnas Inggris

Adam Lallana tak Dendam kepada Southgate

3 weeks Ago

Adam Lallana merasa Gareth Southgate sudah melakukan keputusan tepat dengan tidak memanggilnya …

BERITA LAINNYA
Video /