Piala AFF 2018

Lima Momen Paling Kontroversi Sepanjang Fase Grup Piala AFF

A. Firdaus    •    27 November 2018 18:13 WIB
piala aff
Lima Momen Paling Kontroversi Sepanjang Fase Grup Piala AFF
Skuat Timnas Indonesia (Foto: Akbar Nugroho Gumay)

Piala AFF 2018 mungkin sudah berakhir buat suporter Indonesia, mengingat langkah Merah Putih hanya sampai fase grup. Tetapi cerita menarik selama fase grup Piala AFF masih tersimpan dalam ingatan.

Media asing, Fox Sports mencoba mengangkat lima momen yang paling kontroversi sepanjang fase grup. Dua di antaranya terkait dengan langkah timnas Indonesia yang akhirnya gagal mencapai semifinal, usai kalah bersaing dengan Thailand dan Filipina di Grup B.

-Kekhilafan sang Hakim Garis
Pertandingan antara Myanmar dan Vietnam di Stadion Thuwunna bisa dikatakan laga penentu siapa yang akan menjadi juara Grup A. Vietnam mampu unggul lebih dulu pada menit ke-77, tapi gol itu tak disahkan oleh wasit kala salah satu pemain mereka terjebak offside.

Setelah melihat tayangan ulang, jelas bahwa pemain tersebut dalam posisi onside. Kesalahan pun dilakukan hakim garis, tapi laga tetap dilanjutkan dalam keadaan tanpa gol hingga akhir laga.

-Adu Mulut Antoine Hey vs Pak Hang Seo
Tepat setelah peluit akhir pertandingan berbunyi antara Myanmar dengan Vietnam, ketegangan muncul antar kedua pelatih. Park Hang-Seo sebagai pelatih Vietnam menolak berjabat tangan dengan pelatih Myanmar, Antoine Hey.

Kemudian Hey memposting ke media sosial mengenai insiden tersebut, dengan menganggap prilaku Seo tak mencerminkan sebagai pelatih dengan prilaku tak profesional.

-Ketum PSSI Salahkan Media 
Indonesia punya beragam drama di luar hajatan Piala AFF. Pada saat yang sama, Merah Putih berjuang meraih hasil yang maksimal, meski akhirnya tereleminasi pada fase grup.

Yang membingungkan, ketua umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI), Edy Rahmayadi, malah menyalahkan media atas kegagalan timnas. "Wartawan baik, timnasnya juga baik," demikian jawaban Edy beberapa saat setelah timnas dipastikan gagal lolos ke semifinal.

Pernyataan Edy yang tak masuk akal itu berbuah jeritan netizen. Sehingga hadir pula chant 'Wartawan Baik, Timnas Baik' yang terjadi saat Indonesia bermain imbang tanpa gol atas Filipina, Minggu 25 November.

Sebagai catatan, timnas memiliki beberapa alasan yang kuat bahwa mereka tak siap menyambut Piala AFF. Salah satunya pergantian pelatih pada injury time dari Luis Milla menjadi Bima Sakti. 

-Komentar Bima Sakti yang Menyinggung Filipina
Selama konferensi pers jelang melawan Filipina, tercetus dari mulut pelatih Indonesia Bima Sakti, bahwa kekuatan The Azkals tak lepas dari dominasi para pemain naturalisasi.

Salah satu pemain naturasilsai Filipina Stephan Schrock pun geram. Ia membalas komentar Bima Sakti itu melalui media sosial dengan mengatakan; Panggil kami setengah darah (naturalisasi), tetapi setelah kami bertemu, hanya setengah dari kalian yang tersisa.

-Penyerangan Suporter Malaysia terhadap Fans Myanmar
Mungkin momen paling kontroversial selama fase grup ini adalah kabar penyerangan yang dilakukan oleh suporter Malaysia kepada fans Myanmar di Stadion Bukit Jalil. Padahal Malaysia mampu meraih kemenangan 3-0 atas tamunya.

Meski Harimau Malaya dipastikan meraih tiket semifinal, penyerangan ini akan mendapatkan investigasi dari AFF.

Sebaliknya, kabar tersebut menambah luka Myanmar. Sebelum laga itu dimulai, Myanmar saat itu masih memimpin Grup A. Tapi setelah itu, Myanmar harus gugur dan para pendukung mereka juga dilaporkan menderita luka-luka atas serangan tersebut.

PSM Makassar Rebut Puncak Klasemen Sementara Liga 1



(ACF)


Piala AFF 2018: Malaysia Terhindar dari Kekalahan atas Vietnam
Leg I Final Piala AFF 2018

Piala AFF 2018: Malaysia Terhindar dari Kekalahan atas Vietnam

1 day Ago

Malaysia terhindar dari kekalahan atas Vietnam pada leg pertama babak final Piala AFF 2018, Sel…

BERITA LAINNYA
Video /