Jersey Lionel Messi Pembawa Malapetaka

Kautsar Halim    •    14 Februari 2019 01:02 WIB
soccertainmentbarcelonaliga dunialionel messi
Jersey Lionel Messi Pembawa Malapetaka
Murtaza Ahmadi bersama ibunya. (NOORULLAH SHIRZADA / AFP)

Kabul: Mimpi Murtaza Ahmadi bertemu idolanya, Lionel Messi, memang sudah menjadi kenyataan sejak dua tahun lalu. Tapi, siapa sangka jika kenangan manis itu malah berubah menjadi malapetaka untuk dirinya dan keluarga.

Murtaza yang saat ini berusia tujuh tahun berasal dari Afghanistan. Namanya mendunia pada 2016 lalu karena diundang Messi secara pribadi untuk ikut membuka salah satu laga Barcelona.

Undangan diberikan sebagai bentuk simpati. Pasalnya, Messi tersentuh melihat foto Murtaza sedang bermain sepak bola sambil mengenakan kantong plastik berwarna biru putih (corak jersey Argentina) yang bertuliskan Messi 10.
 

Klik: Tekuk MU, Dani Alves Pede PSG Juara Liga Champions


Menurut Dailystar, saat ini Murtaza dan keluarganya sudah meninggalkan Ghazni dan menetap di Kabul. Itu terjadi karena dia diincar kelompok pemberontak Taliban. Akhir November lalu, kaum Sunni malah menyerang distrik Jaghori yang merupakan tanah kelahiran Murtaza.

"Taliban telah membunuh saudara-saudara saya dan mendatangi rumah-rumah. Mereka menyetop mobil-mobil dan membunuh para penumpangnya. Anak-anak tidak boleh bermain sepak bola di jalanan, padahal itu di luar ruangan," tutur Murtaza. 

"Kami sudah terbiasa dengan suara senapan mesin, Kalashnikov dan roket. Selain itu, kami juga mendengar teriakan orang-orang," tambahnya. 

Murtaza Ahmadi saat berusia lima tahun. (Foto: Dailystar)


Ibu kandung Murtaza, Shafiqa, mengklaim kabar tentang pertemuan Messi dengan putranya malah membuat hidup makin sengsara. Sebab, Taliban dan kelompok pemberontak lain meyakini Messi juga memberinya banyak uang. Atas dasar itulah, Murtaza menjadi sasaran.

"Tentu bakal lebih baik apabila Murtaza tidak terkenal. Nyawa kami dipertaruhkan di sini, baik itu di kampung halaman maupun di Kabul. Murtaza juga jadi lebih sering menghabiskan waktu di dalam rumah," terang Shafiqa.
 

Klik: Zinedine Zidane Diprediksi Latih Juventus


Sekalipun tidak bertemu Messi, Murtaza dan keluarganya memang target Taliban karena mereka tergabung dalam suku Shia. Ghazni, provinsi kampung halaman Murtaza, sudah lama menjadi daerah konflik antara pemerintah Afghanistan dengan Taliban. 

November lalu, ribuan orang, termasuk keluarga Murtaza, sudah mengungsi dari area tersebut karena kelompok garis keras melancarkan serangan besar. Jika bisa memilih, kata Murtaza, dia lebih baik meninggalkan Afghanistan agar bisa berlatih sepak bola dan menjadi seperti Messi.

"Saat berada di kampung halaman, saya pun tidak bisa mengenakan seragam Messi. Takutnya, malah ada orang yang melukai," ujar Murtaza yang memang dihadiahi jersey asli Messi di timnas Argentina dan Barcelona.  

"Saya berharap, ada yang mau membawa saya meninggalkan negara ini. Saya ingin menjadi pesepakbola seperti Messi dan bermain dengan dia," tutupnya. (Dailystar)


(ACF)