Dinilai Lecehkan Perempuan Rusia, Burger King Batalkan 'Sayembara Piala Dunia'

Gregah Nurikhsani Estuning    •    21 Juni 2018 21:50 WIB
piala dunia 2018
Dinilai Lecehkan Perempuan Rusia, Burger King Batalkan 'Sayembara Piala Dunia'
Ilustrasi perempuan Rusia. (Foto: AFP PHOTO / Kirill KUDRYAVTSEV)

Moskow: Restoran cepat saji Burger King meminta maaf dan menarik sayembara nyeleneh dalam rangka menyambut Piala Dunia 2018. Produsen fast food kenamaan dunia itu menjanjikan burger gratis seumur hidup kepada perempuan Rusia jika mampu dihamili pesepak bola.

Promo tersebut langsung menyita kritik tak lama setelah diumumkan. Publik menilai langkah yang dilakukan Burger King adalah bentuk seksisme dan melecehkan kaum perempuan, khususnya perempuan Rusia.

Pada awalnya, Burger King berdalih sayembara tersebut dilakukan guna melahirkan benih-benih sepak bola unggul di Rusia. Sebagai rewards, perempuan yang dihamili pesepak bola berhak mendapatkan suplai burger seumur hidupnya.

Klik: Dituding Seksis, John Terry Dibully di Sosmed

Setelah mendapatkan kecaman dari banyak pihak, segala rekam jejak maya terkait promosi tersebut langsung dihapus oleh Burger King awal pekan ini. Beberapa hari berselang, barulah manajemen Burger King meminta maaf melalui jaringan televisi VKontakte.

"Kami meminta maaf atas pengumuman yang telah kami lakukan. Kami merasa langkah tersebut terlalu ofensif dan tidak layak," ujar perwakilan Burger King.

Penggiat feminis di Rusia sendiri heran dengan reaksi 'biasa-biasa saja' dari dalam negeri. Padahal, sayembara itu menyita perhatian dunia, khususnya dari kalangan pembela hak-hak wanita.

Alyona Popova, aktivis feminis Rusia, miris dengan kurangnya ketegasan di kalangan perempuan Rusia. Menurutnya, banyak kejadian pelecehan di Negeri Beruang Merah, tetapi perempuan Rusia cenderung mendiamkan aksi semacam itu.

"Kalau pemahaman bahwa wanita adalah tentang tubuh semata, dan upaya pembenaran terhadap pelecehan seksual dibiarkan saja, seperti menyalahkan korban wanita dalam kekerasan rumah tangga, lama kelamaan, semua wanita akan merasa kalau itu adalah norma belaka," ujar Popova kepada BBC.

Video: Salam dari Rusia, Jalan-jalan di Krasnaya Ploshad
 


(ACF)


Video /