Tendangan Bebas

Terima Kasih, Brasil!

Irvan sihombing    •    14 Juli 2014 12:15 WIB
final pd14
Terima Kasih, Brasil!
theguardian.com

LANGIT di atas Stadion Maracana, Rio de Jainero, terlihat begitu menawan pada malam itu. Pekatnya langit bermandikan nyala kembang api yang penuh warna-warni dengan beragam bentuk nan indah.

Di bawah sana, di stadion berkapasitas 75 ribu penonton, suasana berpadu pandan seolah tidak mau kalah gempita. Seisi stadion tengah berpesta menyambut lahirnya 'juara baru' di Benua Amerika.  

Ya! Kesebelasan Jerman berhasil menjadi negara non-Amerika pertama yang berhasil menjadi juara di benua ini sejak Piala Dunia edisi pertama digelar pada 1930 di Uruguay.

Ketika itu, juaranya adalah tuan rumah Uruguay.  'La Celeste'--julukan tim nasional Uruguay--kembali menjadi juara saat Brasil menggelar Piala Dunia 1950. Kekalahan tim 'Samba' dikenal dengan Tragedi 'Maracanazo'. Brasil yang sudah menapakkan kaki di partai final harus menelan kekalahan dari Uruguay.

Sakitnya terasa hingga 2014 ketika Brasil menjadi tuan rumah untuk kali kedua. Rakyat Brasil trauma dan khawatir 'Selecao' kembali menuai hasil menyakitkan. Dalam perjalanannya, kekhawatiran tersebut terbukti. Tim besutan Luiz Felipe Scolari dipermalukan Jerman dengan skor telak 1-7 di babak semifinal. Bahkan saat merebutkan peringkat ketiga, Brasil kembali menjadi pesakitan setelah dibungkam Belanda 3-0.

Harapan negara 'Benua Biru' untuk menjadi juara sebenarnya sempat terbuka ketika Cekoslowakia meraih tiket ke laga pamungkas Piala Dunia 1962. Namun, Cekoslowakia takluk 1-3 dari Cile di babak final.

Ketiga catatan di atas sempat memunculkan pesimisme ketika Jerman melaju ke final dan harus berjumpa dengan Argentina, Senin (14/7/2014).

'Der Panzer' akhirnya berhasil mematahkan mitos tersebut. Anak-anak asuhan Joachim Loew membuktikannya dengan menekuk Argentina yang merupakan wakil Benua Amerika dengan skor 1-0.

Berkat gol bintang muda Bayern Muenchen, Mario Goetze, menit ke-113, membuat wakil Eropa berhasil menancapkan kukunya di Benua Amerika.

Satu catatan menarik. Goetze oleh Legenda Jerman, Franz Beckenbauer, disetarakan dengan bintang Argentina Lionel Messi.

“Dia merupakan Lionel Messi-nya Jerman. Goetze memiliki teknik dan insting bermain seperti halnya Messi. Tidak mungkin menghentikan laju Goetze. Dia terus melaju seakan-akan tidak ada pemain lawan yang bisa mengejarnya,” puji 'Der Kaizer' atas kiprah sang pemain berusia 21 tahun di Piala Dunia Brasil.

Singkat kata, singkat cerita, keberhasilan Jerman menjadi 'juara baru' di Tanah Amerika adalah hal yang pantas. Sempat terseok-seok karena Loew mengubah wajah tim--salah satunya dengan mengganti posisi kapten Philip Lahm dari bek ke gelandang--Jerman menunjukkan kualitasnya dengan permainan ciamik dan menghibur.

Yang membahagiakan adalah Jerman menghapus puasa gelar selama 24 tahun dan kini menjadi negara yang telah empat kali mengoleksi empat gelar juara dunia sama seperti Italia.

Gelar tersebut sebenarnya bisa diraih pada 2002. Jerman berhasil melaju ke final Piala Dunia Korea-Jepang. Namun, langkah mereka dijegal Brasil yang ketika itu ditukangi Scolari.

Hasil tersebut membuat Scolari berhasil mempersembahkan trofi kelima untuk Brasil. Namun, rupanya Scolari pulalah yang akhirnya harus menerima 'pembayaran' menyakitkan dari Jerman.

Terlepas dari itu semua, ucapan terima kasih patut diberikan kepada pemerintahan Presiden Dilma Rousseff yang kerap dihujani kritik dari lawan-lawannya.

Kendati sempat diselimuti kekhawatiran apakah Brasil bisa menggelar Piala Dunia, Rousseff akhirnya membuktikan bahwa pesta akbar paling prestisius se-jagat raya akan digelar dengan sukses di negeri Brasil.

Rasa terima kasih juga patut diucapkan kepada suporter Brasil karena mereka menerima kekalahan dengan lapang dada. Tidak membuat kerusuhan besar-besaran seperti yang pernah terjadi di Piala Konfederasi 2013.

Berkat dukungan para suporter tuan rumah, jutaan penduduk di muka bumi bisa menikmati indahnya Piala Dunia 2014 serta menyaksikan Jerman menjadi juara. Obrigado, Brazil!


(NAV)


Video /