Catatan dari Filipina

Perjalanan tak Berujung

putra adhito    •    25 November 2016 12:35 WIB
piala aff
Perjalanan tak Berujung
Putra Adhito berpose dengan jeepney (Foto: putra adhitio)

Sejak tiba di Manila, Filipina pada 19 november 2016 kami tidak menyangka dengan kondisi jalanan di Manila. Bertugas di negeri orang, kami mengharapkan dapat terhindar dari kemacetan layaknya Jakarta. 

Namun siapa sangka, jalanan di metro Manila sama seperti Jakarta. Kemacetan dimana-mana tanpa ada sebab dan tidak mengenal waktu.

Kemacetan ini pun juga dikeluhkan oleh sejumlah media peliput Piala AFF 2016. Untuk menuju lokasi stadion baik Philipphines Sports Stadium atau Rizal Memorial Stadium, kami harus berangkat 3 jam lebih awal. 


(Foto kemacetan di Manila. Foto: Putra Adhito)

"Membeli mobil di sini sangat murah, dan juga transportasi publik di sini sangat jelek, makanya masyarakat lebih memilih menggunakan kendaraan pribadi," ujar Rolando Hipolito, supir taksi online yang kami gunakan. 

Dengan menyediakan uang muka sebesar 10 juta rupiah, maka kita dapat mendapatkan sebuah mobil baru. "Masyarakat sini, setidaknya memiliki dua mobil bahkan lebih. saya memiliki dua mobil, yang satu untuk pribadi dan yang satu untuk kendaraan online," tambah Rolando.

Kenyataannya memang kondisi transportasi umum di sini memang tidak terlalu bagus dan tidak aman. Transportasi umum di metro Manila terdapat taksi, jeepney, bus, dan MRT (Mass Rapid Transit) dengan kondisi yang tak layak.




(PAT, KRS)

Penilaian AFF tentang Stadion Pakansari
Jelang Final Piala AFF 2016

Penilaian AFF tentang Stadion Pakansari

14 minutes Ago

Stadion Pakansari yang berada di Cibinong, Kabupaten Bogor telah sukses menggelar laga semifina…

BERITA LAINNYA
Video /