Ketum PSSI Siap Dipenjara Jika Pemain Asing Melanggar Hukum

A. Firdaus    •    20 April 2017 11:31 WIB
liga indonesia
Ketum PSSI Siap Dipenjara Jika Pemain Asing Melanggar Hukum
Michael Essien saat latihan bersama Persib (MTVN - Roni Kurniawan)

Metrotvnews.com, Jakarta: Ketua Umum (Ketum) Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Edy Rahmayadi siap bertanggung jawab mengenai persoalan Kartu Izin Tinggal Terbatas (KITAS) pesepak bola asing yang membela klub di tanah air. Bahkan ia siap dipenjara jika sang pemain melakukan hal  ilegal.

Sejauh ini, ada 25 pemain dari 11 klub di Liga 1 belum memiliki KITAS. Dua di antaranya merupakan penggawa Persib Bandung, yakni Carlton Cole dan Michael Essien.

Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI) sudah melaporkan ke-25 pemain yang bersangkutan ke pihak Direktorat Jenderal Imigrasi. Alhasil, Cole dan Essien dipanggil oleh Imigrasi Kota Bandung, Selasa 18 April.

"Pemain asing tidak boleh seenaknya di Indonesia. Saya akan bertanggung jawab kalau pemain tersebut melanggar hukum. Saya yang nanti akan dipenjara," ujar Edy.

"Persoalan ini bukan hanya ada di Persib. Menyelesaikan persoalan ini butuh waktu panjang. Harus sesuai dengan undang-undang. Saya akan pertanggung jawabkan. Bukan PSSI," tegas pria kelahiran Sabang itu.

"Memang ini menyalahi aturan (seperti yang disampaikan di pemberitaan). Kami sudah berkomunikasi dan mengurus semuanya. Kompetisi dijalankan sambil persoalan ini diselesaikan. Liga 1 tidak bisa mundur lagi. Kalau kembali diundur, bakal lebih banyak lagi yang mengamuk," terang Edy.

Baca juga: Kumpulan Fakta Usai Monaco Singkirkan Dortmund

"Jadi saya minta maaf. Bukan maksud untuk tutup telinga bagi orang-orang yang mau berbicara soal ini. Tapi percayalah pemain-pemain asing yang bermain di kompetisi Liga 1 itu tidak sama dengan Tenaga Kerja Asing (TKA) yang mau bekerja di Indonesia secara sembunyi-sembunyi. Tidak. Para pemain itu terlihat di televisi. Mereka diberitakan di laman media massa. Oleh karena itu, yakinlah para pemain itu tidak akan lari. Saya meminta percayalah."

"Kami sudah membicarakan semuanya. Aturannya adalah pihak klub mengajukan kepada PSSI. Kemudian dari PSSI mempelajari untuk kemudian diajukan kepada BOPI. Lalu BOPI memberikan rekomendasi sampai ke Kementerian Ketenagakerjaan dan Transmigrasi dan juga Imigrasi. Setelah itu izin dikeluarkan. Prosesnya membutuhkan waktu yang tidak sebentar. Tapi ini bukan ranah kami. PSSI akan tetap memenuhi perihal verifikasi tersebut. Tapi kami meminta agar dimudahkan. Lalau tidak, ya, ini tidak bisa selesai dalam waktu dua tiga minggu karena semua ada prosedurnya," lanjutnya.

Baca juga: Kata Bonucci setelah Mendapatkan Jersey Lionel Messi

Edy menolak jika pemain asing tidak dimainkan karena terbentur masalah KITAS. Menurutnya, kebijakan itu bisa memberikan efek buruk ke semua pihak. Salah satunya kepada sponsor.

"Bagaimana jika sponsor tidak mau? Apa Liga ini diberhentikan saja? Nanti kalau sudah beres baru kami mulai lagi. Kami (BOPI, LIB, PSSI) sepakat dan saya yang akan bertanggung jawab akan semua itu. Sebab klub-klub itu meminta ke LIB untuk memainkan pemain asing. Saya yang mengizinkan. PSSI sudah berkomunikasi kepada BOPI. Setelah itu, PSSI akan bertemu Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi, BOPI, LIB dan Imigrasi," tegasnya.

BOPI memang sejak jauh hari sudah melontarkan kekecawaan kepada PT LIB lantaran tetap memberikan izin pemain bertanding walau belum mendapatkan KITAS. Balasan PT LIB cukup tegas. Mereka menegaskan  izin KITAS tak cukup selesai dalam waktu sehari atau dua hari. Alhasil, mereka tetap membiarkan pemain asing tampil di laga perdana Liga 1.





(HIL)

Data & Fakta Menarik Real Madrid vs Atletico Madrid
Semifinal Liga Champions 2016--2017

Data & Fakta Menarik Real Madrid vs Atletico Madrid

2 days Ago

Madrid selalu mampu melewati hadangan Atletico dalam empat kali bentrok di pentas Eropa.…

BERITA LAINNYA
Video /