Liga 1 Indonesia 2017

PSSI Klaim Dapat Respons Positif dari FIFA Soal 5 Pergantian Pemain di Liga 1

Antara    •    12 April 2017 23:34 WIB
liga 1 indonesia 2017
PSSI Klaim Dapat Respons Positif dari FIFA Soal 5 Pergantian Pemain di Liga 1
Ketum PSSI Edy Rahmayadi (dua dari kiri) berpose dengan perwakilan sponsor dalam peresmian Liga 1 yang akan mulai digulirkan 15 April 2017 (Foto: ANTARA FOTO/M Agung Rajasa)

Metrotvnews.com, Jakarta: Otoritas sepak bola dunia, FIFA menanggapi positif ide PSSI untuk menambah jumlah pergantian pemain di kompetisi Liga 1 menjadi lima pemain. Hal tersebut disampaikan Plt Sekjen PSSI, Joko Driyono.

Dalam perbincangan di kantor PSSI, Rabu 12 April 2017, Joko mengatakan, FIFA, secara informal tidak keberatan dengan ide tersebut. Menurut mereka, hal tersebut adalah sebuah terobosan dalam upaya untuk pengembangan sepak bola Indonesia.

Namun, sejauh ini belum ada keterangan resmi dari FIFA terkait hal tersebut. Organisasi yang dipimpin mantan sekjen UEFA, Gianni Infantino itu belum menjawab surat resmi yang diajukan PSSI beberapa waktu lalu.

"Mudah-mudahan dalam satu atau dua hari ke depan ada balasan resmi dari FIFA," ujar Joko.

Peraturan baru Liga 1 yang mempersilakan setiap tim melakukan paling banyak lima kali pergantian pemain menjadi isu hangat menjelang bergulirnya kompetisi tertinggi di Indonesia, akhir pekan ini.
 

Baca: PSSI Cari Sekjen yang Tahan Banting


Jika merujuk pada Hukum Permainan atau "Laws of The Game" FIFA, kebijakan yang diberlakukan PSSI ini tidak sejalan dengan aturan FIFA yang hanya memperbolehkan tiga kali pergantian dalam kompetisi tertinggi di suatu negera.

Jika proposal tersebut disetujui FIFA, maka, Indonesia menjadi negara yang pertama yang menerapkan kebijakan lima pergantian pemain.

Ketua Umum PSSI Letnan Jenderal TNI Edy Rahmayadi sebelumnya menyatakan bahwa kebijakan lima pergantian pemain itu diambil demi memuluskan regenerasi pemain. Sebab, Liga 1 mengharuskan setiap klub mengontrak lima pemain U-23 dan memainkan tiga orang di antaranya setidaknya 45 menit.

Demi memfasilitasi kebijakan itu, tim-tim di Liga 1 juga dipersilakan menyertakan 20 pemain dalam skuat, lebih banyak dua orang dari peraturan liga sebelumnya.
 

Baca juga: Tidak Digaji Setahun, Mantan Pelatih PBR Melapor ke Polisi


Menurut Joko Driyono, regulasi Liga 1 seperti itu memang membuat klub harus berpikir keras bagaimana bisa menurunkan skuat termumpuni.

"Jadi misalnya, di pertandingan, sebuah tim menurunkan empat pemain asingnya sesuai aturan Liga 1, yaitu dua non-Asia, satu Asia dan satu 'marquee player'. Jumlah itu menjadi lima orang ditambah penjaga gawang, kemudian ditambah lagi tiga pemain U-23. Artinya tim tersebut hanya memiliki tiga tempat kosong yang diperebutkan pemain terbaik. Kalau cuma tiga kali pergantian akan sulit," kata Joko.

Lagipula, lanjut dia, FIFA beberapa kali menunjukkan keluwesan penerapan kebijakan yang tidak diatur dalam "Laws of The Game", seperti halnya "jeda minum" atau "water break".

Walau tidak tertera dalam aturan, "water break" yang dilakukan selama tiga menit dalam pertandingan itu sudah lazim diterapkan terutama di negara beriklim tropis dengan alasan melindungi kesehatan atlet.

"Artinya FIFA tidak tertutup terhadap inovasi. PSSI meminta lima pergantian pemain dengan alasan yang jelas, tidak asal-asal. Secara informal FIFA pun menilai kebijakan tersebut tidak sekadar Laws of The Game tetapi juga tentang pengembangan sepak bola," tutur Joko.

Video: ?Semen Padang Berburu Marque Player
 


(ACF)

PSG akan Jadi Senjata Ronaldo untuk Menekan Madrid
Masa Depan Cristiano Ronaldo

PSG akan Jadi Senjata Ronaldo untuk Menekan Madrid

5 hours Ago

PSG dikabarkan siap menggelontorkan dana hingga 176 juta Poundsterling (Rp2,9 triliun) untuk me…

BERITA LAINNYA
Video /