Pengaturan Skor Sepak Bola

Kisah Bambang Suryo Keluar dari Dunia Match Fixing

Daviq Umar Al Faruq    •    05 Desember 2018 23:19 WIB
liga indonesiapssiPengaturan Skor Sepak Bola
Kisah Bambang Suryo Keluar dari Dunia <i>Match Fixing</i>
Mantan pelaku pengaturan skor pertandingan sepak bola Indonesia, Bambang Suryo (kanan) saat memberikan keterangan pers terkait match fixing yang terjadi di sepak bola Indonesia (Foto: medcom.id/Ahmad Mustaqim)

Malang: Mantan Runner Match Fixing (pengaturan skor), Bambang Suryo menceritakan kisahnya ketika keluar dari dunia mafia sepak bola di Indonesia. Bambang mengaku telah memutuskan tak lagi menyentuh lagi match fixing sejak 2015 lalu.

Bambang mengaku berhenti menjadi runner berkat saran dari koleganya, Ketua Generasi Muda Forum Komunikasi Putra Putri Purnawirawan TNI - Polri Indonesia (GM FKPPI) Kabupaten Malang, Agusto Ariefianto. Sejak saat itu, dia bertaubat dan memutuskan untuk menjalani hidupnya menjadi Manajer tim Liga 3, Metro FC.

"Pada tahun 2015, beliau (Agusto) yang menyuruh saya berhenti. Beliau berkata sudahi demi sepak bola Indonesia yang terbaik," katanya saat jumpa pers, Rabu 5 Desember 2018.

Pria berkepala plontos itu mengaku diajak Agusto untuk menjalankan bisnis yang lain. Hal itu dilakukan agar mampu lepas dari dunia mafia sepak bola.
 

Baca: Daftar Kandidat Peraih Penghargaan Individu Liga 1


"Mengadopsi pemikiran-pemikiran panjang ayo kita punya bisnis yang lain, seperti hotel atau karaoke. Saya berhenti sejak 2015 sampai sekarang. Jadi kalau ada nama saya sebagai runner, lah wong saya ini sekarang di rumah saja kok," bebernya.

Sebelumnya, Bambang menjadi narasumber dalam acara diskusi salah satu televisi nasional, Rabu 28 November 2018. Di sana dia membeberkan fakta mengenai mafia sepak bola di Indonesia dan menyebutkan nama salah satu pelakunya yakni Vigit Waluyo (VW).

Dalam waktu dekat ini, Bambang mengaku bakal terus berupaya untuk membongkar dunia mafia sepak bola di Indonesia. Dia mengaku bakal bertemu dengan salah satu tokoh penting untuk membicarakan masalah tersebut.
 

Baca juga: Demi Main di GBK, Jakmania Siap Bantu Bersih-bersih Lapangan


"Nanti 2-3 hari lagi ada orang yang mau ketemu dengan saya tapi saya tidak mau ngomong di sini dulu. Dia mau minta bantuan juga. Dia salah satu orang penting di Indonesia, kapasitasnya nasional," ungkapnya.

Di sisi lain, Bambang berharap agar para pelaku mafia sepak bola di Indonesia untuk berhenti. Sebab apabila masih ada match fixing sama saja dengan membohongi suporter atau pendukung tim sepak bola.

"Kita jangan membohongi suporter, sampai suporter terbunuh, semua itu saya miris. Saya sampai nangis pada waktu itu malam hari. Berhentilah jangan bikin masalah suporter, karena suporter itu lebih penting dari sepak bola," pungkasnya.

Tak ingin ketinggalan update berita bola dan olahraga? Follow instagram kami @medcom_olahraga

Video: ?Menghitung Peluang Juara antara Persija vs PSM



(ACF)