Tanpa Rivalitas, Sepakbola Seperti Nonton Bioskop

Daviq Umar Al Faruq    •    30 September 2018 14:43 WIB
liga indonesiaAnarkisme Suporter
Tanpa Rivalitas, Sepakbola Seperti Nonton Bioskop
Suporter tim Arema FC membawa spanduk saat Ikrar Damai Sepakbola Indonesia di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur, Sabtu (29/9). Ikrar damai tersebut diharapkan mampu menciptakan suasana kondusif dalam kancah sepakbola nasional. ANTARA FOTO/Ari Bowo Su

Malang: Juru bicara 18 klub Liga Indonesia 1, Haruna Soemitro mengatakan seharusnya rivalitas dalam kompetisi sepak bola tidak dimatikan. Sebab, rivalitas seperti dinamika orkestra yang luar biasa dan harus dijaga bersama.

"Kita tidak ingin rivalitas dimatikan. Tanpa rivalitas nonton sepakbola seperti nonton bioskop. Rivalitas itu wajib, rivalitas yang tanpa membunuh dan mematikan. Mematikannya yang disetop, bukan rivalitasnya," katanya, Sabtu 29 September 2018.

Seperti diketahui, manajer dari 18 klub Liga Indonesia 1 mendeklarasikan ikrar bertemakan #RivalitasTanpaMembunuh di Stadion Kanjuruhan, Malang, Sabtu 29 September 2018. Ikrar ini dibacakan sebelum laga amal Arema FC kontra Madura United dimulai.

Ikrar ini sendiri dinyatakan sebagai aksi simpatik terhadap insiden tewasnya salah satu pendukung Persija Jakarta, Haringga Sirla usai dikeroyok oknum suporter Persib di area parkiran Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Minggu 23 September 2018.

Belasan klub tersebut terdiri dari Arema FC, Madura United, Persib Bandung, PSM Makassar, Bali United, Persija Jakarta, Bhayangkara FC, Barito Putera, Persipura Jayapura, Borneo FC, Persela Lamongan, Persebaya Surabaya, Mitra Kukar, Sriwijaya FC, PSIS Semarang, PS Tira, Perseru Serui, dan PSMS Medan.

"Apresiasi luar biasa untuk Arema yang telah menjadi tuan rumah bagi kita semua. Ini ide brilian meskipun mendadak. Dalam waktu tidak lama, kita sepakat adakan acara ini. Ini ajang kita bersama-sama kumpul menyatukan langkah dan pikiran menghadapi sepakbola kedepan," terang Haruna.

Manajer Madura United ini menyampaikan PSSI menghentikan sementara kompetisi Liga Indonesia 1 2018 hingga batas waktu yang tidak ditentukan. Pemberhentian kompetisi tersebut dilakukan akibat peristiwa sadis yang terjadi beberapa waktu yang lalu.

"Kita ingin sepakbola membangun respek bagi semuanya. Kami menyadari suporter adalah aset, seperti harta karun. Tanpa suporter sepakbola itu tidak ada. Suporter dan klub harus punya sinergi yang bagus," jelasnya.

"Kami menyadari bahwa, kehilangan satu suporter saja kita kehilangan aset yang luar biasa. Kita ingin ini semua dihentikan. Jangan sampai ada korban berikutnya," tutupnya. (Editor: Gregah Nurikhsani Estuning)

Video: Suporter Bola di Indramayu Gelar Deklarasi Damai
 



Video /