Danone Cup 2017

SSB Batu Agung Wakili Indonesia di Final Dunia Danone Cup 2017

Kautsar Halim    •    16 Juli 2017 22:53 WIB
sepak bola
SSB Batu Agung Wakili Indonesia di Final Dunia Danone Cup 2017
SSB Batu Agung dari Kalimantan Selatan berpose dengan trofi final nasional Danone Cup 2017. (Foto: MTVN/Zam)

Metrotvnews.com, Bogor: Sekolah Sepak Bola (SSB) Batu Agung dari Kalimantan Selatan berhasil keluar sebagai pemenang di putaran final nasional Danone Cup 2017. Dengan begitu artinya, SSB Batu Agung berhak mewakili Indonesia di putaran final dunia yang berlangsung di New York, Amerika Serikat, pada September mendatang.

Putaran final nasional diikuti 16 SSB dari seluruh penjuru Indonesia selama dua hari (15-16 Juli) di Stadion Pakansari, Cibinong, Bogor, Jawa Barat. Batu Agung baru memastikan diri menjadi juara setelah menekuk Imran Soccer Academy dari DKI Jakarta dengan skor 1-0 pada laga pamungkas, Minggu 16 Juli.


Klik: Terungkap, Neymar Hampir Gabung Real Madrid pada 2013


Bukan tugas mudah bagi Batu Agung untuk menaklukkan Imran Soccer Academy yang terlihat memiliki suporter lebih banyak di tribun. Kendati demikian, jalannya pertandingan tetap berlangsung ketat dan kedua tim sama-sama tampil pantang menyerah.


Suasana laga Batu Agung vs Imran Soccer Academy. (Foto: MTVN/Zam)


Dalam laga yang berdurasi 2x10 menit tersebut, Batu Agung baru mampu mencetak gol semata wayang lewat sepakan Muhammad Akbar pada pengujung babak kedua. Skuat Imran Soccer Academy sudah berusaha tampil lebih agresif dalam sisa waktu yang tersisa, namun peluit panjang terlanjur berbunyi tidak lama kemudian.

Para penggawa Batu Agung tak bisa menahan aksi untuk melakukan selebrasi setelah laga dinyatakan berakhir. Sementara itu, sebagian besar pemain Imran Soccer Academy tersungkur lesu di tengah lapangan. Suasana sportivitas tetap ditunjukkan ketika panitia mengarahkan untuk saling bersalaman dan melakukan foto bersama.

Penggawa Batu Agung berhamburan keluar lapangan ketika laga berakhir. (Foto: MTVN/Zam)


Kemenangan ini memastikan Batu Agung menjadi wakil Indonesia untuk melakoni putaran final dunia Danone Cup di Red Bull Arena, New York, Amerika Serikat pada September mendatang. Sambil menunggu hari itu tiba, seluruh skuat Batu Agung akan kembali ke Kalimantan Selatan dan dibina oleh Otsuka Koichi yang merupakan mantan pelatih timnas Jepang.

"Selamat untuk SSB Batu Agung yang telah merebut gelar juara nasional Danone Cup 2017. Berkat ketekunan, kegigihan, kerja keras dan mimpi besar dimiliki, kalian mampu membuktikan diri dengan baik. Perjalanan belum selesai dan justru baru dimulai. Selamat menjalani persiapan bersama Coach Otsuka," ujar Gistang Panutur selaku Marketing Manager Danone AQUA ketika memberikan ucapan selamat kepada SSB Batu Agung.
 

Klik: Dortmund Masih Menunggu Tawaran untuk Aubameyang


Memang bukan pekerjaan mudah bagi Batu Agung untuk mewujudkan mimpi menjadi wakil Indonesia di ajang yang juga disebut-sebut sebagai Piala Dunia anak-anak usia dini itu. Pasalnya, Safrudin Noor yang merupakan pelatih Batu Agung mengklaim sudah mengejar prestasi itu selama empat tahun.

"Kami menunggu momen ini selama empat tahun. Sebelumnya, pernah mencapai final juga pada 2015. Tapi saat itu, kami kalah dengan Jawa Timur. Tahun 2017 ini merupakan bukti bahwa kami yang berasal dari daerah punya semangat pantang menyerah kepada tim-tim dari kota besar," kata Safruddin dalam jumpa pers usai laga.

Jumpa pers usai laga Batu Agung vs Imran Soccer Academy. (Foto: MTVN/Zam)


Tugas Batu Agung di putaran final dunia tentu semakin berat karena terdapat 32 negara peserta yang ikut ambil bagian. Menanggapi itu, pelatih Otsuka yang punya pengalaman dalam pembinaan usia dini di Jepang tidak gentar. Ia tetap melihat adanya harapan dari kaki-kaki kecil para bocah Kalimantan Selatan.

"Sudah dua hari berturut-turut saya melihat pertandingan anak-anak Indonesia. Mereka tampil sangat bersemangat, punya teknik bagus, kerjasama tim yang oke. Mungkin saya hanya akan mengajarkan mereka cara menggiring atau melempar bola agar tampil lebih baik," papar Otsuka sambil melempar senyum.

Format turnamen putaran final dunia tidak akan berbeda dengan penyelenggaraan putaran final nasional. Sistemnya tetap menggunakan setengah kompetisi, dan durasinya pun hanya 1x20 menit untuk babak selain final. 

Seremoni angkat piala putaran final nasional Danone Cup 2017: 
 


(KAU)

Video /