Polemik Pengaturan Skor

Arema Khawatir PSSI Dijatuhi Sanksi FIFA

Daviq Umar Al Faruq    •    06 Februari 2019 10:30 WIB
arema malangpssiPengaturan Skor Sepak Bola
Arema Khawatir PSSI Dijatuhi Sanksi FIFA
Media Officer Arema FC, Sudarmaji. (Foto: medcom.id/Daviq Umar)

Arema FC khawatir tindakan yang dilakukan Satgas Antimafia Bola berujung dengan sanksi FIFA. Dia juga meminta berbagai pihak saling bersinergi untuk menyelesaikan kasus dugaan suap.

Malang: Penggeledahan Kantor PSSI yang dilakukan Satuan Tugas (Satgas) Antimafia Bola menimbulkan kekhawatiran dari berbagai pihak. Salah satunya klub Arema FC.

Sebelumnya Satgas Antimafia Bola menggeledah Kantor PSSI di Jalan Kemang Timur V Jakarta Selatan dan di FX Sudirman Tower Lantai 14 Jakarta Pusat, Rabu 30 Januari.

Media Officer Arema FC, Sudarmaji mengungkapkan, sebagai salah satu klub peserta Liga 1, Arema merasakan kekhawatiran apabila penggeledahan Kantor PSSI dapat berujung sanksi dari FIFA.

"Penilaian kami, PSSI sudah sangat kooperatif memberikan dukungan dan support yang besar kepada Polri untuk mengusut tuntas dugaan mafia pengaturan skor," kata Sudarmaji.

Baca: Valverde Pastikan Messi Tampil di El Clasico

Bahkan, PSSI kini telah membentuk Komite Adhoc Integrity. Bagi Sudarmaji, komite tersebut berisikan para tokoh yang punya kapasitas di bidang penegakan hukum. Oleh karena itu, Arema sangat mendukung upaya kolaborasi aktif antara satgas dan komite

"Karena khawatir ekspektasi publik terhadap sepak bola menjadi kontra produktif. Menjadi was was dan takut pengalaman kita terkena sanksi dari FIFA. Sepak bola kita menjadi terpuruk lagi," bebernya.

Pria asal Banyuwangi ini menambahkan, saat ini para pengelola klub masih harus membangun kepercayaan kepada para sponsor. Sebab sepak bola di Indonesia kini tengah dilanda ujian mafia bola.

"Kami berharap segera dipercepat proses hukum pelanggaran match fixing ini agar segera terbangun kepercayaan publik dan pelaku bisnis. Ribuan para pekerja menggantungkan hidupnya dari sepak bola mulai pemain, pelatih, official, karyawan yang bekerja di klub klub jangan sampai kehilangan pekerjaan," jelasnya.

"Karena itu kami sepakat agar kemitraan antara Polri, PSSI, Kemenpora dan seluruh stakeholder sepak bola Indonesia segera duduk bersama mencari solusi yang terbaik," imbuhnya.

Sudarmaji pun meminta seluruh pihak saling menghormati regulasi yang masing masing miliki. Sebab dia tak ingin sepak bola Indonesia kembali berujung sanksi. 

"Jangan sampai gairah kompetisi sebagai aset sepak bola kita kembali terhenti. Semua akan merugi. Kami optimistis PSSI, Polri, Kemenpora akan segera memberikan solusi," pungkasnya.

Video: Gol Perdana Saddil Ramdani di Liga Malaysia


(ASM)