Sisi Lain Suporter

Jakantor Community, Saat Seragam Kantor jadi Atribut Persija

Gregah Nurikhsani Estuning    •    02 Desember 2017 16:25 WIB
persijaliga indonesia
Jakantor Community, Saat Seragam Kantor jadi Atribut Persija
Aksi Jakantor saat mendukung Persija. (Foto: Nugroho Agung/Jakantor)

Jakarta: Persija Jakarta memiliki basis suporter atau komunitas bernama Jakantor Community (JC). Komunitas ini berisikan suporter Macan Kemayoran dari kalangan pekerja kantoran. Banyak pengalaman seru yang pernah ditemui oleh anggota-anggota Jakantor selama mendukung Persija.

Didirikan pada 6 Maret 2010, berbagai cerita seru dan menarik mengiringi perjalanan JC hingga saat ini. Sebagai komunitas yang berisikan suporter dari kalangan pekerja, Nurdin Kurniawan, salah satu penggagas JC mengisahkan pengalaman dia dan teman-teman sesama anggota selama mendukung Persija, terutama saat tandang ke markas lawan atau awaydays.

"Pernah, Bung Ferry (Ketum Jakmania). Waktu itu sempat mengajukan pertanyaan, 'Lo semua kan kerja, itu gimana ngakalin cuti dari kantor?'," ucap Iwan saat berbincang bersama Medcom.id.

Baca: Membangun Imej Positif Suporter Sepak Bola ala Jakantor

"Pernah juga suatu ketika pas pertama kali kita tur ke Kalimantan, ada satu kawan kita yang selama perjalanan kelihatan resah. Nah waktu kita istirahat makan, dia melipir ngangkat telpon. Kita tanya, ngga taunya itu dari istrinya. Dia bilang sama istrinya ada dinas ke Kalimantan," sambung Iwan dengan gelak tawa.



Keberadaan Jakantor berawal dari kesibukan pecinta Persija yang mayoritas berasal dari pekerja kantoran. Lantas, ide untuk membentuk komunitas Jakantor pun muncul atas dasar kesamaan pemikiran dari para anggotanya.

Untuk membedakan dengan kelompok suporter lainnya, inovasi pun dilakukan oleh Jakantor. Selain kartu Emoney edisi khusus yang diterbitkan oleh salah satu perusahaan bank Indonesia pada ulang tahun Persija ke-89, ternyata Jakantor sudah bekerja sama dengan perusahaan travel. Dengan begini, mobilisasi anggotanya bisa terfasilitasi, sehingga kenyamanan dan keamanan ketika awaydays bisa maksimal.



Tak cuma itu saja, tiap kali awaydays, Jakantor biasanya berupaya agar kegiatan tersebut tak cuma sekadar nonton Persija saja. Bila tersedia waktu banyak, tidak jarang anggota Jakantor mengajak serta keluarga untuk bertamasya.

"Kita pernah awaydays ke Malang. Kita sampai di sana relatif lebih awal, sekalian kita menuju tempat wisata dulu, ya sekadar berenang misalnya. Jadi tujuan lainnya juga mencontohkan bahwa nonton bola gak semenyeramkan bayangan orang pada umumnya, kita bisa bawa istri, anak, gak masalah," kata Iwan lagi.



Mengenai hubungan antar suporter klub lain, Jakantor berusaha sebisa mungkin untuk tidak terbawa arus permusuhan. Diakui Iwan, Jakantor memiliki hubungan baik dengan beberapa kelompok suporter dari klub lainnya.

"Jakantor sering banget dapat direct message di akun media sosial dari suporter lain. Ya sekadar menyambung silaturahmi saja. Intinya dari mereka menunggu kami bertandang ke kota mereka. Yang belum pernah kesampaian itu tur massive ke Surabaya. Jadi memang agenda utama JC musim depan itu pas tandang lawan Persebaya," lanjut Iwan.

Sejak vlog booming dan menjadi keharusan banyak traveller, Jakantor mencoba memanfaatkan hal itu untuk dokumentasi perjalanan. Lebih jauh, vlog dari anggota Jakantor bisa jadi ajang mempromosikan diri kepada masyarakat mengenai kegiatannya. Komentar positif pun didapat dari pengguna media sosial.



Keseruan, kenyamanan, dan keamanan yang biasa ditawarkan Jakantor membuat banyak suporter Persija beberapa kali ingin ikut tur. Setelah Persija berpeluang besar mengikuti kompetisi level Asia, ada suporter yang meminta Jakantor menjadi fasilitator awaydays ke negara lain, mulai dari membantu pembuatan paspor dan visa sampai keberangkatan ke negara yang dituju, apalagi kerja sama dengan perusahaan travel akan bisa banyak membantu.

Sebagai suporter, tentu besar harapan dari Jakantor melihat Persija terus menunjukkan performa apik. Mereka melihat posisi striker masih perlu dibenahi manajemen klub untuk musim mendatang.

"Persija sudah lama tidak memiliki penyerang yang mumpuni. Musim depan kan Persija main di level Asia, seharusnya ada penyerang yang bisa bersaing dengan pemain-pemain lawan, yang ditunjang dengan fisik mumpuni," kata Iwan penuh harap.

Video: Hasil Undian Grup Piala Dunia 2018
 


(PAT)

Jumpa Barcelona, Hargreaves Kasihan dengan Fan Chelsea
Jelang Chelsea vs Barcelona

Jumpa Barcelona, Hargreaves Kasihan dengan Fan Chelsea

23 hours Ago

Chelsea ditakdirkan bersua Barcelona pada babak 16 besar Liga Champions 2017 -- 2018. Mantan pe…

BERITA LAINNYA
Video /