Sanksi Persija

Persija Ajukan Banding dan Sebut Hukuman Komdis tak Mendidik

Krisna Octavianus    •    13 April 2018 20:08 WIB
bolaliga 1 indonesia
Persija Ajukan Banding dan Sebut Hukuman Komdis tak Mendidik
Pemain Persija Riko Simanjuntak menjadi salah seorang pemain yang terkena hukuman Komdis-Foto: Antara

Jakarta: Direktur Utama Persija Gede Widiade siap mengajukan banding atas putusan Komite Disipilin (komdis) PSSI terkait lima pemain Macan Kemayoran yang dijatuhkan denda dan sanksi sosial. Menurutnya, keputusan itu tidak berdasarkan hukum yang jelas.

Belum lama ini, ada kejadian tidak mengenakkan ketika para pemain Persija menyebutkan kata-kata tak sopan kepada suporter Persib lewat tayangan langsung instagram. Meski belum jelas siapa pelakunya, lima pemain Macan Kemayoran dikenakan hukuman denda dan sanksi sosial.

Kejadian itu sempat viral dan membuat pemain Persija mesti menyampaikan permintaan maaf lewat media sosial. Maklum, kejadian itu juga memancing reaksi Bobotoh, yang sempat melaporkannya ke pihak kepolisian.

Baca juga: Dejan Antonic: Persija Bukan Hanya Simic

Gede mengatakan, hukuman sanksi sosial adalah sangat baik. Tetapi kalau hukuman denda uang, Gede merasa itu bukan hukuman yang mendidik. 

"Jadi kalau menurut saya kurang fair kalau didenda pakai uang karena tidak mendidik. Tapi kalau sanksi sosial mungkin bagus, tapi bukan kewajiban lima orang saja. Tapi kewajiban seluruh rakyat Indonesia untuk menghilangkan kegiatan rasis," ujar Gede saat dihubungi via sambungan telepon.

"Tetapi kalau si pengadil tidak bisa membuktikan siapa yang melakukan, lalu didenda Rp15 juta itu apa? Jadi, jangan ini dijadikan alat untuk satu arah memutuskan sepihak, tidak bagus. Kalau memang tidak ditemukan bukti otentik, pemain yang lima orang ya enggak apa-apa di sanksi sosial. Misalnya diminta mengkampanyekan antirasis lewat media sosial Persija, atau akun pribadi selama enam bulan," lanjut Gede.

Baca juga: Dejan Antonic Angkat Topi untuk Persija

Di sisi lain, Gede mengaku Persija memang dipanggil Komdis PSSI terkait masalah tersebut. Akan tetapi, menurutnya, tidak ada bukti otentik dari kejadian itu. Gede kecewa dengan hukuman tersebut, yang disebutnya semena-mena.

"Dipanggil, tetapi tidak melampirkan bukti otentik. Kalau misalnya gaji mereka Rp10 juta, mereka bayar pakai apa? Kan tidak mendidik dan kalau yang mendidik itu beri sanksi dulu. Lha wong ini baru pertama kali kejadian, buktinya enggak ada, sanksinya Komdis sudah langsung. 

"Yang memakai narkoba saja direhabilitasi dulu, jadi sangat tidak mendidik dan tidak memiliki kemampuan hukum dan saya sangat kecewa karena Komdis tidak mendidik, malah semena-mena, dasar hukumnya apa?" ucap Gede.

Gede memastikan Persija akan mengajukan banding terhadap putusan tersebut. "Saya menerima, tapi akan melampirkan banding karena tanpa dasar hukum," pungkasnya.

Sebelumnya, dalam rilis yang diterima, lima pemain Persija yang dihukum adalah Riko Simanjuntak, Gunawan Dwi Cahyo, Jaimerson Xavier, Asri Akbar, dan Ahmad Syaifullah.

Berikut rincian hukuman untuk lima pemain Persija:

1. Pemain Persija Jakarta Sdr. Riko Simanjuntak
- Tanggal kejadian: 25 Maret 2018
- Jenis pelanggaran: Terlibat dalam kejadian meneriakkan kata-kata yang menghina
- Hukuman: Sanksi kerja sosial berupa mengkampanyekan kampanye antirasis di media sosial, baik di media pribadi dan klub dan denda Rp 15.000.000

2. Pemain Persija Jakarta Sdr. Gunawan Dwi Cahyo
- Tanggal kejadian: 25 Maret 2018
- Jenis pelanggaran: Terlibat dalam kejadian meneriakkan kata-kata yang menghina
- Hukuman: Sanksi kerja sosial berupa mengkampanyekan kampanye antirasis di media sosial baik di media pribadi dan klub dan denda Rp 15.000.000

3. Pemain Persija Jakarta Sdr. Jaimerson Xavier
- Tanggal kejadian: 25 Maret 2018
- Jenis pelanggaran: Terlibat dalam kejadian meneriakkan kata-kata yang menghina
- Hukuman: Sanksi kerja sosial berupa mengkampanyekan kampanye antirasis di media sosial baik di media pribadi dan klub dan denda Rp 15.000.000

4. Pemain Persija Jakarta Sdr. Asri Akbar
- Tanggal kejadian: 25 Maret 2018
- Jenis pelanggaran: Terlibat dalam kejadian meneriakkan kata-kata yang menghina
- Hukuman: Sanksi kerja sosial berupa mengkampanyekan kampanye antirasis di media sosial baik di media pribadi dan klub dan denda Rp 15.000.000

5. Pemain Persija Jakarta Sdr. Ahmad Syaifullah
- Tanggal kejadian: 25 Maret 2018
- Jenis pelanggaran: Terlibat dalam kejadian meneriakkan kata-kata yang menghina
- Hukuman: Sanksi kerja sosial berupa mengkampanyekan kampanye antirasis di media sosial baik di media pribadi dan klub dan denda Rp 15.000.000.

Video: Pelukan Hangat Ronaldo untuk Buffon
 


(RIZ)


Video /