Buku Kurikulum Sepak Bola

Buku Kurikulum Pembinaan Sepak Bola Indonesia Diluncurkan

Patrick Pinaria    •    09 November 2017 21:08 WIB
pssi
Buku Kurikulum Pembinaan Sepak Bola Indonesia Diluncurkan
Danurwindo (kiri) saat peresmian buku kurikulum panduan sepak bola-MTVN/Patrick

Jakarta: Kemajuan sepak bola di Indonesia terus menjadi perhatian Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI). Demi mewujudkan kemajuan persepakbolaan di Tanah Air, PSSI merasa perlu membuat buku kurikulum mengenai pembinaan sepak bola Indonesia.

Buku panduan tersebut resmi diluncurkan dan diresmikan Direktur Teknik dan High Performance Unit PSSI Danurwindo di Kantor PSSI, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis 9 November.

Danurwindo berharap buku kurikulum tersebut bisa memajukan perkembangan sepak bola Indonesia. Terutama membantu pembinaan sepak bola di Tanah Air untuk usia muda. Sebab, ia menilai selama ini pembinaan usia muda di Indonesia belum jelas.

Baca juga: Umuh Ajukan Bandung ke Komdis PSSI

"Selama ini yang kita tahu bahwa banyak orang berbicara tentang youth development. Tetapi, youth development sesungguhnya masih belum jelas," ujar Danurwindo.

"Karena itu, dengan adanya kurikulum dan filosofi sepak bola Indonesia, kemudian ada coaching education yang membungkus tiga pilar dalam buku ini untuk youth development, kita mengharapkan kualitas permainan sepak bola Indonesia bisa meningkat. Sebab, saya juga baca di technical report FIFA pada tahun 2010, kemudian 2014, tim yang sukses adalah tim yang punya taktik jelas," tambahnya.

Lebih lanjut, Danurwindo menjelaskan beberapa hal penting dan filosofi cocok untuk Indonesia dalam buku tersebut. Di antaranya adalah cara menyerang, bertahan, dan transisi. Ketiga hal inilah yang harus diperkenalkan dalam pembinaan usia muda.

"Filosofi sepak bola Indonesia yang ada pada kurikulum ini adalah panduan cara gaya bermain menyerang, bertahan, dan transisi. Itu yang dipilih Indonesia untuk membawa sepak bola ke level tinggi," tutur Danurwindo.

Baca juga: Umuh Belum Terima Surat Hukuman dari Komdis PSSI

Dalam filosofi menyerang, terdapat tiga hal penting yang tertulis dalam buku tersebut, yaitu para pemain akan dikenalkan dengan gaya filosofi menyerang proaktif, dengan penguasaan bola konstruktif dari lini ke lini, berorientasi progresif ke depan untuk mencetak gol.

Sedangkan filosofi bertahan, para pemain diminta bertahan secara proaktif dengan melakukan pressing situasional berbasis penjagaan Zonal.

Nantinya, kurikulum ini akan diajarkan kepada pembinaan usia dini, di seluruh daerah Indonesia, baik ke sejumlah sekolah sepak bola, klub-klub yang memiliki akademi sepak bola. Hal itu diterapkan dari kelompok usia 6 hingga 17 tahun.

Video: Bhayangkara Menang WO, Bali United Sesalkan Sikap Komdis PSSI
 


(RIZ)

Pelatih Napoli Sejajarkan Insigne dengan Messi, Neymar dan Ronaldo
Jelang Napoli vs Shakhtar Donetsk

Pelatih Napoli Sejajarkan Insigne dengan Messi, Neymar dan Ronaldo

6 hours Ago

Napoli dijadwalkan bentrok kontra Donetsk untuk memainkan matchday kelima Liga Champions 2017--…

BERITA LAINNYA
Video /