Gede: Pemegang Saham Persija Masih Didominasi PT Jakarta Indonesia Hebat

Muhammad Al Hasan    •    07 Februari 2019 10:51 WIB
persija
Gede: Pemegang Saham Persija Masih Didominasi PT Jakarta Indonesia Hebat
Gede Widiade (kiri). (Foto: medcom.id/ Muhammad Al Hasan)

Gede menjelaskan bahwa pemegang saham terbesar Persija Jakarta masih dikuasai PT Jakarta Indonesia Hebat. PT JIH menguasai 80 persen saham Macan Kemayoran.

Jakarta: Gede Widiade memutuskan mundur dari struktur pimpinan Persija, bersama Chief Operation Officer (COO) Muhammad Rafil Perdana, pada 1 Februari 2019.

Gede mengaku, pihak pemegang saham sudah mengetahui sejak lama keputusannya untuk mundur. Menurut Gede, statusnya sebagai profesional telah selesai, karena berhasil membawa Persija mencapai target.

Gede mengaku pengunduran dirinya bukan disebabkan karena dugaan ditemukannya dokumen keuangan yang sudah dirusak saat penggeledahan Satgas Antimafia Bola di Kantor PT Liga Indonesia di Kuningan. Tapi, alasannya karena murni profesionalisme. 

Terkait pemegang saham, Gede membeberkan bahwa hingga saat ini, perusahaan milik Plt Ketum PSSI, Joko Driyono (Jokdri), PT Jakarta Indonesia Hebat (JIH) masih mendominasi. 

"Seingat saya pemegang saham adalah PT JIH, Jakarta Indonesia Hebat. Lalu ada yayasan yang kumpulan dari klub, individu, ada konsorsium, ada banyak. Jadi secara detail tidak saya baca tapi yang pasti ada PT JIH, ada yayasan dan ada individu," ujar Gede Widiade pada Rabu 6 Februari 2019.

Baca: Gede Widiade Mundur dari Persija

Menurutnya, keputusan merombak tubuh direksi berada di tangan para pemegang saham. Gede hanya sebagai profesional yang diamanahi Persija sementara waktu untuk membawa Persija mencapai target. 

"Jadi pemegang saham tahu kita juara, pasti karena juara itu, kita akan dibesarkan, banyak sponsor, kegiatan lebih besar lagi seperti ACL (Asian Champions League), Bundesliga mau ke sini, saya hanya cukup di AFC dan lokal yang lebih besar lagi dibutuhkan orang-orang yang lebih mampu dan bagus dari kami berdua," ujar dia.

Dalam sesi jumpa pers, Gede mengaku tidak tahu menahu soal pemindahan kantor dan pemindahan dokumen dari kantor lama Persija di Duren Tiga, Jakarta Selatan, ke Kuningan, Jakarta Selatan. Namun menurutnya, para pemegang saham dan direksi yang tidak mengajaknya berdiskusi akibat ia sudah berada di luar struktur kepemimpinan Persija.

"Mungkin karena kami sudah dianggap bukan pemegang kewenangan kembali, jadi mungkin tidak perlu dilibatkan kegiatan material perusahaan itu," ujar dia.

"Mungkin agar efisien dan efektif, karena kewenangan sudah beralih, jadi secara formal pemindahan kantor, kami tidak diberi tahu dan tidak tahu di mana letaknya pun sampai sekarang kami tidak tahu. Pemindahan pun kami tidak tahu, tapi kalau umpamanya nanti kantor mau dipindah ke Kuningan kami dengar, bahwa itu salah satu kompensasi dari sponsorship pada waktu kompetisi 2018," jelasnya.

"Jadi secara formal kami tidak diajak bicara untuk pindahan kantor, dan pemindahan dokumen-dokumen dan sebagainya kami juga tidak dilibatkan juga tidak diberi tahu," tutur Gede.

PT Jakarta Indonesia Hebat merupakan pemilik 80 persen saham di Persija, Jakarta. Menurut Gede, pemegang saham telah memutuskan untuk memilih mantan pengatur keuangan Persija, Kokoh Alfiat sebagai Direktur Utama atau CEO baru Persija.

Video: Berlinton Mundur dari PSSI dan PT LIB


(ASM)