Lisensi, Alasan Klub Indonesia Tak Bisa Tampil di Kompetisi Asia

Krisna Octavianus    •    12 Mei 2017 16:06 WIB
liga 1 indonesia 2017
Lisensi, Alasan Klub Indonesia Tak Bisa Tampil di Kompetisi Asia
Ilustrasi: Rakhmat Riyandi

Metrotvnews.com, Jakarta: Sepak bola nasional kembali menggeliat. PSSI punya pengurus baru, liga juga sudah berjalan, dan tim nasional juga sudah memiliki pelatih baru. Akan tetapi, di tengah gegap gempita sepak bola nasional yang sudah berjalan ini, masih ada satu yang mengganjal, yakni lisensi klub-klub, terutama Liga 1.

Diketahui, karena sempat vakum akibat sejumlah masalah dan sanksi dari FIFA, lisensi klub-klub Liga 1 mandek dalam dua tahun terakhir. Akibatnya, klub-klub Liga 1 kini tak punya lisensi yang diatur oleh induk sepak bola Asia (AFC). Padahal, lisensi klub dibutuhkan sebagai bekal mengikuti kompetisi Asia.

Seperti diungkap Tigor Shalomboboy, Direktur PT Liga Indonesia Baru (PT LIB) sekaligus Licensing Manager PSSI. Menurutnya, 18 klub peserta Liga 1 belum punya lisensi lagi untuk tampil di kejuaraan Asia. Hal itu yang menyebabakan Indonesia tak bisa mengirimkan wakilnya ke kompetisi Asia, baik Liga Champions Asia dan AFC Cup.

Padahal, Tigor menyebut Indonesia berhak mengirimkan tiga wakilnya tahun ini dengan skema: satu slot mengikuti play-off Liga Champions Asia, dan dua slot untuk langsung lolos ke babak grup AFC Cup. Akan tetapi, karena tak ada lisensi sejak dua tahun terakhir, Indonesia tak bisa mengirimkan wakil ke pentas Asia.
 

Baca: Peter Odemwingie Top Skorer Sementara Liga 1


Tigor menyebut, ada 49 kriteria yang harus dipenuhi oleh setiap klub jika ingin mendapatkan lisensi A AFC dari setiap aspek, yakni sportivitas, infrastruktur, personal administrasi, legal, dan finance. Setiap klub minimal memenuhi 32 persyaratan jika ingin mendapatkan kategori A.

"Proses lisensi ini merupakan salah satu hal yang merupakan yang diminta oleh AFC kepada seluruh member asosiasi yang termasuk di dalamnya, Indonesia termasuk PSSI yang mana hasil dari proses lisensi ini adalah terbitnya lisensi sebagai persyaratan untuk ikut berkompetisi di AFC. Jadi ada dua kompetisi AFC pada 2018 mendatang yang akan diikuti oleh Indonesia: AFC Champions League dan AFC Cup," ujar Tigor.

"Posisi Indonesia saat ini, sudah mendapatkan slot satu play-off AFC Champions League dan dua slot grup stage di AFC Cup, yang sebenarnya slot ini, harusnya, Indonesia memiliki hak untuk ikut berkompetisi di AFC pada 2017 ini. Tetapi karena satu dan lain hal maka kita tidak bisa ikut dan baru pada 2018 kita baru punya kesempatan," ungkap Tigor.
 

Baca juga: Aji Santoso: PSM Menang karena Unggul Jumlah Pemain


"Inilah salah satu proses yang kita jalankan sebagai persyaratan yang mana hanya klub-klub yang memiliki lisensi yang memiliki hak untuk mengikuti turnamen di AFC 2018. Di sini juga kami memberikan pengertian kepada 18 klub untuk mengikuti proses lisensi ini supaya misalnya klub ini juara kompetisi, tapi tidak memiliki lisensi maka klub tersebut tidak bisa berlaga pada kompetisi AFC tahun depan. Jika sebelumnya persyaratannya hanya sebatas untuk AFC Champions League, tahun ini AFC memberlakukan persyaratan itu untuk di AFC Cup juga," sambungnya.

Sebagai informasi, klub-klub yang berhak tampil di kompetisi Asia adalah juara dan runner-up liga, serta juara Cup -jika ada Cup-. Kalau tidak ada kejuaraan nasional, maka peringkat satu sampai tiga yang berhak ikut. Akan tetapi, masalah lisensi bisa mengganjal. Mereka tidak boleh ikut jika tidak punya lisensi. 

AFC memberlakukan hanya tim-tim yang punya lisensi untuk ikut kejuaraan Asia. Bahkan, peringkat klub 5-9 bisa ikut kompetisi Asia jika memiliki lisensi. Persyaratannya, peringkat satu sampai empat tak punya lisensi.

Video: ?MU Rilis Jersey Tandang Baru
 


(ACF)

Sejumlah Transfer Pemain di Liga Eropa

Sejumlah Transfer Pemain di Liga Eropa

3 hours Ago

Juventus selangkah lagi mendapatkan striker muda Republik Ceko Patrik Schick dan turut mendapat…

BERITA LAINNYA
Video /