Jelang Piala AFF U-15

Penggawa Timnas U-16 Belum Dapat Sekolah, Ketum PSSI Murka

Kautsar Halim    •    07 Juli 2017 14:42 WIB
timnas indonesia
Penggawa Timnas U-16 Belum Dapat Sekolah, Ketum PSSI Murka
Edy Rahmayadi saat memberikan arahan (Foto: Kautsar/mtvn)

Metrotvnews.com, Jakarta: Ketua umum PSSI, Edy Rahmayadi memantau langsung para penggawa timnas berlatih di Lapangan Sepak Bola Atang Sutresna, Cijantung, Jakarta Timur, pada Kamis 6 Juli. Itu merupakan sesi latihan terakhir sebelum timnas U-16 berangkat ke Thailand untuk melakoni Piala AFF U-15.

Dalam kunjungannya, Edy tidak hanya duduk santai menyaksikan timnas U-16 berlatih dari sisi lapangan. Ia tidak segan menghampiri dan bertatap muka langsung dengan para pemain untuk memberikan wejangan yang sifatnya memompa semangat.

Berbagai hal diutarakan Edy ketika memberikan pembekalan mental. Beberapa di antaranya seputar kedisiplinan, sikap nasionalisme, hingga kebanggaan sebagai pemain sepak bola Tanah Air.
 

BACA: Daftar 23 Pemain Timnas U-16 di Piala AFF 2017


Namun, yang lumayan mengundang perhatian adalah ketika Edy merespons penyataan pelatih Fakhri Husaini yang mengatakan beberapa penggawa timnas U-16 masih ada yang kesulitan mendapat sekolah. Hal ini lantas disesalkan oleh Edy dan ia pun mencoba menawarkan solusi yang lebih baik.
 
"Jadi, beberapa anak ada yang sudah naik kelas. Dari kelas 2 (SMP) ke kelas 3 (SMP), kemudian ada yang dari kelas 3 (SMP) ke SMA juga. Namun, sampai sekarang masih ada beberapa yang belum dapat sekolah," kata Fakhri sambil menunjuk Rendy Juliansyah yang berposisi sebagai striker.

Para penggawa timnas U-16, diimbau Edy, tidak perlu khawatir dengan kendala pendidikan formal. Pasalnya, ia berani menjamin seluruh pemain bakal dipermudah mendapatkan sekolah apabila mampu berprestasi dalam bidang sepak bola.

"Kamu mau sekolah di mana? Kalau sudah jadi pemain bintang terus sekolah itu masih mandek, kamu ngomong sama saya. Tank saya banyak, kalau mereka macam-macam. Tutup saja itu sekolahnya. Kalau tidak suruh gantian saja. Suruh mereka yang main, kalian yang jadi pengurus," tegas Edy yang juga menjabat sebagai Panglima Komando Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad).
 

BACA JUGA: Ungkapan Hati Hamsa Lestaluhu Setelah Batal Membela Timnas U-16


"Kita bukan memanjakan kamu. Tapi negara ini memang harus bagi-bagi tugas. Ada yg urusan keuangan, urusan tentara, dan ada yang olahraga. Jangan urusan tentara malah mengurus yang lain. Kemudian, yang dibidang sepak bola atau olahraga malah mengurus keuangan. Tidak becus-becus kalau begitu," tambahnya. 

"Kalau kamu sudah punya tekad main sepak bola. Sudahlah, enggak usah terlalu dikejar itu matematika. Kamu kejar saja bahasa inggris, kemudian mengaji," lanjut Edy.

Adanya penggawa timnas yang belum mendapat sekolah bakal menjadi perhatian khusus bagi Edy di masa mendatang. Ia lantas menyampaikan permintaan maaf karena jaminan pendidikan formal bagi seluruh penggawa timnas merupakan salah satu tugas PSSI.

"Maaf saya lepas. Saya yang salah dan akan perhatikan kendala itu. Ini memang tanggung jawab PSSI. Saya minta maaf dan akan urus itu," pungkas Edy sambil menepuk Fakhri.

 


(KRS)

Video /