Jelang Arema FC vs Madura United

Panpel Arema Cabut Surat Larangan Fan Madura ke Malang

Rahmatullah    •    12 Mei 2017 12:54 WIB
liga 1 indonesia 2017
Panpel Arema Cabut Surat Larangan Fan Madura ke Malang
Presiden Madura United, Achsanul Qosasi. (Foto: Mtvn/ Rahmatullah)

Metrotvnews.com, Pamekasan: Surat larangan untuk kedatangan suporter Madura United ke Stadion Kanjuruhan Malang mendapatkan protes keras. Sosok yang berbicara lantang ialah Presiden Madura United, Achsanul Qosasi.
 
Pria yang akrab disapa AQ tersebut menyebut larangan itu pasti ide dari Panpel, bukan keinginan Aremania. Surat itu dinilainya salah tujuan, salah strategi dan salah cara. Karena suporter Madura dengan Aremania tidak bermusuhan.
 
“Kejadian musim lalu sudah selesai, dan kami anggap sebagai sejarah. Walaupun tidak kami lupakan. Aremania datang minta maaf, dan respons kami memang keras, tapi tetap dalam koridor persahabatan,” ujar AQ.
 
Akhir-akhir ini hubungan antar suporter, menurut AQ, kembali normal. Suporter Madura mulai dari K-conk Mania, Trunojoyo Mania, Taretan Dhibik dan Peccot Mania sudah siap hadir ke Kanjuruhan. Keinginan hadir mereka harus dimaknai secara positif bahwa mereka tidak ada masalah dengan Aremania.
 
Kata dia, suporter berani ambil risiko karena yakin kejadian musim lalu tidak akan terulang. Munculnya surat itu dinilai seolah membenarkan bahwa suporter Madura bermusuhan dengan Aremania.
 

Baca: Panpel Arema FC Larang Suporter Madura ke Malang


“Ini salah besar. Saya yakin seratus persen Aremania juga ingin bersahabat, apalagi dengan Madura. Karena Aremania juga banyak anak Madura. Saya juga yakin Aremania tidak senang dengan surat itu. Semakin dilarang akan semakin muncul permusuhan dan dendam. Jangan begitu pak Panpel, kami bersahabat dan kami juga ingin besar seperti Aremania,” tandas pria asli Sumenep tersebut.
 

Baca: Kriteria Sekjen PSSI versi Edy Rahmayadi


Protes dari tokoh sepak bola Madura ini membuat Panpel Arema berubah pikiran dengan mengeluarkan surat susulan pemberian izin kedatangan suporter tamu dengan nomor 152/SEKR-ARM/V/2017 pada 11 Mei 2017. Dalam surat itu, Panpel hanya menganjurkan agar suporter tamu santun dan tertib serta diminta berkoordinasi dengan pihak kepolisian untuk membantu pengamanan di perjalanan.
 
Sebagai tindak lanjut dari surat susulan tersebut, Panpel Arema mengundang manajemen Madura United dan perwakilan suporter pada Jumat 12 Mei malam untuk melakukan koordinasi terkait pengamanan dan kuota suporter tamu di Stadion Kanjuruhan.

Video: MU akan Hadapi Ajax di Final Liga Europa


(ASM)