Liga 2 Indonesia 2018

Laga Tanpa Penonton, PSIM Ditahan Imbang Tamunya

Ahmad Mustaqim    •    05 September 2018 23:01 WIB
bolaliga 2 indonesia
Laga Tanpa Penonton, PSIM Ditahan Imbang Tamunya
Pelatih PSIM, Bona Simanjuntak (kanan). Medcom.id-Ahmad Mustaqim

Bantul: PSIM Yogyakarta harus menjalani laga lanjutan Liga 2 Indonesia 2018 tanpa penonton melawan PSBS Biak di Stadion Sultan Agung Bantul Yogyakarta, Rabu 5 September 2018. Hal ini terjadi karena imbas dari kerusuhan suporter yang menewaskan seorang warga Bantul bernama Muhammad Iqbal Setyawan. Alhasil di laga tanpa penonton itu, PSIM hanya mampu bermain imbang 1-1 dengan tim tamu. 

PSIM tampil dengan menumpuk lima gelandang, yakni Hendika Arga Permana (C), Hendri Satriadi, Raymond Tauntu, Supriyadi, dan Yoga Pratama. Praktis mereka bisa menguasai lini tengah. Namun, PSBS justru yang bisa membuat sejumlah peluang diawal-awal babak pertama. 
Setengah jam laga berjalan, PSBS memberi kejutan untuk PSIM dengan mencetak sebuah gol di menit 37. Gol tercipta dari skema umpan striker Manuel Pilipus yang kemudian dimaksimalkan gelandang Bayu Tri Sanjaya. PSIM tertinggal 0-1. Situasi tersebut bertahan hingga jeda babak pertama. 

PSIM berupaya tampil lebih menyerang pada babak kedua. Hasilnya, Laskar Mataram bisa mencetak gol di menit 55. Gol tercipta lewat sundulan striker Ismail Harus, yang tak mampu dihalau kiper PSBS Yusak Redjauw. Skor jadi imbang 1-1. 

Baca juga: Persita Ditahan Pemuncak Klasemen Liga 2 di Stadion Benteng

PSIM hampir saja menggandakan keunggulan semenit berselang. Ini terjadi lantaran pemain bertahan PSBS melakukan handsball di area penalti. Sayang, tendangan penalti Hendika Arga hanya membentur tiang gawang. 

PSIM pun tak mampu membuat gol kemenangan, meski kiper PSBS Yusak diganjar kartu merah oleh wasit. Skor imbang 1-1 hingga laga usai. 

Hasil tersebut tentunya menjadi kado mengecewakan bagi pendukung PSIM. Pasalnya PSIM berulang tahun ke 89, tepat pada 5 September. 

Pelatih PSIM Bona Simanjuntak mengaku kecewa dengan hasil laga. Ia menilai para pemain PSIM bermain terburu-buru dan kerap kehilangan bola. "Koordinasi di lini belakang juga lemah," ucapnya selepas laga. 

Baca juga: Griezmann Yakin Masuk Nominasi Ballon d'Or

Ia merasa jeda kompetisi saat gelaran Asian Games 2018 berdampak kurang baik bagi timnya. "Mudah-mudahan hasil ini jadi pelecut semangat laga berikutnya untuk lebih baik lagi," ujarnya. 

Sementara, pelatih PSBS Selamet Riadi bersyukur timnya bisa mencuri poin di kandang PSIM. Baginya, ada dua kunci memperoleh poin di laga itu. "Kami bisa memainkan tempo dan bermain disiplin," katanya. 

Dengan hasil ini, PSIM tertahan di posisi tujuh klasemen sementara Liga 2 wilayah timur dengan mengemas 16 poin. PSIM sebelumnya memulai kompetisi dengan minus 9 poin akibat sanksi menunggak gaji tiga pemain asing, saat laga Divisi Utama tahun 2012. Sedangkan PSBS berada dengan di bawah PSIM dengan nilai sama, 16. PSBS juga memulai kompetisi dengan minus 6 poin. 

Susunan pemain:
PSIM Yogyakarta:
Ivan Febriyanto; Crah Eka Angger Iswanto, Edo Pratama, Mochamad Arifin, Riskal Susanto; Hendika Arga Permana (C), Hendri Satriadi, Raymond Tauntu, Supriyadi, Yoga Pratama; Ismail Haris. 

PSBS Biak:
Yusak Redjauw; Andreas Karundeng, Dhanu Subrata, Patrias Rumere, Yohanis Dunggu; Adrian Msen, Charles Rumbino, Rudy Kurni; Bayu Tri Sanjaya, Manuel Pilipus.

Video: Persija Tetap Gunakan Stadion Patriot di Sisa Musim Liga 1
 


(RIZ)


Video /