NusantaRun 2017

NusantaRun Bermimpi Go International

Gregah Nurikhsani Estuning    •    08 Desember 2017 00:02 WIB
lomba lari
NusantaRun Bermimpi Go International
Christopher Tobing (baju merah) ingin NusantaRun go international-MTVN/Greg

Jakarta: Christopher Tobing, salah satu founding fathers NusantaRun ingin ke depannya ajang lari ultra-marathon inisiasinya bisa naik ke level internasional. Memasuki Chapter 5, harapan itu semakin terlihat seiring banyaknya dukungan dan meriahnya peserta dari waktu ke waktu.

NusantaRun Chapter 5, bekerja sama dengan Indonesian Overseas Alumni, mengambil rute Purwokerto-Dieng. Total donasi yang diharapkan dari kegiatan sosial ini mencapai Rp2 miliar.

Hingga kini, sudah lebih dari Rp1 miliar terkumpul hingga menjelang pelaksanaan, pada 15-17 Desember 2017. Donasi masih akan dibuka hingga Januari tahun depan, sehingga target Rp2 miliar diharapkan bisa tercapai.

Baca juga: Peserta NusantaRun, Berlari 127,9 Km Tanpa Sepatu

Christopher menceritakan, ide NusantaRun bermula dari 'celetukan' gila dirinya dengan Jurian Andika, salah satu founder Yayasan NusantaRun. Saat itu, keduanya ingin pulang kampung di Sumatra dari Jakarta dengan berlari.

"Awalnya saya dengan partner saya, Jurian, iseng saja ingin berlari ke Sumatra. Rencana sudah disusun, tapi kami mulai dengan berlari dari Jakarta ke Bogor dulu. Lalu, tercetus ide sekalian menggalang dana. Jadi kasarnya, kita 'ngamen' dengan berlari, tapi uangnya kita sumbangkan," kata Christopher kepada awak media di kawasan Mega Kuningan, Jakarta Selatan.

Desember 2013, setelah meminta bantuan teman-teman terdekat, terkumpul 50 pelari yang ikut serta. Target awalnya cuma Rp3,5 juta, namun hasilnya puluhan kali lipat, yakni sekitar Rp137 juta.

Baca juga: Inasgoc Masih Berburu Sponsor untuk Asian Games 2018

Terkejut dengan dana yang kumpul, tercetuslah ide untuk melakukan kegiatan serupa di tahun berikutnya. Langkah awal dibentuk Yayasan Lari Nusantara, dan NusantaRun kemudian dipilih menjadi nama kegiatan yang sudah memasuki edisi kelima.

Menariknya, penggiat di yayasan bersifat suka rela. Mereka rata-rata punya kesibukan seperti orang bekerja pada umumnya. Makanya, persiapan menggelar NusantaRun harus dilakukan jauh hari.

"Betul, jadi teman-teman di NusantaRun ini semua part-time voulenteer, kita bekerja seperti biasa dan melakukan meeting after office atau weekend saja," kata Christopher melanjutkan.

"Persiapannya cukup lama, karena masing-masing orangnya juga punya kesibukan sendiri-sendiri. Kita mulai persiapan itu sekitar Februari atau Maret, tapi heavy-nya itu pertengahan tahun. Bulan Juli masuk masa-masa persiapan berat," sambungnya.

Baca juga: Berlari Sambil Beramal di Event NusantaRun

Hingga jilid kelima, NusantaRun memang belum menggelar kegiatan sosial itu hingga keluar Pulau Jawa. Dengan etape yang berbeda tiap chapter-nya, NusantaRun ingin terus berpindah, dari satu kota ke kota lain sampai seluruh kota di Indonesia disambangi.

Lebih jauh, besar harapan Christopher dan rekan agar event ini bisa go-international, di mana peserta NusantaRun dari luar negeri ikut serta berlari dan menggalang dana. 

"Misi terdekat adalah menyelesaikan Pulau Jawa dulu, lalu bisa lah kita ke luar Jawa. Pastinya saya ingin sekali, one day orang-orang luar negeri datang ke Indonesia ikut NusantaRun untuk menggalang dana. Tentu donasinya disumbangkan untuk kepentingan daerah," tambah Christopher lagi.

Video: FIA Resmikan Hall of Fame untuk Legenda F1
 


(RIZ)

Hadapi Barcelona, Chelsea Harus Tampil 120%
Jelang Chelsea vs Barcelona

Hadapi Barcelona, Chelsea Harus Tampil 120%

21 hours Ago

Pelatih Chelsea Antonio Conte tidak memungkiri bahwa laga melawan Barcelona akan jadi laga yang…

BERITA LAINNYA
Video /