Setelah Pemeriksaan, Jokdri Bisa Saja Ditahan

Riyan Ferdianto    •    17 Februari 2019 12:34 WIB
liga indonesia
Setelah Pemeriksaan, Jokdri Bisa Saja Ditahan
Joko Driyono ditetapkan sebagai tersangka mafia pengaturan skor (dok. Medcom.id)

Jakarta: Plt Ketum PSSI, Joko Driyono (Jokdri), telah ditetapkan sebagai tersangka oleh Satgas Antimafia Bola sejak Kamis 14 Februari. Namun, dia masih belum ditahan hingga saat ini.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigadir Jenderal Dedi Prasetyo menerangkan hal itu wajar terjadi. Sebab, Jokdri harus diperiksa lebih lanjut pada Senin 18 Februari mendatang.

"Kita akan lihat dulu hasil pemeriksaan beliau sebagai tersangka. Jika sudah selesai baru bisa ditetapkan (sebagai tahanan)," kata Dedi kepada Medcom.id melalui sambungan telepon, Minggu 17 Februari.

Jokdri ditetapkan sebagai tersangka setelah Satgas Antimafia Bola menggeledah apartemen miliknya di kawasan Rasuna Said. Kuningan, Kamis 14 Februari. Saat itu, dia dianggap Satgas sebagai aktor intelektual perusakan barang bukti.

Sejauh ini, termasuk Jokdri, sudah ada 15 tersangka yang ditetapkan Satgas. Meski kebanyakan sudah ditahan, tapi masih ada yang masih buron atau termasuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).

Selain Jokdri, petinggi PSSI lain yang menjadi tersangka kasus serupa adalah anggota Komite Eksekutif (exco) yangs sekaligus ketua aspov PSSI Jawa Tengah Johar Lin Eng dan anggota Komisi Disiplin Dwi Irianto alias Mbah Putih. Juga mantan anggota Komite Wasit Priyanto, anak Priyanto Anik Yuni Artika Sari, wasit Persibara melawan Persekabpas Nurul Safarid, mantan penanggungjawab PSMP Vigit Waluyo, Direktur Penugasan Wasit PSSI Mansur Lestaluhu,empat perangkat pertandingan Persibara lawan Persekabpas dengan inisial P, CH, NR, dan DS, Muhammad Mardani Mogot (sopir Jokdri), Musmuliadi (OB di PT Persija), Abdul Gofur (OB di PSSI). 

Video: Wacana E-sport Masuk Kurikulum Perlu Kajian Matang
 


(KAU)