Ketum PSSI Sebut Indonesia Kekurangan Pemain Sepak Bola

Kautsar Halim    •    06 Juli 2017 14:40 WIB
pssitimnas indonesia
Ketum PSSI Sebut Indonesia Kekurangan Pemain Sepak Bola
Ketua PSSI Edy Ramayadi (kedua kiri), Pelatih Sepak Bola Timnas U-19 Indra Sjafri (kiri), dan Pelatih Timnas U-22 Luis Mila (kanan) mengikuti sesi latihan di Stadion Kapten Dipta, Gianyar, Bali, Kamis (6/7). (Foto: Ant/Nyoman Budhiana)

Metrotvnews.com, Gianyar: Ketum PSSI, Edy Rahmayadi mengklaim Indonesia kekurangan pemain sepak bola. Itu ia katakan karena berkaitan dengan perubahan regulasi Liga 1 dan kendala timnas U-22 untuk mencari pemain yang tepat.

Timnas U-22 dibentuk karena Indonesia sedang dihadapkan dengan dua turnamen besar, yakni Kualifikasi Piala AFC ( 19 - 23 Juli) dan SEA Games 2017 (19 - 31 Agustus). Kedua turnamen itu terbilang penting karena berpengaruh terhadap nama Indonesia di mata dunia.

Demi meraih prestasi di kedua ajang tersebut, PSSI langsung mendatangkan pelatih Luis Milla dan beberapa stafnya dari Spanyol pada awal 2017. Namun, tugas Milla juga tidak akan berjalan dengan baik apabila tidak memiliki skuat yang tepat.

Tidak mudah bagi Milla dan rekan-rekannya untuk membentuk timnas U-22. Pasalnya, pemain muda Indonesia jarang mendapat kesempatan untuk tampil atau berkompetisi di level tertinggi. 

Baca: Jawaban Ketum PSSI soal Perubahan Regulasi Pemain U-23


Demi membantu Milla mencari pemain yang tepat, PSSI akhirnya membuat peraturan di Liga 1 yang mewajibkan masing-masing klub memainkan lima penggawa U-23 dalam tiap pertandingan. Namun, regulasi itu menjadi kontroversi karena malah dihapuskan ketika memasuki putaran kedua.

Dijelaskan Edy, pihaknya sengaja mencabut aturan itu karena timnas U-22 sudah mendapatkan pemain yang sesuai dengan permintaan Milla. Oleh karena itu, para pemain yang terpilih akan difokuskan untuk membela negara dan mengesampingkan kepentingan klub di Liga 1. 

Meski begitu, lanjut Edy, pihaknya bisa saja mengaktifkan kembali regulasi penggunaan pemain U-23 apabila timnas kembali kekurangan pemain. "Kalau kami membutuhkan pemain bisa saja dilakukan. Soalnya, pemain sepak bola kami hanya 76 ribu orang dari sekitar 250 juta jiwa yang ada. Jadi, jumlah itu hanya sedikit sekali," papar Edy.

Baca: Kata Ketum PSSI tentang Progres Pembangunan Sepak Bola Indonesia


"Belanda yang penduduknya sekitar 18 juta jiwa, pemain sepak bolanya ada 1,2 juta orang. Kemudian jangan jauh-jauh, Singapura yang penduduknya 4,2 juta jiwa saja, punya 920 ribu pemain sepak bola," tambahnya. 

Edy menyadari adanya aturan wajib menggunakan pemain U-23 di Liga 1 sudah melenceng dari aturan Federasi Sepak Bola Dunia (FIFA). Namun ia mengatakan siasat untuk memajukan sepak bola Tanah Air ini juga sudah mendapat persetujuan dari FIFA. 

"Oleh karena itu, kami perlu memfasilitasi ini. Walaupun regulasi itu menyalahi statuta, tapi kami sudah berbicara dengan FIFA dan FIFA pun mengizinkan," tutup pria berpangkat Letnan Jenderal tersebut.

Video: Transfer Morata Tentukan Nasib Rooney



(ASM)

Video /