Suporter Meninggal Dunia

Komdis PSSI Belum Bisa Ambil Keputusan Terkait Kasus Haringga

Rendy Renuki H    •    28 September 2018 16:44 WIB
persijapersib bandungliga 1 indonesiaAnarkisme Suporter
Komdis PSSI Belum Bisa Ambil Keputusan Terkait Kasus Haringga
Pihak Kepolisian kota Bandung tengah melakukan olah tkp terkait pengeroyokan suporter Persija oleh oknum Persib yang menyebabkan meninggal dunia (Foto: (Timur Matahari / AFP)

Jakarta: Komisi Disiplin (Komdis) PSSI masih belum rampung memecahkan kasus tewasnya Haringga Sirla akibat dikeroyok oknum suporter Persib, Minggu 25 September lalu. Komdis PSSI belum bisa menentukan siapa pihak yang patut mendapatkan hukuman dari hilangnya nyawa suporter Persija tersebut.

Ketua umum PSSI Edy Rahmayadi memang menyerahkan kasus kematian Haringga ke Komdis PSSI. Namun, hingga detik ini mereka masih belum bisa menentukan pihak yang harus bertanggung jawab atas insiden berdarah di kompetisi Liga 1 tersebut.

Dwi Irianto, salah satu anggota Komdis PSSI menyebut pihaknya tak bisa langsung memutuskan Persib sebagai pihak yang bersalah. Meski tim Maung Bandung dianggap paling bertanggung jawab atas insiden tersebut karena terjadi di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA).
 

Baca: Jadwal Siaran Langsung Liga Top Eropa Akhir Pekan Ini


"Kasus ini menurut semua pihak besar sekali sampai di blow-up. Bukannya menurut kami biasa-biasa saja, mana ada masalah orang meninggal itu biasa saja. Kami sebagai Komdis acuannya adalah Kode Disiplin PSSI," ujar mantan Wakil Ketua Umum Asosisasi Provinsi (Asprov) PSSI Yogyakarta lewat sambungan telepon, Jumat (28/9).

Selain mengacu kepada kode disiplin, Komdis PSSI juga akan meminta bantuan tim investigasi. Tim yang akan mencari fakta mengenai insiden tewasnya pemuda 23 tahun asal Cengkareng, Jakarta Barat sesuai yang diinstruksikan Edy Rahmayadi.

"Untuk menentukan hukuman seperti yang sudah disampaikan Ketum, Komdis PSSI akan meminta masukan tim pencari fakta. Langkah apa yang akan kami ambil, hukuman apa yang bikin jera semua pelaku sepak bola yang mencakup pemain, ofisial, perangkat pertandingan, Panitia Pelaksana, dan suporter," sambungnya.
 

Baca juga: Laga Arema FC vs Madura United untuk Haringga Sirla


Ia menilai langkah tersebut lah yang menurutnya tepat dilakukan terhadap kasus kematian Haringga. Bukan memberhentikan kompetisi Liga 1 di tengah jalan seperti yang saat ini dilakukan.

Sejak Minggu 23 September lalu, semua pertandingan di Liga 1 memang dihentikan. Pemerintah dalam hal ini Kementerian Pemuda dan Olahraga melalui Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI) mendesak kompetisi dihentikan selama dua pekan.

Keputusan tersebut pun diamini oleh PSSI. Melalui sang ketua Edy Rahmayadi, Federasi tertinggi sepak bola Tanah Air itu bahkan menghentikan kompetisi Liga 1 sampai batas waktu yang belum ditentukan.

Tak ingin ketinggalan update berita bola dan olahraga? Follow instagram kami @medcom_olahraga

Video: ?Suporter Bola di Indramayu Gelar Deklarasi Damai



(ACF)


Andik Ungkap Perbedaan Timnas Sekarang dan Era Riedl
Uji Coba Timnas Indonesia vs Hong Kong

Andik Ungkap Perbedaan Timnas Sekarang dan Era Riedl

6 days Ago

Terakhir, Andik tampil saat Timnas Indonesia melakoni uji coba melawan Islandia pada 14 Januari…

BERITA LAINNYA
Video /