Suporter Tewas

Awal Mula Kerusuhan Suporter versi Direktur Persita

Krisna Octavianus    •    13 Oktober 2017 15:52 WIB
liga 2 indonesia 2017
Awal Mula Kerusuhan Suporter versi Direktur Persita
Direktur Persita, Azwan Karim (Foto: Dok MI).

Metrotvnews.com, Tangerang: Lagi-lagi terjadi keributan suporter yang memakan korban. Kali ini dari pertandingan Persita vs PSMS pada babak 16 besar Liga 2 Indonesia yang berlangsung di Stadion Mini Persikabo, Rabu 11 Oktober.

Seorang suporter Persita bernama Banu Rusman harus meregang nyawa usai dipukuli oleh oknum anggota TNI yang menjadi pendukung PSMS Medan. Nyawanya tak terselamatkan meski sudah mendapat perawatan di rumah sakit. Pria berusia 17 tahun itu meninggal pada Kamis 13 Oktober malam WIB.

Cerita berawal ketika Persita yang bertindak sebagai tuan rumah menjamu PSMS di Stadion Mini Persikabo, Cilodong, Bogor. Ini adalah pertandingan terakhir fase grup babak 16 besar Liga 2 Indonesia.

Klik di sini: Gelandang Roma Mengakui Napoli Lebih Kuat dari Juventus

Para anggota TNI ini meminta masuk ke stadion sebagai suporter PSMS Medan. Mereka mendukung PSMS bukan tanpa sebab. Pasalnya Edy Rahmayadi yang kini menjadi ketua umum PSSI adalah pembina PSMS sejak 2015.

Kemudian pendukung PSMS yang merupakan anggota TNI tersebut melontarkan chant "ungu itu janda". Ungu merujuk pada warna kebesaran Persita Tangerang. Chant olok-olok itu terus menggema sepanjang pertandingan yang membuat Laskar Benteng Viola -pendukung Persita- geram. Demikian yang diceritakan Direktur Persita, Azwan Karim.

"iya saya nonton di sana, dan kejadiannya seperti yang ada di media," ujar Azwan Karim saat dihubungi via telepon pada Jumat (13/10/2017).

Klik di sini: Roberto Carlos Resmi Jadi Kakek

"Pokoknya intinya begini, kami manajemen dan panpel di sana ada permintaan dari TNI masuk ke dalam (stadion) untuk nonton sebagai suporter PSMS. Ya sudah, mereka akhirnya masuk dan kami juga tidak bisa menahan karena jumlahnya banyak, tapi yang kami sesali ada chant yang mengolok-olok," lanjut pria yang pernah menjabat sebagai Sekretaris Jenderal PSSI itu.

"Mungkin awal mulanya itu sehingga teman-teman dari Viola yang berada di tribun selatan tersulut, mungkin karena itu. Karena sebelumnya pas kalah 0-3 saat menjadi tuan rumah melawan PSIS tidak ada riak-riak seperti itu. Suporter PSIS datang baik-baik, kalah juga tidak mengolok," katanya.

Sebagai informasi, anggota TNI juga pernah melakukan yang sama kala laga Persegres Gresik United vs PS TNI pada Mei lalu. Oknum anggota TNI menyerang suporter Gresik selepas laga yang menyebabkan korban berjatuhan dari sisi suporter Gresik United.

Bincang Spesial dengan Karl-Heinz Riedle
 


(FIR)

Bayern Waspadai Permainan Agresif Celtic
Jelang Bayern Muenchen vs Celtic

Bayern Waspadai Permainan Agresif Celtic

15 minutes Ago

Meski punya catatan impresif atas Celtic, pelatih Muenchen Jupp Heynckes enggan menganggap reme…

BERITA LAINNYA
Video /