Pemusatan Latihan Timnas U-22

Gaya Melatih Luis Milla di Mata Pemain

Krisna Octavianus    •    10 Mei 2017 17:01 WIB
timnas indonesia
Gaya Melatih Luis Milla di Mata Pemain
Luis Milla. (Foto: Ant/ Sigid Kurniawan)

Metrotvnews.com, Tangerang: Luis Milla adalah sosok baru dalam persepakbolaan Indonesia. Ia baru ditunjuk sebagai pelatih tim nasional Indonesia pada awal tahun ini untuk menggantikan Alfred Riedl yang selesai masa tugasnya selesai usai Piala AFF 2016.

Pelatih yang pernah membawa Spanyol menjuarai Piala Eropa U-21 itu menjadi pelatih kelas dunia yang diinginkan PSSI agar ia bisa mengangkat performa tim nasional. Turnamen terdekat yang akan ia hadapi adalah SEA Games 2017 Kuala Lumpur, Malaysia.

Beberapa bulan melatih timnas U-22 dengan serangkaian pemusatan latihan atau training center (TC) membuat beberapa pemain turut berkomentar soal gaya melatih pria yang pernah menjadi entrenador Real Zaragoza itu.

Baca: Tiga Pemain Ini Dapat Catatan Positif dari Luis Milla


Seperti diungkap oleh winger Mitra Kukar yang ambil bagian dalam TC gelombang kelima pekan ini, Septian David Maulana. Ia menyebut, Milla adalah sosok yang bagus dalam hal kedisiplinan.

"Menurut saya coach Luis Milla adalah orang yang bagus dalam hal disiplin baik di dalam maupun luar lapangan. Kedisiplinannya, mungkin dari segi lain, ya, kalau waktu makan itu harus tahu waktunya, enggak boleh keluar malam, jadi lebih teratur," ujar Septian David kepada wartawan.

Baca: Ini Skema Latihan Tambahan untuk Evan Dimas


Sama dengan Septian David, playmaker Persib Bandung, Gian Zola juga menyebut Milla punya kedisiplinan tingkat tinggi. Ia merasa tak masalah karena mirip seperti Djajang Nurdjaman, tapi Milla diakuinya agak lebih keras.

"Baik Milla dan Djajang sama saja. Mereka menekankan kedisiplinan, baik di dalam dan luar lapangan. Itu kuncinya. Karakter Milla memang sedikit lebih keras, tetapi itu juga demi kebaikan pemain," kata Zola.

Sedangkan, bagi Nasir yang merupakan pemain Arema FC, Milla menerapkan gaya bermain yang kental dengan Spanyol, yakni tiki-taka. Itu membuat Nasir merasa kesulitan karena berbeda dengan yang diterapkan oleh Aji Santoso di Arema.

"Sedikit kesulitan, karena Coach Luis minta kami main dengan satu-dua sentuhan, sedangkan pelatih di klub ingin kami lebih sering menggiring bola. Yang penting, ilmu saya bertambah," tutur Nasri.

Video: Timnas U-22 Fokus Berlatih Transisi Menyerang
 


(ASM)

Ronaldo: Real Madrid Tidak Takut PSG
Liga Champions 2017--2018

Ronaldo: Real Madrid Tidak Takut PSG

1 day Ago

Cristiano Ronaldo menegaskan dia dan rekan setimnya tidak takut jika harus berhadapan dengan Pa…

BERITA LAINNYA
Video /