Liga 1 Indonesia 2018

Jangankan Sampai Akhir Musim, Arema Ikhlas Jika Dihukum 10 Tahun

Daviq Umar Al Faruq    •    11 Oktober 2018 20:13 WIB
bolaliga 1 indonesia
Jangankan Sampai Akhir Musim, Arema Ikhlas Jika Dihukum 10 Tahun
CEO Arema FC Iwan Budianto-Medcom.id/Daviq

Malang: CEO Arema FC Iwan Budianto mengaku sanksi yang diberikan Komisi Disiplin (Komdis) Persatuan Sepak bola Seluruh Indonesia (PSSI) kepada klubnya, diharapkan menjadi sebuah momentum perubahan.

Ke depannya diharapkan muncul perubahan perilaku positif, baik dari klub, panitia pelaksana pertandingan, maupun suporter.

"Jangankan dihukum sampai akhir musim, sejujurnya Arema FC ikhlas jika harus dihukum 10 tahun tanpa penonton dan sanksi lainnya," kata Iwan dalam keterangan resminya, Kamis 11 Oktober 2018.

Baca juga: Hasil Sidang Komdis PSSI: Arema Tanpa Penonton Sampai Akhir Musim

"Asalkan mampu membawa revolusi perubahan perilaku positif bagi suporter Indonesia. Kita siap menjadi martir perubahan kebaikan dalam sepak bola kita," tambahnya.

Seperti diketahui, Arema FC resmi dijatuhi sanksi oleh PSSI. Sanksi itu didapat setelah pengawas pertandingan dan tim pemantau PSSI menemukan beberapa pelanggaran dalam laga Arema FC menghadapi Persebaya Surabaya pada pekan ke-24 Liga 1 Indonesia 2018, Sabtu 6 Oktober 2018. 

Beberapa pelanggaran itu antara lain pengeroyokan yang dilakukan suporter Arema terhadap suporter Persebaya serta intimidasi yang dilakukan suporter Arema dengan cara mendekati pemain Persebaya.

Baca juga: Curhatan CEO Arema Usai Disanksi PSSI

Atas kedua pelanggaran ini, Arema diberi sanksi berupa larangan menggelar pertandingan dengan penonton pada laga kandang. Selain itu, suporter Arema juga dilarang memberikan dukungan juga pada saat laga tandang hingga akhir musim kompetisi 2018.

Menanggapi sanksi tersebut, pria yang akrab disapa IB ini menegaskan pihaknya akan menjalani hukuman tersebut dengan kepala tegak. Sebab, sanksi tersebut diakuinya bakal menjadi cambuk untuk perubahan bagi seluruh pihak agar mematuhi regulasi. 

"Kita tidak akan mengajukan banding. Namun akan berada di barisan terdepan untuk membangun kesadaran para suporter, utamanya Aremania (suporter Arema FC) agar berubah menjadi lebih baik," pungkasnya.

Baca juga: Baru Pensiun, Terry Langsung Rambah Dunia Kepelatihan

Saat laga Arema kontra Persebaya akhir pekan lalu, terdapat beberapa perbuatan tidak terpuji yang dilakukan para suporter. Di antaranya teriakan cacian hinaan serta menerobos masuk ke lapangan saat turun minum dan beberapa waktu setelah babak kedua berakhir.

Pelanggaran lainnya, yakni menyalakan flare dan pelemparan botol yang dilakukan suporter Arema FC. Atas pelanggaran ini, Arema didenda Rp100 juta.

Selain kepada klub, Komdis PSSI juga menghukum dua suporter Arema FC, Yuli Sumpil dan Fandy, karena memprovokasi penonton lain dengan cara turun ke lapangan. Keduanya dihukum tidak boleh masuk stadion di wilayah Republik Indonesia seumur hidup.

Video: Mengintip Kemegahan Ruang Kerja Media Asian Para Games 2018
 


(RIZ)


Video /