Kasus Pengaturan Skor

Kasus Match Fixing, Pemerintah Belum Berencana Bekukan PSSI

Rendy Renuki H    •    07 Desember 2018 19:09 WIB
bolaliga indonesiasuap
Kasus <i>Match Fixing</i>, Pemerintah Belum Berencana Bekukan PSSI
Gatot S Dewa Broto (Istimewa)

Jakarta: Sekretaris Menpora Gatot S Dewa Broto menyebut, pihaknya belum ada rencana membekukan kembali PSSI, seperti yang sempat dilakukan April 2015 lalu. Ya, kasus pengaturan skor (match fixing) di persepakbolaan nasional membuat nama PSSI kembali tercoreng.

Parahnya, pelaku pengaturan skor adalah anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI, Hidayat, yang diketahui berupaya mengatur laga Madura FC kontra PSS Sleman di babak 8 besar Liga 2 Indonesia 2018.

Kasus itu tentu saja menyedot perhatian pemerintah, dalam hal ini Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora). Menurut Gatot S Dewa Broto, pihaknya belum ada rencana membekukan kembali PSSI, seperti yang sempat dilakukan April 2015 lalu. 

Baca juga: Tiket Persija vs Mitra Kukar Sudah Ludes

"Kalau dibekukan itu cost-nya sangat berat. Bukan cost uang ya, tapi dampak sosial-politiknya, apalagi seperti saat sekarang ini. Yang jelas enggak mungkin (dibekukan). Tapi bukan berarti tidak ada kebijakan kritis, kami tetap kritis," kata Gatot kepada Medcom.id, Jumat 7 Desember. 

"Jadi ada rencana, jika PSSI tidak proaktif kami bersama PSSI akan berkoordinasi dengan pihak kepolisian. Karena match fixing itu tingkat complicated-nya sangat tinggi, minimal membutuhkan whistle blowing, meskipun undang-undangnya ada, aparat juga ada. Makanya butuh langkah konkret, agar pemerintah tidak dianggap wacana melulu," sambungnya.

Menurutnya, kasus match fixing yang dilakukan Hidayat sebenarnya sudah bisa dibawa ke ranah hukum. Namun, ia masih ingin mengetahui lebih jauh dahulu fakta dan bukti yang ada, sebelum masuk ke ranah hukum.

Baca juga: 3.000 Personel Diterjunkan Kawal Laga Pamungkas Persija

"Makanya, kami harus duduk bareng dahulu (dengan PSSI dan kepolisian). Harus menyamakan persepsi dahulu. Kami enggak mungkin mengusut, kami bukan penegak hukum. Harapannya kepolisian yang melakukan pengusutan," pungkasnya.

Menurutnya, saat ini bukan waktu yang tepat untuk mengambil langkah pembekuan. Ia masih berharap PSSI bisa menyelesaikan permasalahan ini tanpa campur tangan kembali dari pemerintah.

PSSI sebelumnya telah menjatuhkan sanksi kepada Hidayat atas upaya match fixing yang dilakukannya. Hidayat dijatuhi hukuman tiga tahun dilarang berkecimpung di sepak bola dan dijatuhi denda Rp150 juta.

Tak ingin ketinggalan update berita bola dan olahraga? Follow instagram kami @medcom_olahraga

Video: Pelatih PSM Benarkan Adanya Praktik Pengaturan Skor
 


(RIZ)