Usai Rusuh, Polisi Kaji Izin Persija di Stadion Pakansari Bogor

Mulvi Muhammad Noor    •    15 Oktober 2016 16:05 WIB
persija
Usai Rusuh, Polisi Kaji Izin Persija di Stadion Pakansari Bogor
Polisi berpakaian preman memeriksa kendaraan yang rusak diamuk massa The Jak Mania di Jalan Raya Bogor, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Jumat malam (14/10/2016). Foto: Antara/Yulius Satria Wijaya

Metrotvnews.com, Bogor: Kepolisian Resor Bogor mengkaji ulang perizinan pertandingan Persija di Stadion Pakansari, Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Hal itu menyusul kerusuhan yang dilakukan The Jak Mania, usai pertandingan Persija kontra PS TNI kemarin sore. 

Kepala Kepolisian Resor Bogor, AKBP A.M. Dicky Pastika, menyayangkan sikap anggota The Jak Mania dalam kerusuhan tersebut. Mengantisipasi hal serupa, kepolisian akan mengkaji ulang perizinan pertandingan Persija di Stadion Pakansari. 

"Kami akan kaji izin pertandingan (Persija) selanjutnya, khususnya di Stadion Pakansari," kata Dicky ditemui di Pos Polisi Gadog, Sabtu (15/10/2016). 

Menurut Dicky, kerusuhan tersebut merupakan kali pertama terjadi sejak pertama kali pertandingan sepak bola Indonesia Soccer Championship diselenggarakan di Stadion Pakansari. Parahnya, The Jak Mania datang dalam jumlah banyak dan memprovokasi warga yang notabene pendukung Persikabo dan Persib. 

"Selama ini banyak pertandingan, koordinatornya selalu kooperatif dengan pihak keamanan," kata dia. 

Kerusuhan tersebut terjadi di luar dugaan. Sejak Jumat siang, polisi sudah berjaga di Stadion Pakansari dan saat itu diketahui hanya 3.100 tiket terjual. Seusai Salat Jumat, ribuan The Jak Mania tanpa membawa tiket memaksa masuk untuk menonton pertandingan. 

Polisi terpaksa mengizinkan The Jak Mania masuk tanpa tiket di babak kedua. Melihat padatnya stadion, polisi mengestimasikan jumlah mereka sekitar 25.000 orang. 

"Amat disayangkan pendukung Persija lagi-lagi tidak kooperatif dengan pihak kepolisian. Memang tanpa atribut, tapi tanpa terkoordinasi datang ke wilayah Bogor. Mereka juga memancing kemarahan warga di wilayah Bogor," kata Dicky.

 


(UWA)

Video /